Menteri perminyakan Iraq, Hussain al-Shahristani, mengatakan negaranya menyambut selebar-lebarnya partisipasi dari perusahaan-perusahaan Jepang dalam project pengembangan minyak.

Penulis : Eric Watkins

Menteri perminyakan Iraq, Hussain al-Shahristani, mengatakan negaranya menyambut selebar-lebarnya partisipasi dari perusahaan-perusahaan Jepang dalam project pengembangan minyak.

“Pintu kami terbuka untuk kerjasama dengan perusahaan-perusahaan Jepang,” kata menteri Perminyakan Iraq. Dia mengatakan masyarakat Iraq “sangat berterimakasih” atas kerjasama dari Jepang dalam membantu untuk “membangun kembali negara dan memperbaiki safety mengikuti berakhirnya dictatorship.’

Nippon Oil Corp., Inpex Corp., dan JGC Corp. telah menyerahkan joint bid untuk mengembangkan lahan minyak Nasiriyah di bagian selatan Iraq, yang menargetkan produksi 300,000 b/d.

Dua konsortium dari Eropa yang dipimpin oleh perusahaan energi Italia, Eni SPA dan Repsol Spanyol juga telah mengemukakan usulan untuk pengerjaan lahan, dengan total biaya pengembangan diperkirakan 500 milyar yen-1 billion ($5-10 juta dolar).

Disamping itu, Al-Shahristani mengatakan kilang akan memproduksi gasoline dan diesel yang akan dibangun untuk memproses produksi di Nasiriyah.

Menteri mengatakan aspek teknikal dari rencana berdasarkan review dan pilihan akan dibuat setelah bidder menyerahkan gambaran biaya pada akhir bulan Maret.

Sumber: www.ogj.com