Narrow gap adalah proses pengelasan dengan menggunakan celah yang cukup sempit. Hal ini umumnya diterapkan pada material yang tebal, misal: diatas 50 mm. Umumnya bevel menggunakan sudut 45 derajat atau 60 derajat sehingga bukaan dari bevel cukup besar. Hal ini akan menyebabkan kebutuhan kawat las lebih banyak dan panas yang diterima oleh based metal lebih tinggi. Narrow gap menggunakan sudut antara 10 derajat sampai 20 derajat. Hal ini akan mengurangi kebutuhan kawat las. Umumnya narrow gap dipakai untuk pengelasan SAW sehingga dengan celah yang sempit bisa dijangkau pengelasannya.

Tanya – indro baskoro

Mohon sharing pengalamannya di dunia pengelasan…. apakah ada yang tau mengenai process narrow gap welding….
sepengetahuan saya process narrow gap welding ini sudah banyak dipakai di daerah timur tengah sana…

Kira-kira bagaimana mengenai cara, keuntungan, dan kendala dari proses pengelasan ini…

Kalo ada referensi bisa di sharing juga.

Sebelumnya terima kasih.

Tanggapan 1 – agus suwarno

Narrow gap adalah proses pengelasan dengan menggunakan celah yang cukup sempit. Hal ini umumnya diterapkan pada material yang tebal, misal: diatas 50 mm. Umumnya bevel menggunakan sudut 45 derajat atau 60 derajat sehingga bukaan dari bevel cukup besar. Hal ini akan menyebabkan kebutuhan kawat las lebih banyak dan panas yang diterima oleh based metal lebih tinggi.
Narrow gap menggunakan sudut antara 10 derajat sampai 20 derajat. Hal ini akan mengurangi kebutuhan kawat las. Umumnya narrow gap dipakai untuk pengelasan SAW sehingga dengan celah yang sempit bisa dijangkau pengelasannya.

Tanggapan 2 – MahadiCapah@Eaton

Dear Pak Agus,

Terima kasih buat penjelsannya, tapi saya mau nanya, narrow gap ini me-refer kemana pak, AWS D1.1 atau ASME IX atau API 1104. Saya coba cari di ketiga code tersebut tapi tidak ketemu, jika tidak refer ke salah satu code tersebut, lantas refer kemana…

Thanks and best regards,

Tanggapan 3 – abdi raja

Kawan-kawan,

Dengan gap welding yang kecil,antara sudut 10-20 derajat tentu akan mengurangi panas yang diterima oleh base metal karena aktivitas pengelasan juga berkurang pada joint yang dilas dan secara ekonomis dapat mereduksi consumable dari pengelasan. panas tinggi yang diterima oleh Base Metal bisa menyebabkan distorsi dan perubahan metalurgy pada daerah HAZ.
untuk material yang tebal diatas 50 mm selain narrow gap welding,kita juga bisa memakai joint preparation dengan double Vee,berarti pengelasan dari dua arah(arrow side dan other side,asalkan ada aksesnya).double vee joint juga efektif untuk mengurangi terjadinya distorsi karena welding balance nya cukup baik dan consumable juga.
namun untuk narrow gap dengan sudut bevel yang kecil,misal 10-20 derajat dengan tebal material diatas 25.4mm pada proses SMAW/MMA rentan terjadinya defect seperti slag inclusion dan side wall lack of fusion di sebabkan manuver wave electrode pada proses pengelasan yang terbatas khususnya pada posisi sulit pada pengelasan structure.

Tanggapan 4 – agus suwarno

Anda bisa menggunakan single U atau double U, bisa dilihat di AWS D1.1, fig 3.3, seperti joint BC-P6-S atauB-P-7S. Untuk model lainnya bisa dikreasi sendiri dalam pembuatan PQRnya.

Tanggapan 5 – novembri nov

Buat Pak Mahdi yang lagi bingung..

Mahdi…kalau nyari yang kata katanya narrow gap itu nggak ada dalam AWS D1.1. Itu hanya istilah dalam preparation welding. Jadi refer kemana…
Jawabnya AWS D1.1. Coba perhatikan lagi AWS D1.1 table 4.5 ttg joint preparation…item no 33. Disana bermakna kita bebas membuat joint prepearation mau seberapa derjat bevelnya namun setelah jadi WPS dia akan berlaku dengan ketentuan yang ada di item 33 ini. Jadi mau sudut besar boleh..mau sudut sempitpun boleh…kalau udah jadi WPS berarti semua OK. Dalam produksinya item 33 ini harus diperhatikan karena dia menjadi essential variable.
Semoga membantu…

Tanggapan 5 – soegijarto den

Bapak Bapak,

Pengelasan Tube to Tube pun dengan Orbital Welding sebetulnya bisa dikatakan narrow Gap. Setahu saya ( yang pernah saya lihat ) Narrow Gap untuk pengelasan pipa pipa tebal secara automatic dengan proses GTAW, ada dua system yang dipakai yaitu Pipa berputar welding Head diam / posisi Flat, dan satu lagi Pipa diam Welding Head berputar / Orbital welding, dalam pengelasan ini groove preparation harus betul betul baik, presisi / sempurna, tebal root face, bevel angle harus sama, pada proses pengelasan diameter pipa dibagi / diprogram menjadi beberapa segmen, bisa empat, delapan dan bahkan lebih banyak segmen, tiap segmen mempunyai welding parameter yang berbeda, tiap Pass atau Layer mempunyai welding parameter yang berbeda pula, misal untuk pipa tebal 25 mm mungkin bisa sampai 15 ~ 20 layer. Pengelasan dilakukan satu sisi untuk ID pipa yang kecil, bisa juga dilakukan dua sisi untuk ID pipa yang besar tergantung dari peralatan pendukung dan besar kecilnya welding head, tetapi kebanyakan pengelasan hanya dari satu sisi / one side welding, Welding Groove sempit ( J Groove ) jumlah Pass dan Layer sama karena Welding Groove Sempit tiap Pass ya menjadi tiap Layer. Pengelasan terus menerus / tidak berhenti sehingga harus dikontrol Max. Interpass Temperaturenya . Sekian dari saya semoga bermanfaat, kalau berminat ada seminar Narrow Gap Tanggal 30 ~ 31 Maret 2009 di Nantes – France.