Banyak sekali material yang bisa digunakan untuk aplikasi sea water,
baik ferrous alloy (Cast Iron dan SS) maupun non ferrous alloy (Ni based
alloy, Ti based alloy, Cu based alloy). Seleksi kandidat material yang
optimum tentu saja harus melihat karakteristik dari fluida sea water itu
sendiri. Ex, Cu-Ni sangat tidak disarankan untuk fluida sea water yang
mengandung amoniak, Cast Iron tidak disarankan untuk fluida sea water yang
tercemar H2SO4, dan duplex SS tidak disarankan untuk fluida sea water
dengan temperatur > 300 centigrade, Titanium juga tidak disarankan untuk
digunakan pada fluida sea water dimana vibrasi terjadi. Selain itu masalah
cost juga akan sangat berpengaruh seperti selama austenitic stainless steel
seperti (304, 316, 321, dsb) bisa digunakan, sebaiknya penggunaan titanium
atau inconel diminimalisir karena harga yang sangat tinggi dibandingkan
material SS austenitic. Jadi kembali lagi ke requirement seperti apa yang
diinginkan.

Tanya – Kusnadi

Mohon sharing pengalamannya, material apa saja yang bisa digunakan untuk
tube dengan media sea water. Atau mungkin ada yang bisa kasih referensinya.
Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Dwi Utomo

Pak Kusnadi,

Jenis SS-nya apa pak?

Saya kok sering menemukan SS di instalasi offshore yang pitting2 ya?

Tanggapan 2 – muhammad rifai

Pak Kusnadi,

Kalau suhu rendah, pakai SS cukup tapi kalo nggak pakai inconel ato titanium coba baca norsok m 001 gratis bisa diunduh dari web.

Tanggapan 3 – jimoc

Pak Kusnadi,

Kalo dengan material CuNi bagaimana Pak? Biasanya digunakan juga untuk media sea water.

Tanggapan 4 – Hasan Dwi Muzakky

Sependek yang saya tahu, material yg biasa dipakai utk aplikasi seawater adalah

– iron base (cast iron, ductile cast iron, A516 grade 60/70)

– austenitic SS (304L, 316L, 316LN)

– duplex SS (duplex chrome dg value PREN tertentu)

Tentunya material selection bergantung pada beberapa hal spt economic, seawater chemical characteristics, lifetime, dll.

Tanggapan 5 – farabirazy albiruni

Dear Rekans,

Memang banyak sekali material yang bisa digunakan untuk aplikasi sea water,
baik ferrous alloy (Cast Iron dan SS) maupun non ferrous alloy (Ni based
alloy, Ti based alloy, Cu based alloy). Seleksi kandidat material yang
optimum tentu saja harus melihat karakteristik dari fluida sea water itu
sendiri. Ex, Cu-Ni sangat tidak disarankan untuk fluida sea water yang
mengandung amoniak, Cast Iron tidak disarankan untuk fluida sea water yang
tercemar H2SO4, dan duplex SS tidak disarankan untuk fluida sea water
dengan temperatur > 300 centigrade, Titanium juga tidak disarankan untuk
digunakan pada fluida sea water dimana vibrasi terjadi. Selain itu masalah
cost juga akan sangat berpengaruh seperti selama austenitic stainless steel
seperti (304, 316, 321, dsb) bisa digunakan, sebaiknya penggunaan titanium
atau inconel diminimalisir karena harga yang sangat tinggi dibandingkan
material SS austenitic. Jadi kembali lagi ke requirement seperti apa yang
diinginkan.

As a rule of thumb for SS untuk aplikasi Sea Water, digunakan nilai PREN
(Pitting Resistance Equivalen Number) yang diperoleh dari komposisi Cr, Mo,
dan Ni. Rumusnya bisa di googling. Semakin tingi nilai PREN, maka ketahanan
material terhadap korosi pitting semakin baik. Nah untuk kasus kenapa sering
ditemukan material SS terkena pitting, harus dipahami bahwa material SS
tidak otomatis corrosion free. Harus di lihat jenis material SS apa dan
dihitung nilai PREN-nya. Ex, duplex lebih tahan korosi pitting dibandingkan
316 karena nilai PREN duplex lebih baik dari 316 (namun bukan berarti duplex
tidak bisa terkena pitting). Unsur yang cukup dominan mempengaruhi ketahanan
korosi pitting pada SS adalah Molybdenum. Namun perlu diingat juga, Nilai
PREN tidak otomatis menjamin SS tidak terkena serangan korosi lain seperti
crevice, SSC, corrosion fatigue, dll. Ini hanya sebagai guidance karena
mekanisme korosi yang terjadi pada SS diinisiasi oleh rusaknya lapisan pasif
Cr2O3.

Mudah2an cukup membantu..

note: sedikit koreksi, A 516 Gr. 60/70 adalah material low alloy steel
(Cr-Mo Steel). Material ini sangat tidak disarankan untuk digunakan pada
aplikasi sea water dan ketahanan korosi terhadap sea water hampir sama
buruknya seperti carbon steel.

Tanggapan 6 – Miftakhul Huda

Dear Pak Kusnadi,

Mohon sekiranya bisa diinformasikan juga kadar kandungan chlorine or residual chlorinenya, sebab ppm kadar chlorine bisa dibuat ancang2 menentukan pemilihan material yang terbaik misalnya monel, alloy class a,b,c, inconnel, hastelloy, ataupun duplex (maaf saya sebut merek). untuk pemilihan kita bisa merujuk ke ASTM.
Dalam sebuah project, biasanya temen2 dari Piping Group membuat spesifikasi ini, yang laen tinggal mengikuti.

Itu yang bisa saya sharing,
karena saya juga masih belajar, mohon koreksinya.

Tanggapan 7 – Bently Nurpatriawira

Pak Kusnadi,

Saya pernah menggunakan material 90:10 CuNi untuk sea water line piping waktu itu saya menggunakannya untuk fire water service (fire water nya menggunakan air laut) bisa juga menggunakan duplex SS tapi mungkin harganya akan mahal…

PVC atau GRE juga bisa pak… smoga membantu mungkin ada teman2 yang mau menambahkan…

Tanggapan 8 – Kusnadi

Kebetulan material tersebut akan digunakan untuk shell & tube HE pak, dan media di dalam tube side nya adalah sea water. Karena alasan ekonomis, kami mencari alternative material selain titanium. mungkin bapak-bapak sekalian punya pengalaman mengenai hal ini?

Tanggapan 9 – farabirazy albiruni

Dear Pak Kusnadi,

Untuk penentuan material Shellnya balik lagi ke design seperti pressure dan temperatur yang akan mempengaruhi dimensi nantinya. Kalo gak terlalu ekstrim2 amat di sisi shellnya, ex: fluida sisi shell tidak terlalu korosif dan tekanan dan temperatur sedang, carbon steel bisa dipakai. Tinggal nanti desain tubesheetnya yang kontak dengan air laut yang harus dipertimbangkan tergantung dari material tubenya dan harus tahan korosi tentunya.

Untuk material tube, saya lebih sarankan gunakan 316 saja pak. Cu-Ni setau saya agak sulit di dapat dipasaran, sehingga agak2 mahal harganya. Selain itu masalah meintenance dan inspeksinya juga harus dipertimbangkan. Tube SS jauh lebih mudah diperiksa dengan ET dibandingkan Cu-Ni yang seringkali menghasilkan noise yang susah difiltering saat data acquisition selain underdeposit corrosion pada bagian tubesheet yang sulit untuk diinspeksi.

Mudah2an cukup membantu..

Tanggapan 10 – Bently Nurpatriawira

Pak Abhie,

Jika menggunakan SS316 mungkin akan korosi jika contact dgn sea water (mungkin bisa menggunakan Super Duplex SS? tapi agak mahal… ).

Tanggapan 11 – farabirazy albiruni

Dear Pak Bently,

Seperti email saya sebelumnya bahwa material SS tidak otomatis tahan semua jenis korosi.
Kalau dilihat dari resistansi terhadap pitting corrosion, jelas super duplex jauh lebih baik karena nilai PRENnya tinggi dibandingkan SS 316. Masalah lain akan timbul bila menggunakan super duplex (yaitu akan terjadi korosi pada tubesheet yang berspesifikasi cladding CS dengan Super Duplex) karena desain untuk pressure rendah tube to tubesheet hanya dieskpan dan tidak dilas sehingga intrusi sea water bisa masuk ke dalam celah expand antara tube dengan tubesheet.
Ini yang sering terjadi untuk HE sea water yang menggunakan tube duplex SS dan Tubesheet Cladding dan sangat sulit untuk maintenancenya. Bila ingin menggunakan duplex, saran saya hindari penggunaan tubesheet berspesifikasi cladding dan sebaiknya menggunakan total duplex SS (Dan sekali lagi harganya akan selangit). Bila menggunakan SS 316, masalah ini tidak akan timbul karena perbedaan potensial korosi antara tube dengan tubesheet yang tidak terlalu ekstrim dibandingkan menggunakan super duplex.

Jadi harus ada kompromi dari berbagai sisi:

1. Economic ( selalu jadi pertimbangan nomor 1)

2. Life time terkait dengan corrosion resistance properties

3. Easy for inspection and maintenance

4. Easy for repair

Dari keempat faktor tersebut, SS 316 saya rasa masih lebih unggul dibandingkan menggunakan super duplex, tentunya bila faktor2 lainnya kita asumsikan sama seperti kondisi operasi dan komposisi fluida baik pada shell side maupun tube side.

Tanggapan 12 – Bently Nurpatriawira

Pak Abhie, penjelasannya singkat dan padat, thx pak…

Tanggapan 13 – jimoc

Pak Kusnadi,

Sekadar share, ada beberapa client kami ketika membangun HE menggunakan base metal CS namun tubenya menggunakan CuNi, dan untuk base metal CS ini biasanya harus di-overlay dengan kawat las CuNi terlebih dulu agar bisa join dengan material tube CuNi dan sekaligus memprotek base metal dari media yang tidak diinginkan.

Memang pengelasannya membutuhkan prosedur khusus, namun biasanya supplier kawat las yang sudah experience akan memberikan guidance pengelasannya, sebagaimana yang kami lakukan selama ini. Mengingat dissimilar komposisi material antara CS dan CuNi.
Trims, smoga bermanfaat.