Select Page

Untuk memilih Pipa, pertimbangan utamanya adalah: 1. Design pressure dari Pipa diatas Maximum Operating Pressure-nya; 2. Sedangkan pilihan material, objective-nya lebih pada Environmental Condition, Fluida Characteristic (Korosif & Temperature), Life time dan tentu saja Cost (Purchase & Maintenance).

Tanya – janjonswan hutasoit

Mohon pencerahan dan pendapat mengenai study case berikut:
Seorang engineer mamasang pipa untuk line udara bertekanan rata-rata 10-15 bar dari compressor Pipa tersebut tidak memakai galvanize atau jenis metal lain, tetapi memakai
pipa yang biasa dipergunakan untuk air (Kalau ngak
salah merk PE…)
Dari safety departemen sudah menganjurkan agar
mengganti pipa tersebut dengan galavanize atau metal lainnya, tetapi
jawaban dari engineer tersebut adalah: apa bedanya air
bertekanan dengan udara bertekanan dan apakah ada peraturan atau ilmu
yang harus menyebutkan bahwa pipa udara bertekanan harus dari metal????
Dari segi safety menurut kami dari segi kekuatan material, pipa bukan dari metal sangat riskan dengan kerusakan dan ledakan akibat benturan karena pipa tersebut dipasang di line production, tetapi alasan tersebut kami rasa masih kurang……Jadi mohon pencerahan mungkin dari segi engineering dan safety
Terimakasih

Tanggapan 1 – Akh. Munawir

Pak John,

Menurut saya untuk memilih Pipa, pertimbangan utamanya adalah:

1. Design pressure dari Pipa diatas Maximum Operating Pressure-nya.

2. Sedangkan pilihan material, objective-nya lebih pada Environmental
Condition, Fluida Characteristic (Korosif & Temperature), Life time dan tentu saja Cost (Purchase & Maintenance).

Semoga membantu,

Tanggapan 2 – A. Rofiudin@sulfindo

Pak John,

Sebenarnya jawaban bapak itu sudah benar. Kalau udara tekan tidak seharusnya menggunakan pipa non metal yang biasa digunakan untuk air (contoh PVC lah), contoh kasus sepele begini saja pak. udara tekan 10 s/d 15 tadi di cabang 2, satu lewat pipa steel yang tahan 15 kg/cm2 dan satunya lewat pipa PVC yang tahan misal sampai 15 kg/cm2. lalu misal ada sumber panas dikenakan ke dua line tersebut. mana yang pecah, tentunya yang PVC karena pada temperatur diatas 60 deg Celcius, sudah mulai melunak. itu baru contoh kasus datang panas (temp), belum lagi masalah benturan seperti bapak bilang.

Nah kalau jawaban ‘Engineer’ bapak bilang apa bedanya air bertekanan dengan udara bertekanan, ya dibalik saja begini pak ‘:Oke kita ambil balon tebal besar 2 buah, sama sama diberi tekanan yg besarnya sama, tapi satunya isi air dan satunya isi udara. terus didekatkan ke telinga (bapak pilih yang berisi air, ‘Engineer’nya diberi yang udara / kan katanya sama). terus di tusuk sama sama! Nah dia akan mulai mengerti bedanya.

Note : Pipa FRP pun tidak lazim untuk udara tekan, bila filament winding glass mate nya tegak lurus atau berderajat sedikit dgn sumbu pipa, dia akan mudah patah (salah design, dan pernah saya temukan, sehingga kita minta di miringkan lebih besar, baru kuat, tapi bukan untuk udara lho).

tanggapan 3 – Admin Migas

Pak John,

Udara bertekanan 10 – 15 bar ini untuk utility air atau instrumet air ?.

Kalau untuk instrument air, hati-hati lho. Bila pecah, bisa mengakibatkan
shutdown pada pabrik. Bila dibandingkan antara plant shutdown dengan
material pipa, yah mahalan plant shutdown dong. Kemudian, coba cek dengan
company specification. Rasanya sih tidak pernah ada industri migas yang
memperbolehkan pipa PVC untuk utility atau instrument air. Nggak tahu sih
kalau untuk general industry.

Tanggapan 4 – Teddy

Argumen dari Pak Budhi ada benarnya,

Plus, engineer tersebut harus memahami sifat dari udara bertekanan (compressible fluid) dan air bertekanan (non-compressible fluid), untuk menjawab apa bedanya.

Buka2 buku bacaan Dinamika fluida dasar akan banyak membantu, plus buku2 piping design.

Pipa PVC saya yakin tidak dibuat untuk menahan tekanan sebesar itu, karena penggunaan umum adalah untuk plumbing di building. Atau disini maksudnya FRP/GRP pipe? entah harga sekarang, kalau mau murah rasanya masih murah Galvanized carbon steel deh di range size 1/2-11/2 inch. CMIIW

Ora ilok lah, Kalau untuk instrument air dan utillity plant pake PVC. Ini pendapat pribadi saya.

Tanggapan 5 – Akh. Munawir

Pak John,

Meskipun, case ini adalah untuk Compressed Air, bukan Oxygen Pipeline tetapi saya rasa tidak ada salahnya mengutip ,
Section 4.3.1 Properties and Risks of EIGA (European Industrial Gases
Association) Standard, IGC Doc 13/02/E ‘Oxygen Pipeline Systems’.

Yang menjelaskan:

Bahwa non metallic material umumnya akan flammable in Oxygen yg
memiliki purities lebih dari 23.5% even pada low absolute pressure. Dan saya
kira PVC juga Combustible.

Pertanyaan-nya adalah, apakah Oxygen pada Compressed Air
tsb memiliki peluang purities hingga diatas 23.5% ?
Jika jawabannya masih ragu2, maka disarankan lebih baik menggunakan METALIC
MATERIALS yg tdk Flammable/Combustible spy lebih Confident dan menaikan
Safety Factor.

Semoga melengkapi,

Tanggapan 6 – janjonswan hutasoit

Dear All,

Terimakasih banyak atas pencerahannya, setelah diskusi dengan modal ilmu dari millist, pipa tersebut akan diganti dengan pipa aluminium……
pertanyaan kembali apakah sesuai requirement pipe design ??? sorry karena pengalaman saya dulu di manufacturing kami hanya memakai pipa jenis galvanis
Thank’s alot and have a nice day

Tanggapan 7 – A. Rofiudin@sulfindo

Kok pilihannya ke Alumunium ya?. apa tdk mahal untuk menghandle tekanan 10 – 15 bar?. kenapa sih tidak pilih yang murah saja pipa carbon steel lalu di cat biar lebih tahan korosif. tapi pilihan ada pada anda dan andalah yang mengetahui situasi di lingkungan anda dan keuangan anda.

Tanggapan 8 – roeddy setiawan

Maaf nih ngak lihat posting nya dari awal. tapi memang betul saran pak Rofiudin, pemilihan aluminum pipe untuk piping compressor mungkin dr segi strenght kurang tepat…..

Aluminum larut di air panas, kalau ada condensable water vapor di discharge lama lama bisa mengikis pipanya.

Galvanis carbon steel atau stainles steel tube much beter option , stelah air nya di knock off, ( uap air nya selalu berada di bawah ambient dew point nya) seterusnya bisa pakai carbon steel biasa, karena sudah tidak ada lagi resiko korosi nya.

Tanggapan 9 – iwan saputra

Tadi saya sempat buka-buka dikit mengenai piping untuk compressor di Compressor Handbook , disitu tidak menyebutkan aluminium sebagai sarana untuk transport fluida/ gas untuk compressorr. tapi nanti saya check lagi di sana.

Saya sependapat dengan Mas Roeddy dan A. Rofiudin , sebaiknya dipertimbangkan lagi pemakaian aluminium pipa untuk compressor.
Kalau menghindari corrosive akibat dari fluida yang mengandung corrosive yach lebih baik pakai stainless steel aja atau kalau mau lebih murah pakai carbon steel .

Tanggapan 10 – Mas war

Berdasarkan pengalaman-pengalaman kami setiap pipa sudah ada peruntukannya, banyak pipa non metal yang dipakai untuk compressor (contoh pipa tukang tambal ban/hehehehehhehe), yang penting perhatikan manufacturnya sesuai. Yang tidak kalah penting adalah klem atau pengikat terutama pada ujung/kepala pipa sehingga ketika sambungan terlepas tidak sengaja pipa tidak membentur kemana-mana (mobat-mabit-Jw) dan membahayakan personel yang berada disekitarnya.

Share This