Yang menarik adalah berita Conoco yang rignya miring 20 derajat dan produski terganggu ( mana lbh miring dari menara Piza ya??). Mohon pencerahan: 1. Adakah kemungkinan terus miring dan tenggelam, saya pernah baca kalau tdk salah rignya Petrobras pernah miring dan tenggelam satu-dua thn kebelakang; 2. Apakah rig tersebut bisa direvisi ?; 3. Apakah kemungkinan terjadi akibat terganggunya pondasi dari rig tsb settlement ) atau collapse salah satu tiang rig nya ?; 4. Apakah penyebab kemungkinan dari miss procedure waktu drilling atau lainnya ?

Tanya – Rudy

Yang menarik adalah berita Conoco yang rignya miring 20 derajat dan produski terganggu ( mana lbh miring dari menara Piza ya??) …. menurut koran org orgnya sdh dievakuasi dan tdk berproduksi ???

Mohon pencerahan :

1. Adakah kemungkinan terus miring dan tenggelam, saya pernah baca kalau tdk salah rignya Petrobras pernah miring dan tenggelam satu-dua thn kebelakang.

2. Apakah rig tersebut bisa direvisi ?

3. Apakah kemungkinan terjadi akibat terganggunya pondasi dari rig tsb settlement ) atau collapse salah satu tiang rig nya ?

4. Apakah penyebab kemungkinan dari miss procedure waktu drilling atau lainnya ?

Tanggapan 1 – Tecky Surawijaya

Pak Rudy,

Yang miring itu bukan rig milik Conoco, tapi drilling jack-up Atwood Beacon, punyanya Atwood Oceanics.

Ini berita yang cukup jelas:

http://www.thestreet.com/stocks/energy/10174051.html

Saya coba jawab pertanyaan pak Rudy.

1. Adakah kemungkinan terus miring dan tenggelam, saya pernah baca kalau tdk salah rignya Petrobras pernah miring dan tenggelam satu-dua thn kebelakang.

Untuk jack up dengan kerusakan pada leg akibat rapid penetration (punch-through), kemungkinan untuk tenggelam kecil karena rignya sendiri masih ditopang legs-nya, cuma ketidakseimbangan beban akan merusak legs. Kalau kemiringan bisa sampai 20 derajat saya kira jack-up ini sudah dalam posisi elevated (hull sudah diangkat dari air) dan mungkin sedang preloading (tangki di hull diisi air supaya berat dan menghasilkan leg penetration).

Sebenarnya masalah seperti ini bisa dihindari dengan mendapatkan soil data yang lebih akurat. Kalau masih ada keraguan atau sudah tahu pasti akan ada punch-through issue, preloading bisa dilakukan pada saat rig masih setengah terapung, sehingga kalau terjadi rapid penetration akan bisa di-counter oleh buoyancy. Tapi ini sangat tidak praktis untuk dilakukan.

2. Apakah rig tersebut bisa direvisi ?

Iya, kemungkinan kerusakan ada di derrick & legs dan akan diperbaiki di Singapura (seperti yang diberitakan di link di atas).

3. Apakah kemungkinan terjadi akibat terganggunya pondasi dari rig tsb settlement ) atau collapse salah satu tiang rig nya ?

Tergantung sudah seberapa dalam penetrasi dari si legs. Kalau masih dangkal mestinya nggak ada masalah. Kalau sudah dalam, saat jack-up ini kembali untuk melaksanakan tugasnya, bisa ada kesulitan untuk positioning karena posisi legs sekarang harus menghindari ‘lubang2’ yang dulu ditinggalkan. Posisi jack-up sendiri ditentukan oleh posisi sumur2 yang akan dibor dan berapa ‘reach’ yang dipunyai oleh si jack-up.

4. Apakah penyebab kemungkinan dari miss procedure waktu drilling atau lainnya ?

Saya kurang mengerti pertanyaan yang satu ini.

Tanggapan 2 – bayu_prakasya

Bapak2 yang terhormat,,

Sedikit mengomentari hal dibawah..

Betul sekali apa yang dikatakan oleh Pak Tecky, yang miring itu adalah drilling jack up Atwood Beacon (AB), jadi bukan platformnya (B platform belida field), saya coba uraikan kejadiannya mohon dikoreksi jika ada bapak2 yang lebih tahu,,,, jadi ketika AB tersebut sudah berada dekat B platform kemudian naik kaki2nya (naik sampai berada diatas B platform) kemudian mengisi air laut ke bodynya untuk memperkuat posisi-nya, nah ketika itu salah satu kakinya ‘terpeleset’ (mungkin karena struktur tanah nya yang lembek atau ada lubang di bawah laut)kemudian miring dan menimpa platform B, sehingga platform B shut in dan tidak berproduksi salah satu kakinya AB tersebut ‘melintir’ dan rencananya akan di potong, dan AB di tarik ke singapur untuk di betulin, sementara B platform sendiri mungkin akan di assesment lagi kaki2nya, sebelum bisa berproduksi. mengingat badan AB yang gede banget itu sempat tiduran di salah satu sisi platform.

Mau bertanya pak, mungkin bisa memberi pencerahan.

– apakah platform B (punya conoco), perlu di asses lagi atau bisa langsung produksi ??..

– kalau perlu di asses, spt apa jenis assesment-nya dan siapa yang kompeten melakukan itu, atau bisa beri gambaran secara garis besar
bagaimana assesment itu akan dilakukan,??.

– apakah benar AB ini termasuk jakc up rig tercanggih di dunia ?, dan
tahun pembuatannya pun sekitar 2001 ?

Tanggapan 3 – Tecky Surawijaya

Terima kasih Pak Bayu atas tambahan infonya. Saya sendiri tidak tahu kalau AB sampai menimpa Platform B. Pertanyaan Pak Bayu mengenai ‘nasib’ Platform B juga jadi pertanyaan buat saya.

Jack-up AB kayaknya memang termasuk canggih, ‘ultra-premium’ KFELS Mod V Enhanced B-Class, built 2003, 400 feet water depth, 30,000+ ft drilling depth.

http://www.atwd.com/atwd_rig_information.html#beacon

Yang saya tahu drilling company ENSCO juga punya 4 rig kelas ini (ENSCO 101, 102, 104, & 105), dan lagi bikin 2 lagi di Singapura (ENSCO 106 & 107). ENSCO 104 saat ini lagi drilling buat CoP di East Timor.

http://www.enscous.com/RigStatus.asp?Content=All

ENSCO 101 juga pernah mengalami kerusakan serupa, tapi tidak separah AB, di tahun 2000:

http://www.oilpubs.com/oso/news/news_65.htm

Transocean punya satu rig kelas ini, Trident 20, yang awal Juli lalu baru tertimpa musibah kebakaran di Caspian Sea.

http://biz.yahoo.com/bw/040707/75429_1.html

Menurut rumor di sekitar saya (nggak tau pasti bener atau nggaknya), kelemahan desain Mod V ada di leg-nya. Tepatnya di detail brace connection-nya, dimana 6 braces bertemu di satu node. Walaupun secara strength mungkin OK, tapi kerusakan sangat mungkin terjadi di daerah ini. Ada yang bisa confirm?

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan yang tergabung dalam Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut: