ROW SSWJ II memiliki lebar 25 meter. Dengan jarak seperti itu, idealnya ROW benar-benar clear karena ROW tersebut telah dilakukan pembebasan lahan. Pada jalur ROW SSWJ II tidak dilakukan penanaman,kecuali untuk jalur nearshore dilakukan penanaman kembali bibit bakau. ROW semestinya jauh dari aktivitas penduduk. Akan tetapi jika tidak memungkinkan menghindari kawasan penduduk, maka desain dilakukan sesuai standar desain kawasan padat penduduk. Selain itu perlu di pasang rambu-rambu yang menyatakan bahwa di area tersebut tertanam pipa gas tekanan tinggi sehingga penduduk tidak melakukan aktivitas yang membahayakan. Penduduk pun perlu mendaat sosialisasi mengenai hal ini. Untuk ROW di jalur offshore, tidak boleh melewati jalur transportasi air, agar tidak membahayakan jalur transportasi air itu sendiri.

Tanya – Windy Widyaningrum

Dear All,

Saya sedang melaksanakan penelitian mengenai ROW di sekitar pipa gas tekanan tinggi.
Sbg ilustrasi, penelitian yang saya lakukan berada di jalur SSWJ II : Labuhan Maringgai – Karawang.
Karena sy masih awam di bidang ini, sy betul2 membutuhkan info dan masukan mengenai beberapa hal tentang ROW, yaitu:

1. Kira2 berapa radiuskah yang harus benar2 clear?

2. Tanaman apa yang sebaiknya ditanam di sekitarnya? Adakah jenis tanaman yg tidak boleh ditanam dijalur ROW tersebut, krn khawatir ada efek negatifnya?

3. Bagaimana pengamanan untuk di wilayah yang padat penduduk?

4. Apakah ada hal khusus bila ROW tersebut berada di laut (offshore)

5. Adakah referensi Undang-undang/Peraturan/SOP untuk itu?

Terima kasih banyak.

Tanggapan 1 – Didik Pramono

Mba Windy,

Silakan refer saja ke Kepmen Pertambangan dan Energi No.300.K/38/M.PE/1997 tentang Keselamatan Kerja Pipa Penyalur Migas untuk menjawab pertanyaan2 anda dibawah, terutama untuk point 1, 3, 4 dan 5. Silakan download regulasi-nya di http://www.esdm.go.id/prokum/kepmen/1997/kep-mentamben-300-1997.pdf.

Untuk point 2, seharusnya area permanen ROW clear, tetapi biasanya pihak owner mengijinkan area ROW untuk bercocok tanam (jenis tanaman ‘tanam tumbuh’ dan tidak berumur lama seperti padi, jagung, kedelai, dsb), tetapi tentu saja dilarang untuk menanam pepohonan besar berakar tunggang yang dapat membahayakan pipeline dibawahnya. Untuk itu pihak owner diwajibkan untuk melakukan pengawasan secara periodik dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjamin dipenuhinya persyaratan keselamatan kerja sesuai yang disebutkan dalam Kepmen diatas.

Jika dirasa masih belum menjawab semua yang ditanyakan, silakan untuk didiskusikan lebih lanjut.

Tanggapan 2 – Eddy Bachri

Saran saya, tidak diperkenankan untuk ditanami apapun untuk ROW. Karena hal ini dapat mengundang bahaya yang barangkali bisa berefek kepada liability maupun terhadap pipanya sendiri.
Terimakasih,

Tanggapan 3 – Bakti Kumoro

Mbak Windi,

Kalau mungkin…ini kalau mungkin lho ya, mungkin mbak bisa menghubungi teman2 pipeline di PT Transportasi Gas Indonesia (Regional Office 1 Jambi), sbab Perusahaan ini yang mempunyai dua jalur pipa gas…..(Grissik-Duri dan Grissik-Singapore)…. sepertinya mereka sedikit lebih berepngalaman dalam melakukan O&M pipeline ini. (saya dengar dr pihak PGN minta sharing juga dengan pihak TGI).

Kalau mau mungkin bisa japri dengan saya siapa2 yang in charge di pipa ini.

Pembahasan selengkapnya dari rkan-rekan yang tergabung dalam Mailing List Migas Indonesia ini dapat dilihat dalam file berikut: