Untuk menghitung productivity dari pengelasan adalah menghitung berapa Kg kawat las yang bisa dihabiskan oleh seorang Welder dengan proses tertentu, yang menyebabkan masing-masing proses productivitynya berbeda. Dikaitkan juga dengan yang disebut operating factor. Apa sih operating factor ini ? Operating factor adalah suatu factor yang digunakan untuk menghitung productivity seorang welder. Misal disebut Operating Factornya 30%, maka jika total jam kerja adalah 10 jam kerja..maka welder bekerja hanya 3 jam saja yang efektif untuk mengelas, 7 jam lainnya welder bekerja nungguin helper menggerinda, ngerokok, ngambil kawatlas di gudang, ngobrol dan lain-lain. Jadi Productivity seorang welder untuk masing-masing perusahaan, kondisi cuaca dll beda-beda.

Tanya – irawan haditomo

To moderator MIGAS Indonesia dan rekan-2 Planner, Saya membutuhkan informasi sehubungan dengan Productivity pekerjaan Pengelasan (Welding) karena di Malaysia belum ada standard-nya. Kira-2 untuk 1 Welder = …….. Dia-inch/day (Pipa = < 24 inch ) dan (Pipa > 24 inch) serta untuk pengelasan Miter Bends dan Cement Line.
Terima kasih atas tanggapan dari rekan-2 Milis-Migas Indonesia

Tanggapan 1 – Ginting Rasidin

Dear All Participant Millis,

Saya mau nambahkan untuk pertanyaan Pak Irawan yaitu mengenai pemakaian Electrodenya berapa banyak (kg) untuk 1 Joint Pipa 24′ tersebut dengan sch STD misalnya kemudian pemakaian Dimeter kawat serta persentase terhadap masing masing diameter.

Tanggapan 2 – Sri Yansen@istakala

Hi..Boss

Pengalaman di Indonesia itu average 30~40 dia/day, tapi di CIS country mereka bisa 50~60 dia/in.

Tanggapan 3 – Hasan Dwi Muzakky

Utk field weld, patokan 30′ dia/day dengan 12 workhours basis rasanya adalah the best production rate yang make sense dg asumsi thickness standard utk OD pipa 24′ dengan posisi ‘wajar’ (bukan tie-in).

Asumsinya, utk 1 weld joint dihandle oleh 2 welder, 2 fitter dan 3 helpers, pakai kombinasi GTAW/SMAW manual.

Produktifitas lebih dari itu kok saya tidak yakin bisa dicapai.

Utk CIS (Rusia dan Kazakhstan setidaknya yang saya amati), bisa 35-40′ dia/day subject to weather conditions. Pada saat dingin, produktifitas justru lebih bagus..

Tanggapan 4 – edy sutikno

Pak Irawan (moga2 masih ingat), produktivitas pengelasan pipa menurut pengalaman sangat banyak faktor2nya. Misalnya fabrikasi or installasi, schedule pipa, system kerja, dll..

Secara umum untuk klo untuk GTAW/SMAW untuk pekerjaan yang diborongkan 30-40 dia.day adalah produktivitas yg rata2 ( bisa lebih klo team welder tinggal ngelas/ tidak nunggu fit-up dll). tetapi untuk pekerjaaan yg dihandle langsung, rata2 produktivitas 20-30 dia/day.

Tetapi untuk lebih detail, bapak bisa itung panjang yg akan dilas. Misal panjang pengelasan pipa 24′ adalah 200 cm. misal pengelasan ada 6 layer, maka total panjang pengelasan adalah 1200 cm.

( menurut pengalaman) produktivitas 1 welder: 4 cm/menit (prod tingggi)i 3 cm/mnt (prod rata2) dan 1.5 cm/mnt ( prod rendah)

Ok, semoga bisa membantu

Tanggapan 5 – DARMAYADI

Temans,

Untuk menghitung productivity dari pengelasan adalah menghitung berapa Kg kawat las yang bisa dihabiskan oleh seorang Welder dengan proses tertentu, yang menyebabkan masing-masing proses productivitynya berbeda. Dikaitkan juga dengan yang disebut operating factor.Apasih operating factor ini ? Operating factor adalah suatu factor yang digunakan untuk menghitung productivity seorang welder. Misal disebut Operating Factornya 30%, maka jika total jam kerja adalah 10 jam kerja..maka welder bekerja hanya 3 jam saja yang efektif untuk mengelas, 7 jam lainnya welder bekerja nungguin helper menggerinda, ngerokok, ngambil kawatlas di gudang, ngobrol dan lain-lain. Jadi Productivity seorang welder untuk masing-masing perusahaan, kondisi cuaca dll beda-beda.