Pemerintah Ghana, Ghana National Petroleum Corp. (GNPC), Vanco Ghana, dan LUKOIL Overseas Ghana telah menandatangani sebuah perjanjian petroleum baru meliputi blok deepwater Cape Three Points.

Penulis : Offshore staff

Pemerintah Ghana, Ghana National Petroleum Corp. (GNPC), Vanco Ghana, dan LUKOIL Overseas Ghana telah menandatangani sebuah perjanjian petroleum baru meliputi blok deepwater Cape Three Points.

Perjanjian akan menggantikan perjanjian petroleum yang ada yang berakhir pada akhir April. Perjanjian yang baru menyediakan Vanco dan LUKOIL dengan kesempatan untuk melanjutkan eksplorasi di area, selama seismik 3D baru dan tambahan aktivitas pengeboran direncanakan. Perjanjian baru juga menyediakan GNPC dan pemerintah Ghana dengan benefit komersial penting, termasuk royalty tertinggi dan meningkatkan keikutsertaan GNPC. Petroleum Agreement yang baru juga memberikan ownership gas kepada USA.

Blok deepwater Cape Three Points terdiri dari sebuah area 5,146 sq km (1,987 sq mi) di water depths yang menjangkau dari 200 to 3,000 m (656 to 9,843 ft) di Tano basin. Vanco (Operator) memegang 28.34% participating interest di blok Deepwater Cape Three Points dengan LUKOIL yang memegang 56.66% participating interest. GNPC, perusahaan minyak Negara, memegang 15% carried interest, dengan option untuk memperoleh tambahan sampai 5% di penemuan komersil.

Perjanjian baru datang karena keberangkatan deepwater drillship Aban Abraham ke Cape Town, South Africa setelah menyelesaikan final retrofit operations untuk memungkinkan unit untuk mengebor di water depths sampai 2,000 m (6,562 ft). Aban Abraham akan mengerahkan ke Ghana untuk memulai sumur exploratory Dzata-1 pada akhir April.

Sumber: www.offshore-mag.com