Beberapa kegunaan pump around adalah: 1) Sebagai tower heat removal (dengan cara menggunakannya sebagai pemanas umpan/crude); 2) Untuk menjaga vapor loading di dalam crude tower pada level yang cukup konstan; 3) Sebagai alat utama untuk mengendalikan fraksinasi, sehingga dapat diperoleh produk dengan kualitas sesuai dengan yang diinginkan (misal:untuk di seksi diesel, jika pour point-nya terlalu tinggi, maka jumlah pumparound bisa ditambah agar lebih banyak fraksi ringan “jatuh”), karena pumparounds juga berfungsi sebagai internal reflux; 4) Agar diameter kolom tidak menjadi terlalu besar.

Tanya – Traino Joko@rekayasa

Mohon pencerahaannya. Salam kenal nama saya traino.

Terbesit dalam benak beberapa pertanyaan saya mengenai Pump Around pada CDU (Crude Distillation Unit).

Dalam mendesain suatu complex column banyak saya temukan Pump Around di beberapa stage. Bagaimana mendesain/menentukan posisi pump around dari stage yang satu ke stage yang lainnya satu tersebut apa fungsinya?

Terima kasih

Tanggapan 1 – adhi budhiarto

Beberapa kegunaan pump around adalah sebagai berikut :

1) Sebagai tower heat removal (dengan cara menggunakannya sebagai pemanas umpan/crude)

2) Untuk menjaga vapor loading di dalam crude tower pada level yang cukup konstan.

3) Sebagai alat utama untuk mengendalikan fraksinasi, sehingga dapat diperoleh produk dengan kualitas sesuai dengan yang diinginkan (misal:untuk di seksi diesel, jika pour point-nya terlalu tinggi, maka jumlah pumparound bisa ditambah agar lebih banyak fraksi ringan “jatuh”), karena pumparounds juga berfungsi sebagai internal reflux.

4) Agar diameter kolom tidak menjadi terlalu besar.

Beberapa best practice-nya UOP dalam merancang crude distillation unit adalah sebagai berikut :

1) Typically, crude tower memiliki 2 s/d 4 pumparounds. Lebih dari 4 pumparounds memang dapat menghasilkan heat recovery yang lebih baik, tapi akan berefek kepada penambahan pompa dan heat exchanger dan juga bertambahnya jumlah tray yang digunakan untuk heat removal yang akan mengurangi efisiensi fraksinasi. Jadi jumlah optimum pumparounds adalah antara 2 s/d 4 pumparounds itu tadi.

2) Sebagai judgment untuk menentukan jumlah pumparound adalah dengan menjaga jumlah liquid yang cukup untuk proses fraksinasi. Hal tersebut dapat diperoleh dengan menghitung jumlah liquid dan vapor rata2 yang ada di setiap lapisan tower.

3) Sebagai rule of thumb adalah target minimum liquid/vapor average molar ratio sebesar 0.15 untuk proses fraksinasi.

4) Pumparounds bisa ditempatkan tepat pada side draw atau di bawah side draw.