Penambahan expander akan memperbesar nilai rugi aliran, yang merupakan salah satu faktor dalam menghitung NPSHa, dapat dikatakan bahwa expander akan memperkecil nilai NPSHa dari sistem yang anda miliki. Expander menyebabkan penurunan head/tekanan fluida yg dialirkan, lazimnya pemakaian sambungan pada sisi suction adalah menggunakan reducer dimana perhitungan rugi alirannya lebih kecil bahkan memungkinkan utk menambah nilai NPSHa apabila rugi alirannya teratasi oleh kenaikan head yang signifikan dari si reducer.

Tanya – d7uN6!R

Rekan-rekan migas yg terhormat,

Ada yg ingin saya tanyakan yg berkaitan dengan penambahan expander pada pipa suction pompa.
Apakah pengaruhnya penambahan expander pada pipa suction pompa?

Data seperti ini:

Pump Flowrate = 850 liter/menit

Diameter Suction Pompa = 6′

Diameter Suction Pipa = 4′

Diameter Discharge Pompa = 4′

Diameter Discharge Pipa = 4′

Rencana akan ditambahkan expander 6′ pada jalur pipa suction.

Terima kasih banyak atas pencerahannya..

Tanggapan 1 – petro r farman

Penambahan expander akan memperbesar nilai rugi aliran, yang merupakan salah satu faktor dalam menghitung NPSHa, dapat dikatakan bahwa expander akan memperkecil nilai NPSHa dari sistem yang bapak miliki.
expander menyebabkan penurunan head/tekanan fluida yg dialirkan, lazimnya pemakaian sambungan pada sisi suction adalah menggunakan reducer dimana perhitungan rugi alirannya lebih kecil bahkan memungkinkan utk menambah nilai NPSHa apabila rugi alirannya teratasi oleh kenaikan head yang signifikan dari si reducer.

Selama nilai NPSHa yang diperoleh lebih besar dari NPSHr yang dibutuhkan oleh pompa, sesuai dengan margin dari standard/spesifikasi yang bapak ikuti, maka tidak akan terjadi permasalahan kavitasi.

Tanggapan 2 – d7uN6!R

TERIMA KASIH BANYAK atas tanggapan Bapak Petro R F. Dari jawaban-jawaban yg masuk, saya bisa ambil kesimpulan:

1. Penambahan Expander pada suction pompa akan menambah nilai rugi aliran, yg berarti mengurangi nilai NPSHa.

2. NPSHa > 1.1 s/d 2.5 NPSHr

3. Sistem bertipe positive suction tidak akan berpengaruh banyak terhadap penambahan Expander, sebab Impleller pompa sudah terendam

4. Selama NPSHa masih dalam range pada point no.2 di atas, maka penambahan Expander sebenarnya tidak akan menimbulkan kavitasi

5. Umumnya yg digunakan pada suction pompa adalah Reducer dibandingkan Expander.

Tanggapan 3 – rachmats77

Maaf pak,

Apakah bisa dijelaskan mengapa penambahan expander pada suction pompa akan menambah nilai rugi aliran.

Dalam bayangan saya, jika kita gunakan expander maka diameter pipa yang digunakan akan lebih besar (meskipun utk short distance). Semakin besar diameter pipa tentunya akan semakin kecil pressure drop di pipa tersebut. Akibatnya makin besarlah NPSHa yang dihasilkan sistem tsb.

Tanggapan 4 – okto

Mau memory test nih, apakah masih ingat kuliah dulu..kl salah tolong dikoreksi saja……dan terima kasih.

Biasanya nozzle pompa memang lebih kecil dari pipanya sehingga dibutuhkan reducer. Walaupun dalam beberapa literatur (jarang juga) diistilahkan juga sebagai expander walaupun yg dimaksud reducer.

Terlepas dari hal diatas, jika ada expander tetap menjadi rugi2 karena expander ataupun reducer akan mengakibatkan perubahan penampang, perubahan penampang ini akan mengakibatkan aliran menjadi lebih acak dari sebelumnya dan bahkan di sekitar titik kritis dimulut perubahan penampang tersebut bisa terjadi vortex2 kecil yg memperparah keacakan alirannya.
jika aliran sudah berada agak jauh dan sudah mulai ‘menyesuaikan’ dengan penampang yg baru tentu rugi alirannya lebih kecil dari penampang sebelumnya yang lebih kecil. Jadi perubahan penampang tetap dihitung sebagai suatu kerugian. Dalam kasus pompa pemulihan aliran , khusus untuk pompa double suction biasanya ada permintaan disain pipa hisap untuk memberikan ‘straight run’ min.5 x D untuk memberikan kesempatan alirannya bisa ‘seragam’.

Maaf juga bila bahasanya tidak berbau teknis…..

Tanggapan 5 – rachmats77

Maaf nich late reply…

Fenomena tersebut memang terjadi mas, dan itu terjadi bukan hanya di expander atau reducer, tapi juga di elbow, tee, valve, dll yang tentunya akan memberikan hilang tekan (pressure drop) di sepanjang line tersebut.

Sepanjang yang saya tahu….apakah yang diperlukan itu reducer, expander (atau bahkan tidak perlu), saya kira akan ditentukan dari berapa ukuran pipa masuk yang didisain oleh process engineer dan berapa ukuran suction pompa yang yang ditentukan vendor pompa tsb.

Seorang engineer/disainer akan menghitung berapa diameter pipa yang tepat agar pressure drop di sepanjang sistem inlet tidaklah terlalu besar. Tentunya dia akan memperhitungkan berapa tekanan operasi di vessel inlet, ketinggian liquid di vessel tsb dari center of pump, hilang tekan akibat friction di fittings, dan pressure drop akibat pemilihan diameter tadi sehingga NPSHa cukup.

Di sisi lain vendor pompa akan menentukan berapa ukuran suction pompa yang tepat sesuai dengan laju alir dan properties dari liquid yang akan dipompa.

Kalau ukuran antara keduanya sama, berarti tidak perlu reducer/expander. Sebaliknya kalau ukurannya berbeda maka diperlukan reducer/expander. Seringkali liquid yang akan di pompa tepat pada kondisi boiling point-nya. Dalam hal ini engineer akan memilih pipa yang relatif besar agar tekanan liquid di suction pompa tidak jatuh di bawah tekanan uapnya (say vessel ops.pressure)untuk menghindari kavitasi. Dan inilah yang sering kita lihat adanya penambahan reducer di suction pompa.

Adapun pertimbangan untuk menggunakan reducer/expander untuk memperbaiki NPSHa pompa kurang relevan karena justru akan menambah pressure drop di sistem tsb. CMIIW.

Pembahasan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia ini dapat dilihat dalam file berikut: