Pada hakekatnya semua peralatan elektronik mengemisikan gelombang elektromagnetik melalui radiasi dari aktivitas elektrik atau magnetik dari peralatan elektronik itu sendiri. Sayangnya jika emisi dari satu perangkat berinterferensi dengan emisi dari perangkat lain dapat menyebabkan masalah, yang dapat dikategorikan sebagai electromagnetic interference atau EMI.

Tanya – mrazali@qatargas

Bapak/Ibu Yth,

Mohon pencerahan tehnis mengenai intervensi gelombang radio/HT dengan Instrumen2 Lab.

Instrumen2 seperti GC, Spectrophotometer, Sulfur/Mercury- Analyzer, dll., memberikan data yang tidak akurat apabila radio-komunikasi dari personel operation sedang aktif di ruang lab kami.

Untuk detector2 tertentu dan pH-Meter, malah memberikan reading yang sangat ekstrim.

Tanggapan 1 – dirman.artib@amec

Rekan-rekan,

Saya mau sharing praktisnya aja, karena saya tidak terlalu mengerti teori dasar dan secara teknisnya.

Waktu saya masih di lapangan dulu, ada persyaratan thd HT yang bias digunakan di dalam sebuah plant yaitu harus ada sticker warna hijau yang bertuliskan ‘Instrinctly Safe’ (ma’af kalau spellingnya agak salah). Lalu waktu itu yang tersedia Cuma merek Motorola yang memang menyediakan 2 tipe radio, yaitu yang berstiker merah (it’s not allowed) dan berstiker hijau spt. yg saya sebutkan di atas. Yg berstiker hijau harganya sedikit lebih mahal.

Yang jelas stiker hijau aman untuk tidak menganggu peralatan instrument dan control di plant.

Tanggapan 2 – landung.kautsar@id.yokogawa

Seingat saya, untuk kelas laboratorium ada ‘spesifikasi Frekwensi’ tertentu. Karenanya untuk komunikasi wireless, harus menggunakan frekwensi diatas rata rata alat laboratorium tersebut.

Terkait dengan email Bapak Dirman Artib, bisa jadi ‘motorola warna hijau’ menggunakan frekwensi diatas rata rata. Mungkin solusinya harus menganti equipment yang ada sekarang ini.

Mohon koreksi jika salah,

Tanggapan 3 รขโ‚ฌโ€œ webywebyweby

Gus Landung yang saya hormati,

Mungkin maksud dari pak Dirman Artib untuk HT yang beliau pakai adalah perangkat ‘intrinsically safety’. Dari referensi ISA-TR12.2-1995 yang berjudul Intrinsically Safe System Assessment Using the Entity Concept’ kalau boleh saya kutipkan :

Intrinsic safety is the use of equipment and wiring that is incapable of releasing sufficient electrical or thermal energy under normal or abnormal conditions to cause ignition of a specific hazardous atmospheric mixture in its most easily ignited concentration. Jadi kemampuan si HT sebagai pemicu api (dari segitiga api : oksigen, bahan bakar, dan pemicu) sedikit disunat supaya segitiga tersebut tidak lengkap.

Eh, sedikit melenceng kayaknya ya, pertama ngebahas EMI, akhirnya jadi ke intrinsically safety.. ya ndak pa pa lah.. namanya juga diskusi ngalor ngidul ala warung kopi hehehe…

Mohon koreksinya juga, siapa tahu saya lebih ngawur… ๐Ÿ™‚

Pembahasan selengkapnya dapat dilihat dalan file berikut :