Pipelay di Offshore dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain Metode S-Lay, J-lay, Reel dsb.
Utk metode S-lay pipa di las diatas barge kemudian dibentangkan/dilay melalui Stinger dari lay-barge. selama proses ini pipa akan membentuk natural kurvatur akibat beban sendiri hingga membentuk kurva S.

Tanya – christin seputri

Saya ingin tahu lebih jauh mengenai Pipe Lay di Offshore
Mungkin ada rekan2 yang bisa membantu………
Boleh juga lewat Japri.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

Tanggapan 1 – Iwandana.Soendoro

Mba Christin,

Apa yang ingin anda ketahui lebih jauh mengenai pipelay di offshore
Mungkin bisa lebih specific dan mudah – mudahan saya atau rekan – rekan lainnya bisa Bantu

Gimana kalau title nya diganti menjadi [Pipeline] agar orang pipeline lebih aware.

Tanggapan 2 – christin seputri

Mungkin lebih ke study lingkungannya seperti oceanografi, batimetri dll, dan mohon juga informasinya perusahaan yang bergerak dalam bidang pipelay.

Tanggapan 3 – Iwandana.Soendoro

Kalau untuk oceanografi ITB sudah sanggup untuk membuat environmental condition sebagai data awal untuk design, sedangkan batimetri lebih ke offshore survey seperti suvey location soil analysis dsb biasanya Fugro atau Racal dll sudah dapat melakukannya yang pasti didasar laut itu tidaklah flat dan juga untuk daerah tertentu sudah banyak persilangan baik dengan pipa atau kabel sehingga survey sangat diperlukan.

Tanggapan 4 – Andre Indrayana

Mbak Christin,

Banyak segi mengenai pipelay offshore.

Saya ada beberapa slide dan juga buku electronic. Tetapi akan besar sekali kalau dishare disini. Pada dasarnya akan terbagi berdasarkan kondisi-kondisi seperti:

1. Kondisi servis

2. Kondisi geografiss

3. External aspek seperti arus dan external pressure.

Akan lebih tepat kalau anda baca DNV-OSF101, karena spec ini yang dipakai untuk offshore pipeline.

Untuk installasi sendiri aka terbagi menjadi berbagai cara … kembali mempertimbangkan kondisi diatas seperti:

1. S-Lay (paling umum dipakai di Indonesia, karena kedalaman kurang dari 200m)

2. J-Lay (biasanya untuk laut2 dalam)

3. Towing (pipa disambung didarat lalu ti towing ke laut untuk diinstall)

4. Relling (maximum untuk pipa 8′ – cara penginstall seperti menginstall cable)

5. Shore-pull (pipa di las dilaut untuk kemudian ditarik kedarat)

Semua dipertimbangkan sambungan dilakukan di atas permukaan laut bukan didalam laut karena itu yang paling ideal. Ada problem yang mengharuskan penyambungan dilaut biasanya untuk repair bukan installasi. Methodnya dengan clamp atau dengan hiperbaric chamber.

Gitu aja … banyak yang bisa diceritakan mengenai ini tapi kata2 akan sulit.
Saya ada photo2 dan juga presentasi lengkap, engineering dossier + spec mengenai offshore pipeline.
Tapi tidak akan mudah faham jika tidak melihat langsung.

Tanggapan 5 – hasanuddin_ibrahim

Saya ada beberapa slide dan juga buku electronic. Tetapi akan besar sekali kalau dishare disini. Boleh dong di bagi!

Akan lebih tepat kalau anda baca DNV-OSF101, karena spec ini yang dipakai untuk offshore pipeline. Atau bukunya Mousselli kalau mau lebih ‘bercerita’ atau Pipeline and Risersnya Yong Bai.

Mengenai data environmental biasanya itu melalui survey karena data yang harus dikumpulkan cukup banyak, jenis2 surveynya (but not limited to):

a. Bathymetric & Topometric Survey

b. Soil Investigation

c. Sub-Bottom Profiling

d. Side Scan Sonar Survey

e. Magnetometer survey.

f. ROV-Sea Bed

g. Sea Water Sampling

Mengenai perusahaannya surveynya selain Fugro dan Racal, BPPT-Baruna Jaya juga bisa tuh.

Tanggapan 6 – makintha@singgar-mulia

Cristin,

Saya akan coba jawab. Maaf jika jawaban saya belum memuaskan, maklum saya
juga baru belajar pipeline..:)

Koreksi bukan piping tapi pipeline….

Pipelay di Offshore dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain Metode S-Lay, J-lay, Reel dsb.
Utk metode S-lay pipa di las diatas barge kemudian dibentangkan/dilay melalui Stinger dari lay-barge. selama proses ini pipa akan membentuk natural kurvatur akibat beban sendiri hingga membentuk kurva S. Untuk J-lay krena saya blum begitu ngeh….rekan2 yang lebih experience mungkin bisa menambahkan.

Ada buku yang bagus dan mudah dimengerti untuk orang awam thd pipeline karangan Mouselli, lama seh tapi cukup lengkap.

Tanggapan 7 – Satio Braskoro

Sekedar menambahkan saja,

Untuk info perusahaan yg bergerak dibidang pipelay, rockdumping,survey,etc atau bahkan proyek2-nya. Anda bisa lihat di http://www.offshore-technology.com

Disitu anda bisa mendapatkan seluruh nama perusahaan di dunia yang bergerak dibidang Offshore. Pipelay kontraktor juga ada disini.

Semoga membantu.

Tanggapan 8 – Teguh I. Santoso@unocal

Mbak Christin,

Kalau kita ungkap lebih lanjut, berbagai aspek akan memberikan kontribusi dlm pipeline installation baik onshore maupun offshore.

Offshore installation dapat dikategorikan lagi dlm Golongan besar yaitu shallow, intermediate dan deep water. Masing-2 menggunakan metode dan type peralatan yg. berbeda walaupun secara prinsipnya typical.

Peralatan utama offshore pipelay adalah :

1. Fasilitas apung bisa berupa barge, ship, semi-submersible tergnatung kedalaman dan posisi route pipeline.

2. Alat u/ mengatur stress pipa bisa berupa tensioner, stinger / outrigger, floating device. Metode bisa S-lay, J-lay, rentis, shore-pull maupun pushpull.

3. Peralatan penunjang lain misalkan positioning system (GPS), underwater profile control (ROV atau Diver)

4. Dredging atau trenching equipment baik sebelum dan sesudah pipelay.

5. Pulling machine bila pemasangan terletak di pantai.

Tidak banyak perusahaan yg. bergerak dlm. Offshore pipeline karena merupakan highrisk business dan worldwide oriented. Yg beroperasi di Indonesia antara lain Mc.dermott, Global, Saipem, horizon, clough, nisconi, Hyundai ( Asing), Komaritim dan Dwi mustika bumi ( lokal).

Trend bisnis pipeline akan cukup bagus karena lebih efesien u/ mentransfer gas atau liquid secara kontinu bila dibandingkan menggunakan tanker u/ jarak pendek & menengah.

Kalau ada hal lain bisa kita diskusikan lebih lanjut.