Maximum Operating Pressure (MOP) adalah pressure tertinggi yang bisa dicapai saat operasi. Design pressure adalah MOP + margin untuk mengakomodasi ketidakpastian perhitungan. Rumus yang umum memang 110% MOP dengan tidak lebih rendah MOP+1 bar. Tapi ini tergantung dari apakah betul MOP yang diperhitungkan cukup akurat. IMO, disinilah engineering experience/knowledge/logic jalan.

Tanya – iwan febrianto

Mohon pencerahan :

Sesuai rumus ketebalan pipa :

1. Jika kita ada data kondisi operasi maka kondisi design pressurenya berapa?

2. MAWP pipa dari table API RP 14 E apa bedanya dengan design pressure? bagaimana hubungannya dengan thickness hasil rumus diatas.

Terimakasih

Tanggapan 1 – Teguh Santoso

MAWP adalah kondisi maksimum operasi yang diperbolehkan. Design pressure selalu lebih besar dari MAWP. Ini untuk mengakomodasi ketidak sempurnaan pengerjaan atau cacat material.. biasanya setting PSV akan berada di bawah nilai MAWP. Ini sebagai proteksi juga. FYI, dalam disain ada parameter lain yaitu corrosion allowance..CMIIW

Tanggapan 2 – muhammad rifai

Mas Teguh,

Cukup sering saya membaca diskusi soal hubungan design pressure dan MAWP, dan seringnya MAWP jadi bulan bulanan… yang menurut saya sering salah paham.

Saya rasa kalimat ‘Design pressure selalu lebih besar dari MAWP’ adalah tidak benar.

Tanggapan 3 – Autumn Batara

Pak Rifai,

Saya kira migas millister menunggu kelanjutan penjelasan dari Bapak, mengapa hal itu tidak benar. Mohon kelnjutan penjelasannya.

Tanggapan 4 – asoulisa@technip

Ini tergantung pengartian istilah pak Alan Demon sebelumnya mengutip ‘Pressure Safety Design Practices for Refinery and Chemical Operations’ sebagai reference. ada juga yang mengutip API 520. tapi bagaimana kalau ada yang mengartikan sesuai dengan cara pemakaian untuk perhitungan test pressure dari UG-99 ASME VIII Div 1??

Menurut pendapat saya begini:

– Maximum Operating Pressure (MOP) adalah pressure tertinggi yang bisa dicapai saat operasi.

– Design pressure adalah MOP + margin untuk mengakomodasi ketidakpastian perhitungan. Rumus yang umum memang 110% MOP dengan tidak lebih rendah MOP+1 bar. Tapi ini tergantung dari apakah betul MOP yang diperhitungkan cukup akurat. IMO, disinilah engineering experience/knowledge/logic jalan.

– Dari design pressure, misalnya untuk vessel, mechanical engineer menghitung ketebalan/konfigurasi internal/dll sesuai dengan design pressure. Hasilnya ini baru minimum requirement.

– Perlu juga diperhitungkan standard/availability manufaktur. Misalnya perhitungan ketebalan vessel menghasilkan 13.34 mm. Padahal yang umum itu 15 mm. Jelas yang dipakai yang gampang dan cost effective. Baru dari situ dihitung balik perhitungan ke pressure. Hasilnya itu Maximum Allowabe Working Pressure at new condition.

– Ada yang pakai istilah Maximum Allowable Pressure. Ini secara umum refer ke MAWP at MDMT. Tapi saya juga pernah melihat MAP merefer ke Maximum Allowabe Working Pressure at new condition.

– Yang distamp di vessel itu adalah MAWP at new condition

– MAWP sendiri akan menurun karena equipment mengalami korosi, stress, fatigue, dll. Jadi bisa saja terjadi kondisi di mana MAWP di bawah design pressure. Kalau itu terjadi jelas harus ada adjustment dari operasi kalau alat masih mau dipakai.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan Bulan Maret 2009 dapat dilihat selengkapnya di file berikut :