Pressure test (Hydro maupun Pneumatic) bertujuan membuktikan ‘kekuatan’ equipment (utamanya sambungan las2an untuk welded equipment, some people says termasuk pembuktian kekuatan base material juga), baik itu piping maupun static equipment seperti PV, Cooler, dlsb. Biasanya pressure test untuk NEW equipment dilakukan di shop/fabrication yard, meskipun kadang ada juga yang dilakukan di site. Press test dilakukan di site biasanya terjadi kalau due date project sudah mepet sementara instalasi masih ada yang pending, atau jika memang ada equipment (biasanya piping) yang weld jointnya terpaksa dilakukan di site.

Tanya – saleh w siregar

Dear All Bpk2 Migas

Mohon tanggapannya mengenai Commissioning dan Pressure Test ( test Hydro dan Pneumamatic). Menurut saya,kedua hal ini berdekatan namun apakah perbedaan dari kedua job tersebut?

Pressure test ( Pneematci dan Hydro ) lebih ke piping sedangkan Commissioning lebih kepada Equipment-nya.Setelah merujuk juga ke B31.1 dan B31.3,memang tidak ada Chapter penejelasan commissioning,yang ada hanyalah pressure test.

Mohon penjelasan dari bpk2 Commissioning Eng.
Alangkah lebih baik lagi kalo ada standart dan procedure dari Commsining dan Pressure Test.

Terima kasih.

Tanggapan 1 – Wira Satria

Mungkin yang dimaksud pak Siregar pada saat commissioning terakhir sebagai suatu instalasi bukan per equipment akan dilakukan pressure test dengan media Nitrogen umumnya sebagai simulasi proses sebelum dialiri media service sebenarnya. Kalau pneumatic sebelum commissioning akhir ada yg menyebutnya gross leak test, & biasanya kontraktor tidak memakai Nitrogen karena terlalu mahal & lebih sensitif naik turunnya.

Tanggapan 2 – Dwi Utomo

Pak Siregar,

Saya bukan comissioning Eng, tapi ingin ikut diskusinya, boleh kan?

Sependek yang saya tahu, pressure test (Hydro maupun Pneumatic) bertujuan membuktikan ‘kekuatan’ equipment (utamanya sambungan las2an untuk welded equipment, some people says termasuk pembuktian kekuatan base material juga), baik itu piping maupun static equipment seperti PV, Cooler, dlsb. Biasanya pressure test untuk NEW equipment dilakukan di shop/fabrication yard, meskipun kadang ada juga yang dilakukan di site. Press test dilakukan di site biasanya terjadi kalau due date project sudah mepet sementara instalasi masih ada yang pending, atau jika memang ada equipment (biasanya piping) yang weld jointnya terpaksa dilakukan di site.

Pada saat comissioning, CMIIW please, yang dilakukan adalah test kesiapan equipment untuk dioperasikan pada kondisi operasinya. Karena itu, kalaupun diberi tekanan semestinya hanya sampai pada maksimum operating pressure. Bisa dibilang lebih mirip leak test untuk mencari kebocoran pada sambungan2 flange to flange yang merupakan titik terlemah dari suatu pressurized system.

Tanggapan 3 – Dedih Durahman

Pipa-pipa sebelum dikirim ke site harus dihydrotest individually di manufacturer. Tujuan dari pengetesan ini untuk membuktikan bahwa tidak ada kebocoran di masing-masing pipa yang akan dikirim ke site.

Setelah dikirim ke lapangan/site pipa2 tersebut disambung dengan metode pengelasan. Pipa-pipa yang disambung ini kemudian di hydrotest lagi, biasanya per-section dari ujung sambungan flange ke flange. Tujuannya untuk memastikan tidak ada kebocoran di daerah sambungan lasan sepanjang jalur pipa yang ditest.Hydrotest pipa dilapangan ini merupakan hold point nya MIGAS untuk penerbitan SKPP.

Setelah instalasi keseluruhan selesai, baru di commisioning test dengan normal operating pressure. Tujuannya untuk memastikan keseluruhan equipment yang terinstal telah berfungsi dengan baik.Jika pressurenya drop, kemungkinan besar bocornya di flange, karena secara histori sebelumnya kita telah memastikan tidak ada kebocoran di masing2 pipa (dengan evidence hydrotest report di manufacturer) dan tidak ada kebocoran di las-lasan (dengan evidence hasil hydrotest di lapangan).

Tanggapan 4 – patra putra

Salam kenal Pak Dedih,

Berarti maksud pak Dedy, hydro test dilakukan pada saat erection pipa selesai masih dalam masa konstruksi. betul begitu pak. dan untuk Commisioning Testnya sendiri apakah pipa ikut kedalam Commisioning testnya system(pompa), atau berdiri sendiri. terima kasih.

Tanggapan 5 – Dedih Durahman

Salam kenal juga pak Patra.

Ya pak. Hydrotest dilakukan setelah semua proses sambungan lasan selesai (termasuk inspeksinya).

Jika kita mau SAT (Site Acceptance Test) Pompa misalnya, piping yang di system pompa ikut kena test dong ya…tapi pada saat ini bukan kebocoran di pipa nya/las2an nya yang dijadikan tujuan, tetapi performance pompa dan tightenes sambungan di flange.Pada saat ini pipa kena test pressure sesuai dengan operating pressure.

Tanggapan 6 – abdi raja

Pak DD,

Jadi pipa kena pressure test dua kali,pertama ketika SAT pompa dan ketika presure test pada pipa itu sendiri.

Tanggapan 7 – Dedih Durahman

Pressure test yang pertama untuk ngetest sambungan lasan. Gak boleh ada yang bocor di sambungan las. Besarnya pressure ada hitungannya sendiri, ada parameter *design pressure* dan pressure akibat perbedaan ketinggian.

Yang kedua sebenarnya bukan pressure test untuk pipa, cuma ya pipanya kena pressure sebesar *operating pressure*.Kalau ada bocor2 di sambungan non welded ya tinggal kencengin aja kan.

Tanggapan 8 – patra putra

Pak Dedi,

Kalo Boleh saya ambil kesimpulan, Untuk commisioning, Pipa tidak di tes secara sendiri bukan, melainkan Ikut Bersama SAT (site acceptance test) Pompa, atau system yang menggunakan Pipa tersebut. betul tidak.

Karena pada saat Commisioning, Pressure Fluida pada Pipa bekerja Pada Operating pressure, lebih Rendah Dibandingkan dengan pressure pada saat Hidrotest (ASME B31.1, test pressure= 1.5 x Design Pressure), dapat dipastikan tidak ada kebocoran. hanya saja mungkin ada flange yang sebelumnya kendur belum dikencangkan, sehingga ada kebocoran.

Terima kasih pak atas diskusinya.

Tanggapan 9 – Miftahul Arif

Perbedaannya antara press test (hydro & pneumatic mgkn uda dijelasin bapak2).

Prosedur commissioning biasanya ada di operating & testing procedure equipments tsb (by vendor). juga biasanya diprepare oleh EPC contractor yg referencenya jg berasal dr operating manual equipments tsb.