Investasi baru maupun tambahan investasi yang sudah ada diperlukan untuk
eksplorasi industri migas hulu di Indonesia. Dengan konsumsi minyak
nasional tahun ini yang diperkirakan mencapai 1,3 juta barel per hari,
investasi eksplorasi yang dibutuhkan per tahunnya mencapai USD 500 juta.

Pembahasan – Sulistiyono@bwpmeruap

30 /01 /09 13:00:02

Jawapos

Investasi baru maupun tambahan investasi yang sudah ada diperlukan untuk
eksplorasi industri migas hulu di Indonesia. Dengan konsumsi minyak
nasional tahun ini yang diperkirakan mencapai 1,3 juta barel per hari,
investasi eksplorasi yang dibutuhkan per tahunnya mencapai USD 500 juta.

—————————

Dengan produksi 2008 sebesar 988,000 barrel/hari maka tekor nya
produksi dibandingkan dengan konsumsi migas kita ternyata lebih dari
300,000 barrel/hari. Pemenuhannya atentunya dari import BBM yang sudah
jadi atau import crude untuk diolah didalam negeri. Itupun kalau kilang
kita mampu.

Bagaimana perbandingan antara konsumsi kita /hari dibandingkan dengan
penemuan cadangan baru ? Saya hanya punya informasi bahwa penemuan
cadangan dari kegiatan eksplorasi dari bulan Januari 2006 hingga Juni
2007 adalah 35 juta barrel. Khabarnya cadangan terbukti yang ada adalah
7 milyar barrel (???). Bapak Bapak BP MIGAS please correct me.Bagaimana
penemuan cadangan baru tahun 2007-2008 ? Sepertinya saya tidak mendengar
khabar adanya penemuan cadangan baru yang significant. Mohon pencerahan.

Dari angka2 tsb, kita sangat prihatin akan berapa lama kita mampu
mempertahankan cadangan migas kita .Angka potential reserve dari 60
cekungan kita kata para ahli geologi (IAGI) sangat besar , yang memang
harus dilakukan eksplorasi untuk membuktikannya menjadi proven reserve.

Para ahli ilmu kebumian (geologi, geofisika, perminyakan) seyogyanya
bahu membahu untuk membantu Pemerintah menentujkan strategi bagaimana
eksplorasi ini dilakukan, agar dana besar yang diperlukan ini tidak
sia2.Lalu uangnya dari mana ?

Pemerintah seyogyanya juga ikut cawe2 atau andil keluar uang , jangan
melulu dari investor, untuk melakukan studi agar strategi tsb dapat
ditindak lanjuti para investor.Orang makanpun tiap pagi kan harus ada
yang dikeluarkan, kalau nggak nanti bisa sakit perut lho. Maaf.

KMI dengan segebok pakar ahli kebumiannya menurut saya dapat dilibatkan
dalam studi tsb atau pemikiran2 lain berkaitan dengan mensukseskan
eksplorasi migas di Bumi Pertiwi ini. Ahli ilmu kebumian di milis migas
ini kan ada yang anggota IAGI, HAGI, IATMI, Perguruan Tinggi, ITB, UGM,
UPN, Trisakti, dll. Ada dari banyak instansi Pemerintah yang punya
kewenangan seperti ESDM, Ditjen Migas, BP Migas, dll .Monggo urun suara

Tanggapan 1 – Ferdiansyah, Djaja@Talisman-Energy

Menarik sekali apa yang disampaikan pak Sulis pada tulisannya, dan
sebagai seorang pekerja di lingkungan usaha hulu migas, kami ingin
sharing dan mencoba menyampaikan sedikit apa yang kami dapat dalam
mendukung kegiatan pencarian migas ini.

Kesinambungan ketersediaan migas bagi negara penghasil minyak seperti
Indonesia diartikan sebagai upaya terus-menerus menemukan cadangan baru.
Walaupun migas adalah non-renewable resources tapi jumlahnya cukup
banyak yang dapat dimanfaatkan bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.
Tahun-tahun terakhir ini produksi minyak mentah Indonesia terus menurun,
sedangkan kebutuhan meningkat terus. Iklim investasi yang kondusif untuk
eksplorasi dan ekploitasi migas perlu didorong. Dicari suatu kebijakan
agar pelaku ekonomi baik itu berasal dari dalam negeri ataupun luar
negeri diberikan iklim yang baik agar mereka berkeinginan menggeluti
bisnis migas, mengingat bisnis ini beresiko tinggi serta membutuhkan
modal yang besar.

Kegiatan usaha hulu migas diawali dengan tahapan eksplorasi dimana unsur
taruhan dalam tahapan ini harus dihadapi dan dilanjutkan tahapan-tahapan
berikutnya yakni fase produksi & pengembangan, dan fase produksi wilayah
kerja mature. Pada wilayah kerja mature, tingkat produksi cenderung
turun secara alami, dan tanpa diikuti usaha yang maksimal maka lapangan
tidak dapat lagi diproduksikan. Para pelaku usaha migas akan berusahaa
sekuat tenaga meningkatan dan atau minimal mempertahankan angka produksi
yang sudah ada. Diperlukan usaha eksplorasi baru di WKP yang tersisa
untuk meningkatkan cadangan. Pola kegiatan seperti ini adalah merupakan
suatu siklus tanpa henti dalam industri migas.

Semua tahapan tersebut tentunya memerlukan studi geologi dan geofisika
mendalam (seismik) untuk membuktikan adanya migas dibawah permukaan bumi
ini. Kegiatan seismik tidak hanya diperlukan pada tahapan eksplorasi,
namun diperlukan juga pada tahapan eksploitasi (development), i.e.
pemboran sumur water injeksi (waterflood). Kegiatan seismik, khususnya
di darat (onshore) lebih banyak bersinggungan langsung dengan realita
sosial/kemasyarakatan dimana lintasan survey melewati tanah/kebun dan
hak-hak milik warga lainnya. Tahapan kegiatan seismik di lapangan,
diawali dengan proses mendapatkan perizinan prinsip dari bupati/walikota
setempat dan presentasi, sosilaisasi langsung ke masyarakat untuk
menyampaikan aspek teknis dan nilai kompensasi, dan dilanjutkan
pelaksanaan pekerjaan. Kendala yang didapat adalah pada saat
sosialisasi, terkadang warga meminta kompensasi yang berlebihan diluar
ketentuan yang ada (khusus di Sumatera Selatan diatur dalam SK Gub.No.
20/2004), dan kekhawatiran warga terhadap penembakan yang dapat
berpengaruh terhadap tanam-tumbuh (getah karet???). Kemudian, pada saat
pelaksanaan (drilling dan recording); ini tahapan yang kritis dan sering
terhambat pelaksanaanya yang dapat menyebabkan kegagalan keseluruhan
projek dan juga sering ditunggangi pihak yang tidak bertangung-jawab
untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Sudah jamak terjadi di lapangan
adanya tindakan pemaksaan kehendak yang dilakukan warga, seperti
pemotongan kabel dan penyanderaan/perusakan peralatan serta penghentian
proses kegiatan sebelum dicapai kesepakatan tertentu. Tindakan offset
lintasan (3D) dan kompen lintasan (2D), yang secara teknis masih dapat
diterima, terpaksa dilakukan untuk menghindari tanah/kebun warga yang
menuntut berlebihan di luar ketentuan yang ada. Dengan komitmen yang
tinggi untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya, petugas lapangan dengan
sabar dan telaten terus bertemu langsung ke rumah-rumah warga,
bermusyawarah dan memberikan penjelasan yang sebaik-baiknya.

Pemerintah tentunya mempunyai ekpetasi yang tinggi terhadap pemenuhan
target produksi, namun kendala di lapangan (khususnya pekerjaan survey
seismik daratan) memerlukan kebijakan dan perhatian yang komprehensif.
Peranan dan asistensi pemda setempat dan pihak-pihak terkait lainnya
dalam menyikapi permasalahan yang dihadapi sangat diperlukan. PAD yang
didapat dari bagi hasil migas sangat significant membantu pembangunan
daerah.