Di kalangan pengembang aplikasi, diskusi topik cloud computing sedang menghangat. Teknologi ini membuat Anda tidak perlu banyak beri-investasi IT (hardware,software, personil,ruangan) karena semuanya bisa dibayar seusuai kebutuhan, benar2 ngeteng! Bagaimana perkembangannya di Indonesia?

Di kalangan pengembang aplikasi, diskusi topik cloud computing sedang menghangat. Teknologi ini membuat Anda tidak perlu banyak beri-investasi IT (hardware,software, personil,ruangan) karena semuanya bisa dibayar seusuai kebutuhan, benar2 ngeteng! Bagaimana perkembangannya di Indonesia?

Mengenal Cloud Computing

Untuk menikmati listrik di rumah, Anda tidak perlu membuat pembangkit listrik sendiri kan? Yang perlu Anda lakukan hanya membayar sesuai pemakaian ke PLN. Nah, kira-kira begitu juga gambaran singkat tentang Cloud Computing. Anda tidak perlu investasi besar-besaran untuk: sejumlah server, listrik, ruang server, staf operasional, storage, software dan biaya terkait pengelolaan infrastruktur IT lainnya. Anda tinggal bayar sesuai pemakaian, semacam sewa lah.

Anda juga bisa “seenaknya” menaikan/menurunkan spesifikasi infrastruktur tadi sesuai kebutuhan komputasi Anda. Jika Anda membutuhkan lebih banyak storage atau prosesor untuk minggu ini saja misalnya, abrakadabra, bisa Mas, asal mbayar 🙂

Buat pengembang aplikasi, cloud computing juga menjadi angin surga. Jaminan komputasi yang fleksibel membuat mereka tidak perlu (terlalu) khawatir tentang keterbatasan infrastruktur. Jika aplikasi membutuhkan pemrosesan data yang dahsyat (contoh facebook: mencari siapa yang kemungkinan bisa menjadi teman), Anda tinggal tambahkan hardware tanpa mengubah kode program (idealnya..hehe). Jadi, jika hari ini aplikasi Anda dipakai 10 user, dan besok-besok menjadi 10 juta user, ga perlu panik. Asal kuat mbayar 😉

Selain sewa infrastruktur yang fleksibel, bisnis cloud computing pun sudah bervariasi hingga menyentuh layanan aplikasi siap pakai yang dapat diakses lewat internet. Contohnya Salesforce, yang menjual layanan aplikasi Customer Relationship Management. Amazon malah sampai menyediakan layanan plus-plus (ehem…), macam sewa armada transportasi dan jaringan gudangnya. Dan seperti realitas di bisnis konvensional, ada juga yang berperan sebagai makelar/aggregator, yang mengumpulkan layanan berbagai provider lalu membuat paket-paket yang disesuaikan kebutuhan pengguna.

Prospek cloud computing di Indonesia

Asumsi dasar supaya bisnis cloud computing bisa berjalan adalah konektivitas “yang baik” antara pelanggan dengan provider cloud computing. Selain handal, yang disebut konektivitas “yang baik” juga harus cepat dan murah. Sialnya, hal mendasar semacam ini masih mimpi buat Indonesia 😉 Belum lagi faktor-faktor penghambat lain macam data privacy & security atau belum standarnya bahasa pemrograman untuk mengendalikan cloud computing. So, saya tidak melihat bisnis ini akan menjadi mainstream buat dimainkan di Tanah Air dalam waktu dekat.

Sebaliknya, para pengembang aplikasi di Indonesia justru bisa mulai bermain bisnis ini untuk meraih pasar di luar Indonesia yang sudah siap (memiliki konektivitas lebih baik). Peluangnya dengan menjual konten, aplikasi, atau fungsi pemrosesan data. Infrastruktur Cloud computing bisa sewa ke Amazon EC/SC, Google AppEngine dan lain sebagainya. Imagination is the limit 🙂

Artikel ini dapat anda baca juga di Blog Primagain, Primagain adalah penyedia solusi teknologi informasi dengan talenta terbaik untuk memecahkan masalah bisnis Anda di era digital ini.Kunjungi http://www.primagain.com