Select Page

Gas While Drilling-Gas Waktu Ngebor-Gas yang keluar dari sumur saat proses pengeboran. GWD biasanya berupa analisa dari berbagai komponen gas yang dihasilkan selama proses pengeboran (C1 dst).

Gas While Drilling-Gas Waktu Ngebor-Gas yang keluar dari sumur saat proses pengeboran. GWD biasanya berupa analisa dari berbagai komponen gas yang dihasilkan selama proses pengeboran (C1 dst). Dari komponen gas tersebut terkadang dapat diinterpretasikan sifat fisik gas tersebut, apakah gas tersebut berasal dari Gas, Minyak, atau yang lainnya. Setau saya perusahaan Mudlogging dapat melakukan ‘service’ ini, walaupun tidak selalu dilakukan.

————————————————-

Tanya – athur queen

Mohon pencerahannya, apakah yang dimaksud dengan Gas While Drilling dan bagaimana menginterpretasikan data yang diperoleh? Saya sedang mempelajari topik ini dari paper – paper, tapi tetap saja masih belum mengerti maksudnya.
Barangkali ada yang bisa membantu memberikan pencerahan?
Terima kasih.

Tanggapan 1 – herianto.alex@gmail.com

Kick kali maksudnya?

Yang jelas, gas/influx pasti ada setiap drilling. Hanya persentasinya berbeda2 tergantung lokasi dan karakter sumur itu sendiri.

Jelas semakin dalam lubang sumur semakin tinggi suhu dan tekanannya, jelas bila sedang melakukan pengeboran, yg paling di khawatirkan hanya kick.

Tanggapan 2 – Achmad Sobirin

Mungkin yang dimaksud gas selama drilling?!……kalo itu yg dimaksud, selama drilling bersamaan dengan keluarnya cutting akan mengikuti juga gas dari formasi (apabila formasi mengandung hidrokarbon) yg akan ditangkap oleh sensor gas dari mudlogging unit.

Sedangkan cara interpretasinya, secara umum (kondisi normal) dimana GWD itu tinggi berarti diposisi itu ada hidrokarbon section (sesuai dgn lag depth) dan hal ini juga harus diimbangi dgn data log (baik itu LWD or wireline) untuk memprediksikan posisi, tebal, jenis litologi (didukung dgn data cutting), juga bisa interpretasi jenis hidrokarbonnya yang akan difalidasi oleh logging fluid analisis/sampling nantinya.

Tanggapan 3 – Nataniel Mangiwa

Gas While Drilling = Gas Waktu Ngebor = Gas yang keluar dari sumur saat proses pengeboran.

GWD biasanya berupa analisa dari berbagai komponen gas yang dihasilkan selama proses pengeboran (C1 dst). Dari komponen gas tersebut terkadang dapat diinterpretasikan sifat fisik gas tersebut, apakah gas tersebut berasal dari Gas, Minyak, atau yang lainnya. Setau saya perusahaan Mudlogging dapat melakukan ‘service’ ini, walaupun tidak selalu dilakukan.

Tanggapan 4 – OK Taufik

Pak Natan,

Mungkin dia maksud yg lebih spesifik, kasi saja equation yg di punya total dulu, kan sudah ada formulanya dalam spreadsheet dan sekalian keluar interpretasinya. Singkat ceritanya begini lho queen, gas waktu drilling itu kan paling detail di record sama alatnya Mudlogging, karena mereka yg memiliki sensor gas untuk monitoring selama drilling, sampai-sampai H2S dan CO2 gas juga ada sensornya tergantung requirment dari client.
Data gas tersebut terrecord dalam ascii file per sampling rate, biasanya 3 sample rate/meter. Seperti yg di singgung pak natan..untuk gugus HC, recordnya adalah C1…sampai C16 (tergantung kecanggihan sensor), beberapa mudlogging company memiliki formula untuk mengklasifikasikan gas HC yg terecord tersebut, ada dari exlog, geoservices dll yang ujungnya keluar dengan beberapa istilah, wet gas, dry gas, (?) dll..coba search di website, mungkin akan jumpa.

Tanggapan 5 – Yudiyoko Ega Sugiharto

Mbak Arthur Lasmaria,

Biasanya Gas While Drilling yang diukur dari gas chromatograph pada mudlogging unit yang digunakan petrophysicists dalam mengetahui tipe HC (gas, minyak atau residual oil) yang dikombinasikan dengan data yang lain. Berikut ini metode identifikasi HC melalui Gas Ratio menurut Henderson Petrophysics.

Wetness Ratio (Wh)= ((C2+C3+C4+C5)/(C1+C2+C3+C4+C5))*100

Balance ratio (Bh)= (C1+C2)/(C3+C4+C5)

Character Ratio= (C4+C5)/C3

Interpretation of Gas Ratios

Gas Ratio Interpretation

Wh < 0.5 Very dry gas

Wh 0.5 – 17.5 Gas. Density increases as Wh increases

Wh 17.5 – 40 Oil. Density increases with Wh

Wh > 40 Residual Oil.

Wh < 0.5 AND Bh > 100 Light Dry Gas

Wh 0.5 – 17.5 AND Wh < Bh < 100 Productive gas. Density and wetness increase as the two curves converge

Wh 0.5 – 17.5 AND Bh < Wh AND Ch < .05 Gas condensate or wet gas

Wh 0.5 17.5 AND Bh < Wh AND Ch > 0.5 High gravity/high GOR oil

Wh 17.5 – 40 ANDBh < Wh Oil. Gravity decreases as the curves diverge

Wh 17.5 – 40 AND Bh << Wh Residual Oil.

Untuk detailnya silahkan lihat lampiran. Semoga bisa menjawab.

Share This