Pada umumnya semua biro klasifikasi (DnV, ABS, LR, GL, BV, NK dst.) merujuk ke common industrial standard ASME/ASTM/BS/DIN/JIS dll. Jika FPSOnya di classkan sebagai kapal (floating production facility) maka industrial standard seperti ASME B16.5 dapat diikuti spt. untuk aplikasi sambungan flange pasa system kapal (marine), sepanjang system perpiaan tsb didasarkan berdasarkan class (IACS) rules.

Tanya – Fery Simbolon

Dear Rekan Migas,

Saya mau nanya tentang standard perhitungan bolt tension untuk Hull Side FPSO.
Kalau pipework untuk Topside kita pakai NORSOK Standard yg merefer ke DIN 2505 Flanged Joint Calculation.
Sedangkan pipework untuk Hull Side kita pakai DNV Standard, saya sudah baca DNV Rules for Clasification of Ship Part 4 Chapter 6 (Piping System) dan tidak ada kalimat yang membahas bolt tension.

Apakah ada rekan2 yang punya experience untuk bolt tension di Hull Side?.
Setahu saya bolt tension calculation bisa refer ke ASME Sec VIII, BS PD5500, DIN 2505 dan EN 1591, masing2 punya kelebihan dan kekurangannya.

Mohon saran dari rekan2 yang sudah lama berkecimpung dengan FPSO?
Apakah Pak El Mundo bisa bantu saya?

Terima kasih banyak atas masukannya.

Tanggapan 1 – El Mundo

Pak Ferry,

Pada umumnya semua biro klasifikasi (DnV, ABS, LR, GL, BV, NK dst.) merujuk ke common industrial standard ASME/ASTM/BS/DIN/JIS dll. Jika FPSOnya di classkan sebagai kapal (floating production facility) maka industrial standard seperti ASME B16.5 dapat diikuti spt. untuk aplikasi sambungan flange pasa system kapal (marine), sepanjang system perpiaan tsb didasarkan berdasarkan class (IACS) rules.

Karena FPSO ada processing facility, yg merujuk ke API selain mempunyai perhitungan yg specific, maka bolt tensioning requirement di hitung sesuai dgn load/stress yg terjadi pada sambungan pipa tsb.

Fyi, samapi saat ini terdapat amiguity apakah FPSO perlu di class kan seperti kapal (memiliki class certicate) atau di verifikasi/sertifikasi misalnya oleh MIGAS saja.
Oleh karenanya dalam design selalu di bedakan system2 yg dapat merujuk ke Marine strandard (kapal) dan system yg merujuk ke offshore standard (fixed platform).

Tanggapan 2 – hasanuddin_inspector

Untuk bolting for flanges dan pressure containing purposes silahkan mengacu ke spesifikasi BS 4882.

Utk fastener materialnya bisa mengacu ke beberapa standar/spec dari ASME/ANSI, BS, DIN, dll.

Tanggapan 3 – Teddy

Mas Ferry,

Kira2 apa yang menyebabkan bolt tension di hull dan di topside harus memakai perangkat formula yang berbeda?

Karena dimanapun ‘letaknya’, apapun prosesnya si baut dan mur di flange joint sistem perpipaan hanya akan merasakan 2 beban: bending dan axial, baik itu saat seating dan operation. I reckon ASME VII Div 1, Mandatory Appendix-2 (2-5) will do the job just fine.

Sekedar tambahan saja, BS4882 adalah spesifikasi untuk mechanical properties dan standar dimensi dan toleransi manufacturing. TIdak dicantumkan disitu blot calculation for flange joints.