Chinese National Offshore Oil Co. (CNOOC) akan bertanggungjawab untuk menonaktifkan lahan minyak Lufeng, 250 km tenggara Hong Kong di Laut China Selatan.

Penulis : Uchenna Izundu

Chinese National Offshore Oil Co. (CNOOC) akan bertanggungjawab untuk menonaktifkan lahan minyak Lufeng, 250 km tenggara Hong Kong di Laut China Selatan.

Lahan dijadwalkan akan shut down akhir tahun ini dan mengoperasikan partner StatoilHydro yang akan melepas 75% sahamnya kepada CNOOC.

Pada akhir tahun 2008, Lufeng 22-1 telah memproduksi 42 juta bbl minyak sejak Lufeng memulai produksi 11 tahun yang lalu. Semula, Lufeng diharapkan akan memproduksi 25 juta bbl, tapi sidetrack drilling dari tiga sumur memungkinkan partner untuk memperpanjang hidup lahan. Produksi meningkat dari 6,000-10,000 b/d.

StatoilHydro mengatakan pemindahan tanggungjawab akan memungkinkan perusahaan untuk focus pada kesempatan pengembangan baru dengan CNOOC.

Lahan memproduksi 2,000 b/d of 33.3° gravity oil melalui tiga sidetrack wells dan lima subsea horizontal wells yang dibor melalui seabed template dalam 333 m dari perairan. Processing equipment pada deck stabilizes oil dari subsea wells untuk penampungan di tanki kargo kapal sebelum mengganti ke conventional shuttle tankers untuk pengiriman ke land.

Lufeng 22-1 ditemui pada 1983 oleh Ampolex Ltd. yang berbasis Occidental Petroleum Corp. Sydney yang diambil alih pada tahun 1991 dan menjual sahamnya kepada Statoil pada tahun 1996. Lahan mengalir pada tahun 1997.

Sumber: www.ogj.com