Mohon masukkan & saran untuk case di atas, apa rekan-rekan sekalian punya
pengalaman dari sisi ‘pemilik peralatan’ atau institusi pendidikan yang
‘berhasil memiliki’ barang-barang tersebut. Saya melihat peran KMI yang
strategis untuk menjadi fasilitator (mak comblang) antara pihak-pihak
terkait.

Tanya – ebahagia

Mas Budhi & rekan milis migas,

Just share opini saya:

Kalo saya amati hasil keliling di industri dan fasilitas milik pemerintah,
banyak di temukan peralatan yang masih masuk dalam buku asset tapi tidak
beroperasi/rusak, kalo pun mau di perbaiki tidak ekonomis. Akan lebih
berguna bila di ‘serahkan’ pada institusi pendidikan, baik negeri atau
swasta.

Mohon masukkan & saran untuk case di atas, apa rekan-rekan sekalian punya
pengalaman dari sisi ‘pemilik peralatan’ atau institusi pendidikan yang
‘berhasil memiliki’ barang-barang tersebut. Saya melihat peran KMI yang
strategis untuk menjadi fasilitator (mak comblang) antara pihak-pihak
terkait.

Impian saya, next KMI Goes to Campus selain bawa ilmu pengetahuan juga
membawa peralatan hasil sumbangan anggota.

Tanggapan 1 – radita arindya

Mas Ibnu,

Saya bekerja 2 minggu di offshore dan 2 minggu mengajar di universitas swasta di Jakarta, saya setuju sekali dengan email mas Ibnu, saya sendiri memang membawa sedikit demi sedikit peralatan yang tidak terpakai di field untuk keperluan mengajar karena sistem pendidikan kita terutama yang univ swasta terlalu teoritis sekali / text book minded dan tidak ada titik temu antara teori dan praktek dilapangan, sebagai contoh : di elektro untuk mata kuliah dasar sistem kontrol, teorinya sebatas mencari kestabilan dengan persamaan matematis (transformasi Laplace, NYQUIST, BodePLot dll) prakteknya hanya sebatas simulasi via mathlab atau praktek modulnya juga tidak mencerminkan aplikasi di Industri, setelah mahasiswa lulus bingung karena itu tadi aplikasi dan teori-nya tidak ada titik temu
, sebagai contoh saya lalu membawa modul Level Controller yang di dalamnya ada peralatan untuk tuning P, I &D dan dapat dijadikan simulasi, jadi mahasiswa akan lebih terbuka untuk mengetahui bahwa antara teori dan aplikasi di lapangan ada titik temu.
Sekian pendapat saya.

Tanggapan 2 – didin afandi

Salam untuk semua…

Saya sangat setuju sekali dengan pendapat mas Ibnu….

Karena kalangan akademisi tidak akan sanggup menghadapi kerasnya kehidupan di lapangan nantinya hanya dengan bermodalkan teori-teori yang diperolehnya dari kampus dulu.
Susah digambarkan bahwa selalu ada saja ketidakcocokan yang ditemukan antara praktek di lapangan dengan apa yang pernah dipelajari di bangku kuliah dulu.
Untuk itu, perlu dipadukan antara konsep teori dengan aplikasi di lapangan. Caranya bagaimana? Ya dengan melakukan sendiri dan mengaplikasikan apa yang telah diperoleh di teori. Misal kita belajar tentang pompa centrifugal. Akan lebih baik kalo kita langsung melihat barangnya, memegang dan syukur-syukur diperbolehkan untuk membongkar agar tau lebih detail komponen-komponennya atau bahkan praktek untuk mengoerasikannya.
Hal ini sangat bermanfaat sekali agar konsep filosofi teori kita tau dan aplikasi di lapangan juga tau. Kalo konsep teori dan lapangan dipahami, wah bisa jadi orang hebat itu.

Ini saya ceritakan berdasarkan pengalaman saya waktu kuliah di STEM. Disana hampir teknik pembelajarannya perpaduan antara teori dan praktek. Di sana banyak sekali peralatan yang bisa diotak-atik untuk belajar, bahkan ada kilang mini untuk dijadikan media pembelajaran.

Jadi buat temen-temen semua mari kita dukung proses pembelajaran dunia migas agar dapat mencetak penerus dan pengembang dunia migas nasional.
Mari kita dukung cita-cita bangsa kita untuk ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’.

Tanggapan 3 – doni

Salam semua rekan-rekan migas

Mas ibnu saya pendatang baru di milis ini saya juga baru bekrja sekitar 2,5 tahun di pabrik petrochemical di daerah cilegon saya mau numpang tanya mas ada ngga internasional stanard yang mengatur tentang

1. Pompa

2. Compressor

3. Turbin

4. Etc (peralatan rotating lainnya)

sebagai contoh installasi piping mangacu pada ASME
standard material mengacu pada ASTM
mohon penjelasannya.

Tanggapan 4 – Lutfi Wijaya

Mas Doni,

Untuk centrifugal pump bisa dicek di API 610, centrifugal compressor di
API 617.
Steam turbin di API 611, gas turbine di API 616.