HCI & HF adalah asam kuat, karena itulah banyak dipakai untuk pengerjaan acidizing, lebih banyak & lebih lazim daripada asam lemah. Soal safety? Don’t worry, para service provider pasti sudah punya SOP yang menempatkan safety sebagai prioritas utama dan berstandard tinggi klasik ala oilfield. Para pekerjanya mestilah sudah detraining dan dilindungi oleh PPE yang benar. Walau asam kuat, HCI misalnya, umumnya lebih sering dipompakan sebagai laruran 15% saja (artinya 85% volume larutan adalah air).

Tanya – Eko Prasetyo

Bapak-bapak dan Ibu-ibu,

Ada yang bisa memberitahu saya, dimana saya bisa mendapat jawaban untuk :

1. Komposisi, sifat fisik, sifat kima umum untuk larutan asam yang akan digunakan untuk mengurangi scaling carbonat di tubing liner dan perforation hole ?

2. Peralatan-peralatan apa saja yang biasanya dipergunakan untuk acidizing ?

3. Bisakah peralatan acidizing job dipergunakan untuk cement squeeze job ?

Apabila ada yang berminat menjawab, silahkan lewat jalur pribadi, atau dapat juga membagi pengetahuan kepada anggota mailing list.
Terima Kasih Sebelumnya.

Tanggapan 1 – Doddy Samperuru

Pak Eko,

Bapak-bapak dan Ibu-ibu,<

Ada yang bisa memberitahu saya, dimana saya bisa mendapat jawaban untuk :

1. Komposisi, sifat fisik, sifat kima umum untuk larutan asam yang akan digunakan untuk mengurangi scaling carbonat di tubing liner dan perforation hole ?

Jenis scale yg berbeda harus ditreat oleh jenis acid yg berbeda pula:

1. Carbonat scales (yg paling umum) seperti calcium carbonate atau calcite
(CaCo3) dapat larut dgn menggunakan HCl (Hydrochloric acid).

2. Iron scales seperti iron oxide (Fe2O3) atau iron sulfide (FeS) juga
dapat dilarutkan oleh HCl dgn menambahkan aditif ttu utk menghindari atau
mengurangi presipitasi by-product seperti iron-hydroxide.

3. Chloride scales, misalnya sodium chloride (NaCl), dapat mudah dilarutkan
oleh air tawar atau weak acid, seperti acetic acid ataupun HCl konsentrasi
rendah.

4. Sulfate scales seperti gypsum (CaSO4.2H2O) atau anhydrite (CaSO4) dapat
dihilangkan oleh larutan EDTA.

5. Silica scales dapat dilarutkan dgn HF (hydrofluoric acid).

Utk carbonate scales seperti pertanyaan Anda, persentase larutan HCl &
berapa banyak kuantiti yg diperlukan akan ditentukan oleh berapa banyak
scale yg harus dibersihkan, panjang tubing, panjang interval perforasi,
ketebalan deposit scale, dsb. Masing2 service company akan mempunyai brand
tersendiri tetapi pada prinsipnya ramuannya akan sama, yaitu HCl +
corrosion inhibitor + mungkin iron stabizer + mungkin surfactant + mungkin
chelating agent, dsb. Silahkan mengunjungi berbagai situs service company
yg ada. Di sana akan banyak informasi tth scale removal treatment.

2. Peralatan-peralatan apa saja yang biasanya dipergunakan untuk acidizing ?

Sekedar mengulang, ada dua macam acidizing; (1) acid hanya dipompakan di
dalam lubang sumur saja yg umumnya utk membersihkan tubular sumur & lubang
perforasi (seperti pertanyaan no 1 di atas); (2) acid diinjeksikan ke dalam
formasi sbg bagian dari pengerjaan stimulasi utk menaikan produksi hidrokarbon.
Peralatannya secara umum ada dua: (1) surface equipment yg umumnya terdiri
dari blender, tangki, pompa & pipa (disebutnya treating lines); (2)
downhole tools.
Blender dipakai utk mencampur berbagai ramuan acid. Tangki (yg khusus
dicoating dalamnya) utk menyimpan acid yg sudah jadi atau berbagai macam
fluida lainnya. Pompa utk memompakan acid tsb dari tangki lewat treating
lines masuk ke dalam sumur. Downhole tools dipasang di ujung tubing/drill
pipe & sering dipakai pada pengerjaan membersihkan sumur. Misalnya sbg
nosel atau utk mengarahkan semburan jet ke arah ttu shg pembersihan sumur
akan lebih efektif.
Sudah cukup lama sistem Coiled Tubing lazim dipakai utk pembersihan sumur.
Kelebihan utamanya, completion tubing dapat tak perlu dicabut shg waktu
pengerjaannya bisa lebih singkat & dapat menghemat ongkos. Di DSF (Duri
Steam Flood), CT banyak digunakan utk membersihkan sumur tanpa harus
menggunakan rig (disebutnya rigless workover).

3. Bisakah peralatan acidizing job dipergunakan untuk cement squeeze job ?

Utk surface equipment & CT, jawabannya bisa krn secara basic peralatannya sama.

Tanggapan 2 – Yohanes Subono – EGD

Pak Dody Yth.,

HCl & HF bukannya termasuk golongan asam kuat so tidak aman buat manpower yang melakukan pekerjaan tersebut, tidak aman terhadap metal yang yang bersihkan dan tidak aman terhadap lingkungan. Lagi pula sekarang ini lompatan inovasi untuk cleaning & maintenance chemicals sudah beralih ke jenis asam – asam lemah tetapi daya cleanernya luar biasa. Please CMIIW.
Terima kasih & salam hangat.

Tanggapan 3 – Adhia Utama Jauharuddin Madhan

Mas Eko,

Untuk mengatasi scale yang paling umum digunakan adalah chemical, dan makhluknya adalah scale removal dan scale inhibitor.

Tinggal anda sebutkan permasalahan anda, seperti scale yang paling umum (CaCO3) hingga scale yang paling kuat (CaSO4), lalu operating condition dari sumur, dan pasti semua perusahaan oilfield production chemical pasti sudah punya solusinya.

Umumnya yang digunakan untuk scale removal adalah HCl, cuman si doi ini korosif abis terutama bila tubing yang digunakan ngga bisa nahan daya oksidasi HCl…Nah, bisa juga digunakan asam yang lebih lemah lagi, jenisnya bisa asam posponat ato yang lain. CMIIW.
Nah, untuk scale inhibitor bisa pake asam triposponik (component very confidential…hehehe ;))…ini jenih asam yang lemah juga yang ngga terlalu kuat daya oksidasinya.

Oya, kebetulan saya Maret kemaren dari Kurau dan Melibur, dan saya temukan beberapa well yang punya deposit Karbonat yang signifikan, ini bisa di solve dengan scale removal dan untuk maintainnya scale inhibitor…(bernada promosi, contact me japri ajah…:)).

Terima kasih & Salam hangat.

Tanggapan 4 – lilik sukirno

Pak Eko Prasetyo,

Intinya saya sependapat dengan pendapat pak Dody S, ini hanya menambahkan pendapat beliaunya :

1. Untuk pipa yang carbon steel bisa di bersihkan dengan HCl yang mengandung : corrosion inhibitor, dan booster untuk Silica remover yaitu bisa HF ( tapi berbahaya) bisa senyawa turunan Fluoride seperti Ammonium Bifluoride. Tentunya sebelum di cleaning dengan acid dibersihkan dari grease, oil atau debu dengan menggunakan degreaser, supaya kerja acid mengangkat kerak karat, kerak carbonat dan kerak silikat lebih effektiv.
Bila pipanya dari jenis tembaga tentunya jenis acidnya yang turunan sulfat ( seperti sulfamic) yang
ditambahkan corrosion inhibitor dan booster untuk mengangkat silikatnya.
Untuk mengidentifikasi proses cleaning sudah selesai atau belum dengan melakukan analisa dilapangan, bila pipanya carbon steel, lakukan analisa kadar Fe nya, nanti akan diperoleh kurva yang cenderung naik, bila konsentrasi Fe sidah stabil berarti proses sudah selesai ( diharapkan sudah bersih), demikian untuk kerak karbonat dan kerak silikat lakukan juga analisanya untuk memastikan bahwa proses sudah selesai.

2. Alat-alat : Pompa, hoses, flanges, dll atau mungkin ada tambahan lain kalau dari sumur pengeboran untuk safety equipmentnya, mungkin service valve.

3. idem pendapat pak Doddy.

Oke mudah-mudahan bisa difahami,

Tanggapan 5 – Doddy Samperuru

Pak Yohanes,

HCl & HF memang asam kuat, justru krn itulah mereka banyak dipakai utk pengerjaan acidizing, lebih banyak & lebih lazim drpd asam lemah. Soal safety ? Don’t worry, para service provider pasti sudah punya SOP yg menempatkan safety sbg prioritas utama & berstandard tinggi klasik ala oilfield. Para pekerjanya mestilah sudah ditraining & dilindungi oleh PPE yg benar. Walau asam kuat, HCl misalnya, umumnya beliau lebih sering dipompakan sbg larutan 15% saja (artinya 85% volume larutan adalah air). Di dunia oilfield, accidents yg berhubungan dgn pengerjaan acidizing sangat2 jarang terdengar dibanding dgn misalnya heavy-lifting atau stepping-handling atau drilling. Korosi ? Justru krn bersifat korosif inilah maka acid sudah lebih dari satu abad dipakai utk ‘membersihkan’ di oilfield. Don’t worry, makin modern makin banyak tersedia corrosion inhibitor yg sangat manjur, wide temperature range & bersifat ‘green-product’, aman thd lingkungan. Corrosion inhibitor ini ditujukan utk melindungi semua tubular metal dari efek korosi dari sang acid. Membahayakan lingkungan ? Ya, kalau acid tsb secara serampangan & mentah2 dibuang ke lingkungan. Sebelum dibuang, mengikuti reaksi kimia ‘asam + basa = garam + air’, maka sang acid harus dikawinkan dulu dgn basa/alkaline (yg umum misalnya soda ash atau juga caustic soda) shg pHnya menjadi 7 netral. Yg lebih environmental unfriendly sebetulnya adalah berbagai aditif di dalamnya, bukan acidnya itu sendiri. Makin modern, makin banyak aditif yg berlabel green-product, walau memang harganya masih relatif lebih tinggi drpd yg konvensional. Saya tak paham di industri lainnya, tapi di oilfield sampai sekarang HCl adalah acid yg masih paling laku & lazim digunakan. Alasannya krn HCl mudah didapat di mana2, murah & sangat efektif dipakai utk cleaning atau dissolving. Inovasi teknologi sebenarnya terletak di green-product berbagai aditif yg diperlukan.

Saya punya satu artikel popular dari majalah Oilfield Review ttg acidizing (pdf, 1.5MB). Let me know lewat japri kalau berminat.