Apakah pompa itu? Pertanyaan ini mungkin terlalu sederhana jika harus dilontarkan kepada mereka yang sudah bekerja di suatu pabrik, bahkan bagi orang awam sekalipun.
Pompa secara sederhana didefinisikan sebagai alat transportasi fluida cair. Jadi, jika fluidanya tidak cair, maka belum tentu pompa bisa melakukannya. Misalnya fluida gas, maka pompa tidak dapat melakukan operasi pemindahan tersebut. Namun, teknologi sekarang sudah jauh berkembang di mana mulai diperkenalkan pompa yang multi-fasa, yang dapat memompakan fluida cair dan gas. Anyway, di tulisan ini, hanya dibahas tentang pompa yang mengalirkan fluida cair, dan topiknya dipersempit untuk yang berjenis sentrifugal.

Oleh: Cahyo Hardo Priyoasmoro

Moderator Milis Migas Indonesia

Bidang Keahlian Process Engineering

Pompa Sentrifugal

Apakah pompa itu? Pertanyaan ini mungkin terlalu sederhana jika harus dilontarkan kepada mereka yang sudah bekerja di suatu pabrik, bahkan bagi orang awam sekalipun.
Pompa secara sederhana didefinisikan sebagai alat transportasi fluida cair. Jadi, jika fluidanya tidak cair, maka belum tentu pompa bisa melakukannya. Misalnya fluida gas, maka pompa tidak dapat melakukan operasi pemindahan tersebut. Namun, teknologi sekarang sudah jauh berkembang di mana mulai diperkenalkan pompa yang multi-fasa, yang dapat memompakan fluida cair dan gas. Anyway, di tulisan ini, hanya dibahas tentang pompa yang mengalirkan fluida cair, dan topiknya dipersempit untuk yang berjenis sentrifugal.

Prinsip Kerja Pompa Sentrifugal

Sebetulnya, proses apa yang terjadi di pompa sehingga dia dapat mengalirkan cairan? Pada hakekatnya, pompa dibutuhkan karena tidak adanya energi yang dapat mengalirkan cairan dengan sendirinya. Kalau mencoba menbandingkannya dengan sumur, pada sumur-sumur gas dan minyak, energi pengaliran adalah tekanan reservoir yang lebih besar dari tekanan di permukaan. Sebagai akibat tidak tersedianya energi, maka dibutuhkan energi dari luar, yang diimplementasikan dengan hadirnya sebuah pompa.
Konsep cairan dapat mengalir karena adanya pompa sangat jelas bila menggunakan hukum kekekalan massa di sekitar pompa tersebut, yang kemudian dibentuk menjadi persamaan Bernoulli. Sayangnya, tidak semua orang mengenal hukum ini, meskipun banyak implementasi dari pelbagai alat yang digunakan di operasi produksi tidak terlepas dari hukum ini.

Catatan:

hukum Bernoulli banyak digunakan di aplikasi alat pengukuran fluida yang memanfaatkan head atau perbedaan tekanan, seperti orifice, pitot, ataupun venturi. Khusus untuk fluida cair di mana perubahan densitas terhadap tekanan dapat diabaikan, penurunan persamaan Bernoulli untuk ketiga alat ukur tersebut di atas ditambah prinsip kontinuitas, akan menghasilkan persamaan matematika khas untuk orifice, pitot, dan venture. Sayangnya, kebanyakan dari kita lebih suka menghapalkannya ketimbang memahaminya. Penurunan persamaan Bernoulli tersebut tidak dibahas dalam tulisan ini.

Selengkapnya: