Parameter penting dari fuel yang menentukan power output adalah LHV, lower
Heating Value -nya. Inilah yang dikonversikan menjadi power output dalam
bentuk shaft power/torque. LHV ini a.l. memang ditentukan oleh komposisi
fuelnya. Setelah ini baru faktor faktor lain yang ikut menentukan besarnya
power output yang dihasilkan (baca: konversi dari chemical energy menjadi
mechanical energy). faktor faktor lain itu a.l. effisiensi pembakaran
(combustion eff. termasuk pengaruh octane atau cetane number), friction
(mechanical eff), effisiensi volumetric (berkaitan dgn efisiennya proses
pergantian campuran fuel-air yang baru dengan exhaust gas di silinder),
dan pernik pernik lain. jadi dengan asumsi bahwa faktor faktor yang lain
sama (apple to apple), maka yang perlu diperhatikan adalah LHV. Karena
inilah yang pada prinsipnya menunjukkan energy content didalam fuel. Yang
lain adalah effisiensi dalam mengkonversinya jadi mechanical energy.

Tanya – Deny Breigg

Ada yg punya refferensi utk kalkulasi output power rate dr suatu engine,jika kita ingin menghitung berdasarkan komposisi fuel nya.

Mungkin ada yg punya file Excel nya? dan parameter2 apa saja yg diperlukan pd data fuel tsb…Mohon Pencerahannya.

Sebelumnya terimakasih,

Tanggapan 1 – Adryan Wisnu@enerkon

Parameternya biasanya komposisi bahan bakar

CxHy+(x+y/4)02–>xCO2+(y/2)H2O

Kalo yang lain sih dari hhv/lhv saja, saya aga lupa dengan hitungan detail thermodinamikanya.

Selain itu juga tentu saja ada efisiensi-nya.

Biasanya antara 20-45 persen saja untuk motor bakar.

Dulu waktu praktikum prestasi mesin kita tahu krakteristik bahan bakar dan kita tahu daya output dari mesin. Yang kita cari hanya efisiensinya pada rpm-rpm tertentu.

Tanggapan 2 – Deny Breigg

Thanks Gan,

Kl dr paparannya,sepertinya kondisi output engine known dan Data
Komposisi fuel jg sudah ada. tp skrg ini reverse process…:p
Outputnya yg akan di determine…mungkin kita bisa ambil effisiensi 100%(new condition)?
What if yg dipake already operated unit…yg sdg di adjust fuel nya.?

Mungkin Juragan Mekanikal (P’Imam) punya refferensi? Punten ditanyakeun euy.

Atau kalau ada masukan dr juragan2 mekanikal lain,monggo…:).

Tanggapan 3 – ebahagia

Pak Dany,

Kalo mesin yang di utak-atik pakai type medium speed diesel bisa pakai
alat ukur ‘engine performance analyzer’ yang mengukur data-data selama
proses pembakaran: rpm (crank angle), angle & end of injection,
compression, delay ignition, valves cycle (open – close), PV diagram, etc.

Bila projek utak-utik ini mengarah ke ‘enrichment’ of fuel atau air intake
– efek ignition & combustion proses dapat teramati dengan alat ini.

Kebetulan saya punya di kantor buat iseng2 inspeksi mesin kapal & power
plant sebagai reference before & after periodic maintenance.

Kalo mesin diesel high speed (tanpa pressure cock) dan gas engine
(termasuk gasoline engine) …. wah rada susah, ada sih alat yang bisa di
pakai tapi proses pengukuran bersifat simulasi (not real combustion
process – dead cylinder only with dummy injector/spark plug). paling
ngukur emisi gas buang-nya aja.

Tanggapan 4 – Deny Breigg

Trims Pak Ibnu,

Yg saya cari sih seperti formula atau cara menghitung Output Power dr
engine dilihat dr fuel composiionnya pak.
Jd saya ingin tau kl fuel type X dgn engine kapasitas X nantinya akan
menghasilkan output power brp? Kira2 begitu pak.

Tp saya tertarik dgn alat yg bapak jelaskan. Sepertinya alat yg ini
kurang lebh kayak Engine Analyzer mesin mobil yg ada di bengkel2
proffesional.
Alat itu handheld pak? kecil aja kan? dan utk read data nya mesti di
connect di port tertentu? Kl gt enginenya mesti compatible dgn
device2t yg diperlukan utk dimonitor?
Boleh tau brand dan typenya pak (mungkin lewat japri saja).

Tanggapan 5 – ebahagia

Pak Deny,

Software atau spreed sheet yang Anda maksud pernah saya dapat dari rekan
diskusi di milis hydroxy asuhan kang Bob Boyce, mesti di cari dulu pak…

Engene analyzer di bengkel men’download’ data-data di blackbox plus engine
computer system yang akan di bandingkan dengan data teori di analyzer.
Penyimpangan2 parameter yang terukur adalah data temuan yang dimanfaatkan
dalam proses analisa.

Analyzer bukan super smart devices – perlu data base untuk tau
design/factory setting mesin2 tersebut, atau kita memasukkan data tersebut
secara manual dengan referensi manual book.

Untuk mesin reciprocating, analyzer bersifat portable yang bertugas
sebagai data logger, memory, PDA – dengan ports tempat koneksi sensor:
IR/magnetic tachometer, vibrations, ultrasonic, pressure tranducers,
temperature, ignition (clamp) analyzer, etc… kebetulan saya pakai
dynalco (crane), potmeter (kittiwake) & malin 6000.

Tanggapan 6 – bito@eng.ui.ac.id

Parameter penting dari fuel yang menentukan power output adalah LHV, lower
Heating Value -nya. Inilah yang dikonversikan menjadi power output dalam
bentuk shaft power/torque. LHV ini a.l. memang ditentukan oleh komposisi
fuelnya. Setelah ini baru faktor faktor lain yang ikut menentukan besarnya
power output yang dihasilkan (baca: konversi dari chemical energy menjadi
mechanical energy). faktor faktor lain itu a.l. effisiensi pembakaran
(combustion eff. termasuk pengaruh octane atau cetane number), friction
(mechanical eff), effisiensi volumetric (berkaitan dgn efisiennya proses
pergantian campuran fuel-air yang baru dengan exhaust gas di silinder),
dan pernik pernik lain. jadi dengan asumsi bahwa faktor faktor yang lain
sama (apple to apple), maka yang perlu diperhatikan adalah LHV. Karena
inilah yang pada prinsinya menunjukkan energy content didalam fuel. Yang
lain adalah effisiensi dalam mengkonversinya jadi mechanical energy.

Tanggapan 7 – Deny Breigg

Pak Ibnu,

Oh ternyata di milis hydroxy ya…Sepertinya saya juga pernah
dapat,kirain dulu dr milis migas,saya coba2 cari dr posting2an migas
sebelumnya tidak ada. dan cari di situs file Download migas jg tdk
ada.
hehe makanya saya yakin spreadsheet itu ada..

Thanks info nya pak..saya coba cari di hydroxy…Tp kl Pak Ibnu sdh
download duluan,boleh di share pak.