Select Page

Corrosion Allowance dalam desain dimaksudkan untuk mengantisipasi tingkat safety suatu equipment agar tetap reliable saat operasi. Intinya tanpa diberi corrosion allowancepun suatu equipment tetap safe dipakai karena gaya atau beban yang bekerja masih di bawah nilai yield stress material yang digunakan namun dengan kondisi tidak terjadi aliran fluida yang erosif.

Kalau kondisi operasinya melibatkan kondisi fluida yang erosif maka tidak mungkin CA=0, terlepas dari apakah fluidanya bersifat asam atau basa.

Tanya – fuan nes

Bapak2 dan Ibu2,

Apakah reasonable bila mengasumsikan corrosion allowance = 0 mm pada pipa stainless steel 316L bila air yang berada dalam pipa mempunyai nilai ph 2,5 – 3 ?
Terima kasih atas bantuannya.

Tanggapan 1 – Vozi Andrian

Kondisi fluidanya apa pak…? apakah hanya air saja ?

Tanggapan 2 – Ilham B Santoso

Berapa temperatur fluida dan terutama apakah ada Chlor, berapa ppm?

Tanggapan 3 – lilik sukirno

Standard Environment for Environmental cracking test untuk material pipe line :

Stainless Steel berdasarkan ASTM G 123 bila kandungan : NaCl 25%, pH 1.5 dengan phosphoric acid.

Jadi bila pH masih diatas 2 dan itu karena phosphoric acid masih aman, asal kadar garamnya tidak lebih dari 25%.
Tetapi ada parameter yang sangat membahayakan pipa yang bekerja pada temperature tinggi dan tekanan tinggi yaitu H2S, S dan CO2. Temp. lebih besar dari 250C dan tekanan diatas 130 MPa.
Sumber : NACE Corrosion Engineer’s Reference Book.

Tanggapan 4 – bambang saptodewo

Pak Fuan disamping corrosion medium dan pH, juga ada beberapa hal yang mempengaruhi korosi pada stainless steel ( khususnya water ) a.l. : clorine content, temperature operation & concentration ( %weight ).

Merujuk pada buku ‘corrosion tables for SS & titanium ‘ , dengan masukan data tersebut , maka dapat diketahui berapa laju korosinya ( mm/year ).

Dari sinilah dijadikan acuan Corrosion allowancenya = 0 atau tidak dalam thickness calculationnya.

Tanggapan 5 – farabirazy albiruni

Corrosion allowance dalam desain dimaksudkan untuk mengantisipasi tingkat safety suatu equipment agar tetap reliable saat operasi. Intinya tanpa diberi corrosion allowancepun suatu equipment tetap safe dipakai karena gaya atau beban yang bekerja masih di bawah nilai yield stress material yang digunakan namun dengan kondisi tidak terjadi aliran fluida yang erosif.

Kalau kondisi operasinya melibatkan kondisi fluida yang erosif maka tidak mungkin CA=0, terlepas dari apakah fluidanya bersifat asam atau basa.

Pembahasan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia ini dapat dilihat dalam file berikut:

Share This