Heating dan cooling rate tidak diatur secara specific oleh asme sect.I. High temp furnace untuk heat treatment SS tube heating ratenya sangat cepat sekali, dan itupun tidak melanggar asme sect.1. Untuk coolingnya harus sangat diperhatikan. Walaupun asme sect I tidak membatasi cooling ratenya tapi sifat corrosion resistance-nya sangat dipengaruhi pada step ini. Cooling di dalam furnace bisa menimbulkan sensitisasi dan bisa keluar intermetallic phasenya. Cooling yang tepat untuk SS adalah rapid cooling, dimana untuk austenitic steel cukup dilakukan di udara terbuka yang dijauhkan dari sumber panas, cooling dengan dicelupkan dalam air / oli tidak sebanding antara effort dan benefitnya.

Tanya – M. Teguh

Mohon pencerahannya tentang heat treatment untuk stress relief n pada tube boiler SS 316H setelah cold forming (bending). Dari ASME sect.1 diperoleh suhu 1040 centigrade, tapi tidak di jelaskan berapa heating dan cooling ratenya. Beberapa hasil browsing menyebutkan rapid cooling setelah heat treatment, tapi tidak dijelaskan se-rapid apa.

Apakah harus menggunakan air atau oli?

Mungkin ada diantara bapak2 yang punya pengalaman yang sudah proven.
Mohon sharingnya. Terimakasih

Tanggapan 1 – walid walid

Yang pernah saya lakukan pada tube new boiler mengunakan
oil degressing, soda boiling out and treatment dengan pospating untuk membuat layer pada
pipe tube surface.

Tanggapan 2 – muhammad.n.rohman@power.alstom

Pak Teguh,

Memang heating dan cooling rate tidak diatur secara specific oleh asme sect.I. Sejauh yang saya ketahui, high temp furnace untuk heat treatment SS tube heating ratenya sangat cepat sekali, dan itupun tidak melanggar asme sect.1. Untuk coolingnya harus sangat diperhatikan. Walaupun asme sect I tidak membatasi cooling ratenya tapi sifat corrosion resistance-nya sangat
dipengaruhi pada step ini. Cooling di dalam furnace bisa menimbulkan sensitisasi dan bisa keluar intermetallic phasenya. Cooling yang tepat untuk SS adalah rapid cooling, dimana untuk austenitic steel cukup dilakukan di udara terbuka yang dijauhkan dari sumber panas, cooling dengan dicelupkan dalam air / oli tidak sebanding antara effort dan benefitnya….
semoga membantu.

Thanks for your attention.

Tanggapan 3 – M. Teguh

Terimakasih Bapak2,

Sangat mencerahkan.

Satu lagi Pak Nur Rohman, cooling di furnace (slow cooling) bisa mengakibatkan resiko sensitisasi. Kalau tidak salah, sensitisasi pada SS yang mengakibatkan corrosion resistance berkurang/hilang adalah bila dipanaskan pada suhu sekitar 480-900 deg C dalam waktu tertentu (lama?).

Bagaimana kita memastikan tidak terjadi sesitisasi pada tube setelah heat treatment, yang didinginkan di udara bebas (tidak diatur berapa lama)? NDE apa yang biasa Bapak gunakan? apa perlu ambil sample untuk di metalograpi?

Tanggapan 4 – muhammad.n.rohman@power.alstom

Bila tidak ada code / standard / cust spec yang mengatur dan bila prosesnya sudah benar tidak perlu dilakukan NDE atau testing lain. kalo masalah metallography / corrosion test, saya tidak tahu pak… mungkin bapak2 metallurger atau yang tahu bisa mejawabnya….

Thanks for your attention

Tanggapan 5 – farabirazy albiruni

Pak Teguh,

Guidance untuk stress relieve austenitic SS bisa dilihat di address berikut:

http://www.bssa.org.uk/topics.php?article=76

Mengenai teknik NDE yang proven di field memang hanya metalography yang bisa memastikan apakah terjadi sensitasi atau tidak. Teknik NDE seperti ultrasonic bulk wave atau eddy current bisa digunakan namun dengan catatan kalibrasi yang ketat terhadap specimen referencenya dengan derajat sensitasi yang berbeda. Kebanyakan metode deteksi sensitasi adalah laboratory-based method seperti yang dicover di ASTM Recommended Practices for Detecting Susceptibility to Intergranular Attack in Stainless Steels (A 262-75).

Mudah2an cukup membantu..

Tanggapan 6 – M. Teguh

Terimakasih Pak Abhie, dan Bapak2 semua.
Sangat mencerahkan.