LWD and WL loggging masing masing punya kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan dari LWD adalad ‘bit time’ , nilai log diambil masih dalam fresh formation dan data yang dikirim kan bersifar real time. jadi bisa digunakan untuk dasar pengambilan keputusan terutama di horizontal well (well placement).selain itu LWD tidak tergantung dengan profil well baik itu ‘j’ type, ‘s’ type maupun horizontal. kekurangan dari LWD adalah ‘data density’ karena harus disesuaikan dengan ROP biasanya 2data point per feet. Sedangkan WL log mempunyai data density yang sangat bagus. WL cukup efisien di well yang sederhana seperti J and S type. WL juga punya keterbatasan inclinasi dan kadang kadang dengan dogleg tertentu wl logging tidak bisa digunakan.
satu lagi perbedaannya : LWD dari Uphole ke Down hole sedang WL log sebaliknnya dari Downhole ke Up hole.

Tanya – arief agung lestari

Dear rekan-rekan milister

Saya mau tanya mengenai aplikasi logging pada bore hole hasil directional atau horizontal drilling. Apakah hanya dapat menggunakan Logging While Drilling (LWD) atau dapat menggunakan Wireline Logging (WL)?

Terima kasih.

Tanggapan 1 – Doddy Samperuru

Pak Arief,

Plus-minus LWD vs WL di HW atau HDW sudah dibahas beberapa anggota milis. Sepertinya dewasa ini LWD di HW atau HDW sudah menjadi standard & umum dilakukan oleh Operator.

Saya hanya ingin menegaskan bahwa WL di HW juga sudah lama biasa dilakukan, baik Open Hole atau Cased Hole. Logging toolnya bisa diconvey ke dalam sumur menggunakan drill pipe, workover tubing atau juga Coiled Tubing (ingat CTL, Coiled Tubing Logging ?). Teknologinya sudah berumur di atas 20 tahun. Yg lagi heboh sekarang adalah penggunaan Tractor; si Logging Tool ditarik atau didorong sepanjang lubang sumur oleh semacam ‘mainan remoted control beroda’, yg disebut Tractor. Silahkan browse internet atau SPE paper.

Tanggapan 2 – Nataniel Mangiwa

Pak Arief,

Saya belum pernah dengar ada WL di run di Hor Well.

HW biasanya di drill karena sifat dari reservoir body yang sudah jelas. HW adalah Development Stage. artinya sudah tidak terlalu banyak lagi ‘answer to find’ dari body reservoir tersebut.

WL di run karena lebih sophisticated dalam hal mengoleksi data, karena banyak sifat fisik dari reservoir body yang masih tanda tanya.

Selain itu alasan teknis juga, karena merun WL di deg >60, hampir tidak mungkin..kecuali diattach dengan pipa (Pipe Conveyed Logging).

Tanggapan 3 – Rawindra Sutarto

Saya awal Mei thn y.l. hadir di OTC Houston dan sempat liat salah satu booth dgn vendor yang menawarkan ‘tractor’ untuk menghantar WL tools di horz well.
Sederhana aja, kayak di lomba disain robotik sekelas mahasiswa teknik; rangkaian roda berpenggerak motor listrik. Arus DC tentu dikirim melalui monoconductor cable yang biasa. Katanya sih sudah field proven. Depth control tentu sama seperti WL biasa … Oiya, aplikasi ini terbatas di cased-hole sebab dilengkapi CCL (casing collar locator).

Aplikasi ini cukup berperan buat run sidescan sonic tool yang mendefinisikan formation stress property … sangat vital bagi pemilihan perforation clusters pada horz well utk pengembangan shale-gas atau -oil, yang menuntut well completion/stimulation terbaik (hydraulic fracturing).

Tanggapan 4 – Rayner Ambat Santoso

Mas Arief,

Sepengetahuan saya, logging pada horizontal well dapat dilakukan dengan LWD maupun WL.

Namun bila kita menggunakan WL pada horizontal well, WL tool harus ‘digabungkan’ dengan drillpipe.
Proses ini lebih memakan banyak waktu daripada menggunakan LWD pada horizontal well.
Keuntungan LWD adalah toolnya bagian dari drillstring.

Rekan2 yg lain mungkin bisa memberikan masukan tambahan.

Tanggapan 5 – Andika Mahardika

Saya ingin menambahkan,

LWD and WL loggging masing masing punya kelebihan dan kekurangan.
kelebihan dari LWD adalad ‘bit time’ , nilai log diambil masih dalam fresh formation dan data yang dikirim kan bersifar real time. jadi bisa digunakan untuk dasar pengambilan keputusan terutama di horizontal well (well placement).selain itu LWD tidak tergantung dengan profil well baik itu ‘j’ type, ‘s’ type maupun horizontal. kekurangan dari LWD adalah ‘data density’ karena harus disesuaikan dengan ROP biasanya 2data point per feet.
Sedangkan WL log mempunyai data density yang sangat bagus. WL cukup efisien di well yang sederhana seperti J and S type. WL juga punya keterbatasan inclinasi dan kadang kadang dengan dogleg tertentu wl logging tidak bisa digunakan.
satu lagi perbedaannya : LWD dari Uphole ke Down hole sedang WL log sebaliknnya dari Downhole ke Up hole.
Semoga membantu dan mohon pencerahannya kalo ada yang salah.

Tanggapan 6 – daniel brahman

Mas Agus,

Seperti yg udah disebut di email sebelumnya, bisa saja dilakukan wireline logging di highly deviated/horizontal well dengan pipe conveyed i.e. wireline logging tool nya diattach pada ujung drillpipe…

namun, ini akan memakan waktu yg signifikan lebih lama dibanding operasi wireline logging di vertical/low deviated holes.. tergantung logging tool apa yg akan di-run, range waktu nya bisa 12 jam s.d. > 3hari.. belum lagi kemungkinan stuck yg lebih besar dibandingkan dengan aplikasi logging while drilling (LWD)..

kalo saya sarankan, logging while drilling (LWD) lebih ekonomis dari segi perhitungan total cost mengingat tidak ada additional rig time untuk operasi logging setelah pemboran selesai… apalagi kalo harga sewa rig nya mahal..

Tanggapan 7 – Eko Yudha

Mas Arif,

Wireline logging juga bisa dilakukan di sumur2 high inclination bahkan horizontal sekalipun. Caranya dengan diconvey (diantarkan) oleh drill pipe sedemikian rupa sehingga logging tool bisa di run ke proposed depth. Tekniknya, kalau mengacu ke kepunyaan Schlumberger, disebut TLC (Tough Logging Condition). Berikut saya attachkan juga slides introduction tentang TLC.

Metode logging lainnya diluar LWD yang bisa dilakukan pada sumur high angle dan horizontal adalah dengan WL tractors. Teknik ini sudah sejak 1996 banyak dilakukan di lapangan2 di Norway/North Sea bukan hanya untuk logging, tapi juga untuk aktifitas well intervention lainnya. Nama perusahaan suppliernya READ/WELLTEC.