Untuk mencegah Marine Groth dan semua scale dari air laut tumbuh didalam perpipaan adalah dg cara menginjeksikan gas Cl2 atau larutan NaOCl. Komponen utama untuk pencegahan adalah avaliable Chlorine (Cl2) tsb. Karena sekarang gas Chlorine susah didapat karena masalah Handlingnya yg Mahal dan juga karena faktor safety, maka sekarang banyak dipakai larutan 10% NaOCl.

Tanya – army ardian

Salam migas indonesia,

Kami disini sedang mengalami kesulitan dalam mencari data mengenai ambang batas NaOCl (sodium hypochlorite) yang digunakan sebagai pencegah marine growth pada pipa dan API separator yang harus dibuang ke air laut..

Dan apa sajakah yang dapat digunakan untuk mencegah marine growth… berapa kadar konsentrasi NaOCl optimum dalam air untuk memperlambat marine growth..

Terimakasih.

Tanggapan 1 – cvt_development@asc

Mas Ardian,

Untuk mencegah Marine Groth dan semua scale dari air laut tumbuh didalam perpipaan adalah dg car menginjeksikan gas Cl2 atau larutan NaOCl. Komponen utama untuk pencegahan adalah avaliable Chlorine (Cl2) tsb. Karena sekarang gas Chlorine susah didapat karena masalah Handlingnya yg Mahal dan juga karena faktor safety, maka sekarang banyak dipakai larutan 10% NaOCl.

Batas ambang di end point sebelum masuk ke badan laut dikontrol sekitar 1.0 ~ 2.0 ppm available chlorine (Cl2). Dibeberapa instansi pengolah air minum batasan tsb sudah dipakai.

Jadi berapa banyak 10% NaOCl yg mesti di injection di hulu pipa tsb tergantung dari volume air dan diameter pipa, serta flowratenya. Yg pasti keluarannya kita jaga di nilai diatas.

Itu bisa dimonitor melalui alat instrumen yg online terus, atau lewat cara manual dg di sampling lalu di cek lewat analyser kit kecil dg men cek perubahan warnanya. Semoga membantu.

Tanggapan 2 – Agus Umaryasin

Mas Ardian & Mas Putu,

Pada umumnya residual chlorine (Cl2) yang ditentukan adalah 0.1 – 0.5 ppm.
Namun pada actual di lapangan dengan nilai 0.1 – 0.2 ppm sudah cukup, karena residual tersebut cukup mempengaruhi kehidupan biota laut disekitar oulet.

Selain hypochlorit yang sifatnya oxidator dan juga dosis harus kontinyu (setiap hari), sekarang ini banyak juga yang menggunakan non-oxidizing agent, dimana konsumsi yang digunakan relatif kecil dan interval dosing time cukup seminggu sekali.

semoga dapat membantu anda….

Tanggapan 3 – M. Atma@envitech

Mas Ardian,

Sedikit menambahkan saja, semua dosis untuk biocide dibawah sangat tergantung dengan kondisi pH. Untuk penggunaan NaOCl 14% , biasa dengan 0.2 – 0.5 ppm Free Residual Chlorin dengan pH 7 – 7,5. Kalo pH diatas itu, efektifitas dari Chlorine akan berkurang dan dosis harus ditambahkan, tapi perlu diingat NaOCl sangat tidak stabil pada phh yang relatif tinggi.Hubungan aantara dosisi Chlorine (NaOCl vs pH, dapapt dilihat dibuku2 water treatment handbook). Biasanya penggunaan Gas Chlorine lebih direkomendasikan untuk aplikasi sea water mengingat gas chlor yang memiliki sifat lebih stabil dibandingkan NaOCl.
Semoga membantu.

Tanggapan 4 – Stephen Rahmat (FGM)@agip

Mas Army,

Yang dijelaskan bli Putu sudah banyak. Saya hanya menambahkan, bahwa dengan memasang Chlorine generator (perangkat elektrolisa air laut), maka gas chlorine yang langsung diinjeksikan ke dalam aliran air laut akan lebih efektif. Pengalaman saya 20 tahun lalu, waktu mengoperasikan Desalination unit, yang paling penting untuk mencegah marine growth ialah memastikan tersedianya gas chlorine dengan dosis yang tepat dan terjaga, usahakan agar system air laut tersebut selalu beroperasi dan apablia sedang tidak beroperasi pastikan bahwa semua air laut dalam system di drain sepenuhnya atau dipastikan semua system penuh dengan air dan sebelum dimatikan injeksikan gas chlorine dengan dosis yang lebih tinggi (tergantung berapa lama shut down nya, bisa 1.5 atau 2 kali normal).

Mudah-mudahan bermanfaat.