Penentuan parameter2 acceleration yang digunakan dalam analisa towing memiliki bidang ilmu tersendiri yang disebut Naval Architect. Namun umumnya untuk struktur2 dengan mild weight atau light weight, perhitungan mathematical lebih sering digunakan. Hanya untuk structure yang heavy weight (>>> Mass) dimana diperlukan naval architect analysis (misalnya Float Over Installation Method). Dalam analisa naval architect baru diperhitungkan kekakuan seafastening, topside structure untuk dikombinasikan dengan kekakuan barge serta dynamic motion akibat wave dan wind. Dari sana baru diketahui nilai roll, pitch dan heave yang direkomendasikan dalam analisa struktur topside or jacket. Sedangkan untuk analisa pada struktur yang lebih ringan, seafastening umumnya diasumsikan cukup rigid dan tidak mengalami displacement sehingga tidak memberikan tambahan gaya pada upper structure.

Tanya – yudha maulana

Halo teman2x, ada yang bisa bantu aku mengenai Force on structure during towing ????

Tanggapan 1 – iwan aryawan

Mas Yudha,

Bisa diperjelas lagi pertanyaannya:

– strukturnya struktur apa?

– proses towingnya bagaimana?

– etc.

Tanggapan 2 – yudha maulana

Mas Iwan,

Strukturnya itu adalah paltform, dimana platform itu di skiding dari yard ke flat top barge. Jadinya paltform itu duduk diatas flat top barge dan lalu mulai kita towing, towingnya sendiri kita pakai dua tug boat, didepan dan belakang barge. yang mau aku tanyain bagaimana aplikasinya ke struktur beban2x akibat roll,pitch & heave.

Tanggapan 3 – Kajuputra Elpianto

Towing forces pada dasarnya mengikuti rumus dasar fisika:

F=m*a (Force = massa * acceleration)

Untuk kasus ini terdapat 2 jenis acceleration yang diakibatkan oleh heave dan pitch/roll.

Heave (bergeraknya struktur ke atas / kebawah dalam arah vertical) akan memberikan force berdasarkan linier acceleration (yang sering kita pakai selama ini, sebagai contoh adalah gravity acceleration = 9.81 m/s2).

Roll dan pitch (berputarnya struktur dengan poros putar berada pada COG barge) akan memberikan force berdasarkan angular acceleration (rad/s2 or deg/s2). Bisa dilihat pada buku2 fisika jaman SMA dulu untuk benda berputar dimana gaya yang bekerja akan tegak lurus poros massa dan titik pusat putarnya. Umumnya dalam analisa struktur gaya roll dan pitch dipecah menjadi horizontal dan vertical force (karena resultannya tidak searah dengan sumbu global struktur).

Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah:

Berapa besarnya nilai acceleration yang harus dipakai dalam analisa????? Karena umumnya pada basis of design sebuah proyek, yang dicantumkan adalah bukan nilai accelerationnya, tapi besarnya degree dan period untuk masing2 motions.

Nilai2 tersebut didapat berdasarkan parameter2 sbb:

– Roll/pitch degree

– Roll/pitch period

– Heave acceleration

dimana nilai2 tersebut diatas akan tergantung pada jenis barge yang digunakan serta basis of design pada masing2 proyek.

Dengan input2 degree dan period makan akan dihasilkan nilai2 acceleration tersebut. Formula yang dipakai dapat dilihat pada buku2 referensi yang tersedia, salah satunya adalah Bhattacharya, Rameswar, Dynamics of Marine Vehicles, 1978 – 1st Ed.

Juga terdapat software2 sederhana yang sering dipakai untuk menghitung acceleration tersebut.

Semoga bermanfaat,

Tanggapan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: