Untuk menghitung biaya pengelasan per kg logam las (weld metal), beberapa data yang perlu kita ketahui adalah : 1. Biaya Pegawai dan Overhead per jam : Pada umumnya klien tidak mempunyai data ini yang akurat dan detail, namun biasanya mereka mempunyai data dengan nilai “Kira-kira”. Untuk sementara data “kira-kira” bisa kita pakai untuk menghitung; 2. Deposition Rate ( Kg/Jam ): Yang dimaksud dengan “Deposition Rate” adalah berat logam las yang dapat dihasilkan dalam satuan waktu ( Jam ). Biasanya masing-masing manufacturer mempunyai data Deposition Rate produknya untuk setiap type.

Tanya – indro baskoro

Mohon pencerahan,

Ada yang tahu gak bagai mana cara menghitung biaya produksi pada proses pengelasan?
Faktor apa saja yang masuk dalam perhitungan tersebut…
Untuk waktu dan pencerahannya terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Reffianto Zubir@gunanusa

Dear Pak Indro B,

Item-item yang harus kita pertimbangkan dalam process pengelasan ada 2
kelompok :

1. Yang berhubungan langsung dengan pengelasan

a. Consumable :

Yang termauk kedalam consumable adalah : electrode/wire/flux, gas, tungsten, batu gerinda

b. Tools :

Biaya pemakaian machine gerinda and chipping/brush.

c. Equipment :

Biaya pemakaian/sewa weld machine dan accesoriesnya

d. NDE/NDT

Biaya NDE ini bisa sebelum pengelasan (MPI atau UT) dan bisa juga sesudah pengelasan (MPI, UT dan RT) termasuk biaya consumable dan team/operatornya.

e. Gaji dari welder-nya sendiri

1. Yang tidak berhubungan langsung dengan pengelasan

a. Pakaian welder termasuk sarung tangan, helmet (dark glass and clear glass)

b. Biaya persiapan material yang akan kita las (termasuk didalamnya biaya fitter, equipment, tools dan consumable), untuk :

– Pemotongan dan

– Fit Up

c. Biaya pengangkutan kalau material tersebut membutuhkan pemindahan dari satu tempat ke tempat lain (pengelasan dengan quantity besar)

– Team rigger, operator

– Equipment (Crane/overhead crane/mobil crane,etc)

d. Jika pengelasan dilakukan diketinggian, maka kita akan membutuhkan :

– Biaya scaffolding dan

– Biaya scaffolder-nya

e. Bisa juga kita pertimbangkan biaya verifikasi materialnya (termasuk Consumable dan manpowernya).

Mungkin rekan-rekan yang lain bisa menambahkan..

Tanggapan 2 – indro baskoro

Ok pak Zubir dan pak Hamzah,
Terima kasih atas pencerahannya…

Namun bagaimana dengan faktor kali pada saat penghitungan..
Apakah ada standar yang mengatur, atau bergantung dari company masing-masing?
Mohon pencerahannya.

Tanggapan 3 – jimoc

Pak Indro,

Seingat saya dulu ttg faktor perkaliannya dulu pernah dimuat article dari Pak Darmayadi di milis ini.
Mungkin admin milis masih ada filenya atau ada di article migas indonesia Pak.