Secara singkat, ilmu dasar yang diperlukan oleh seorang ‘calon’ drilling engineer adalah sbb: 1. Fisika Dasar: yang menyangkut ilmu gaya dan prinsip2 tekanan (U-Tube, Hidrostatic Pressures, Pressure Gradient, dsb) –> semua ini sudah anda pelajari sejak di SMP; 2. Geometry: untuk mengukur dimensi ruang dari berbagai bentuk struktur (silinder, kotak, dan berbagai bentuk lainnya) –> ini seharusnya tidak jadi masalah buat seorang mechanical engineer; 3. Analisa dimensi –> karena berhubungan dengan unit / satuan yang nantinya akan menghasilkan ‘conversion factor’. Apalagi di dunia drilling ada yang memakai satuan Amerika (American units, seperti: inch, feet, gallon, lbs, bbls, deg F, psi, dsb) dan ada yang memakai Satuan International (SI), seperti SG, meter, Pascal, deg C.

Tanya – rahmadfebriadi

Mohon Bantuannya…

Apa sih ilmu dasar seorang calon Drilling and Completion Engineer pada perusahaan pengeboran minyak?

Tanggapan 2 – Harry Eddyarso

Dear Mas Rahmad Febriadi,

Kalau anda seorang mechanical engineer, sebagian ilmu dasar itu sudah anda miliki untuk menjadi seorang Drilling & Completion Engineer, tinggal dipoles dengan ilmu dasar yang menyangkut Geology dan Petroleum Engineeringnya..

Secara singkat, ilmu dasar yang diperlukan oleh seorang ‘calon’ drilling engineer adalah sbb:

1. Fisika Dasar: yang menyangkut ilmu gaya dan prinsip2 tekanan (U-Tube, Hidrostatic Pressures, Pressure Gradient, dsb) –> semua ini sudah anda pelajari sejak di SMP.

2. Geometry: untuk mengukur dimensi ruang dari berbagai bentuk struktur (silinder, kotak, dan berbagai bentuk lainnya) –> ini seharusnya tidak jadi masalah buat seorang mechanical engineer.

3. Analisa dimensi –> karena berhubungan dengan unit / satuan yang nantinya akan menghasilkan ‘conversion factor’. Apalagi di dunia drilling ada yang memakai satuan Amerika (American units, seperti: inch, feet, gallon, lbs, bbls, deg F, psi, dsb) dan ada yang memakai Satuan International (SI), seperti SG, meter, Pascal, deg C

4. Mekanika Dasar:

a. Mekanika Gaya: ini biasanya berhubungan dengan menghitung Rig Capacity, Stress, Tension, Collapse, Burst, Buckling (misalnya untuk casing design, drill string design, dsb)

b. Mekanika Fluida: ini berhubungan dengan tekanan hidrostatik, flow regimes (laminar, turbulent, termasuk untuk annular velocity, jet velocity, dsb), hidrolika (termasuk drilling hydraulics, hydraulic horse power, dsb), buoyancy principles, dsb

c. Mekanika Batuan (Rock Mechanics): ini berhubungan dengan borehole stability (agar lubang tidak runtuh), Mohr Circle basic principle, dsb

5. Kimia Dasar: ini berhubungan dengan type drilling fluid (Lumpur) yang akan dipakai, yang paling tepat untuk type sumur di daerah tertentu, yang menghasilkan lubang yang paling bagus (stabil) dengan minimum formation damage namun tetap dalam range biaya yang dapat dipertanggungawabkan. Disini perlu pemahaman tentang pH, sifat2 reaktif shale (lempung) terhadap air dan bagaimana mengatasinya dengan jenis dan sifat2 (property) Lumpur yang tepat, ada juga daerah di kedalaman tertentu yang mengandung kadar garam tinggi (salt dome) agar kita tau bagaimana mengatasinya, dsb. Seorang mud engineer harus menguasai prinsip2 dasar ini.

6. Electro Dasar / Radioactivity: pemahaman mengenai resistivity / conductivity dsb yang dikombinasikan dengan prinsip2 dasar radioactivity (misalnya yang berhubungan dengan Gamma Ray, Neutron Density, dsb). Hal ini untuk mengukur density batuan, porositynya, ada / tidaknya hydrocarbon dalam interval batuan tertentu, dsb. Seorang electric logging engineer harus menguasai prinsip2 dasar ini..

7. Tentu selain ilmu2 di atas, perlu pemahaman yang baik juga tentang prinsip2 dasar Petroleum Engineering dan Geology.

Saran saya:

Maju terus, you can do it.. bekal anda seharusnya sudah cukup. Tinggal dipoles aja dan diarahkan untuk memperdalam Drilling Engineeringnya. Dan jangan lupa, belajar dari buku saja tidak cukup. Anda harus banyak di lapangan untuk mempertajam intuisi anda tentang apa yang terjadi di dalam lubang sono selagi anda drilling. Seorang drilling engineer yang hanya belajar dari buku (akademis) namun tidak pernah ke lapangan untuk belajar hal2 yang praktis, dia laksana tentara yang hanya tamat akademi militer tanpa punya pengalaman tempur di medan laga.

Setelah anda menguasai teori dan praktek, sambil jalan anda juga harus mempelajari drilling management, agar bisa ngebor sumur dengan cost yang acceptable dan efficient. Untuk Indonesia, setiap pembiayaan sumur yang di bor oleh KPS harus disetujui terlebih dahulu oleh BPMigas dalam bentuk AFE (Authorization for Expenditures) atau mungkin sekarang disebut sebagai BS (Budget Schedule saja), yang merupakan salah satu item di WP & B (Work Program & Budget).

Sukses ya Mas Rahmad .!!

We wish you all the best .