Koninklijke Vopak NV telah memutuskan akan membangun dan mengoperasikan sebuah terminal penampungan untuk lebih dari 1.1 juta cu m produk minyak di Pelabuhan Amsterdam.

Penulis : Eric Watkins

Koninklijke Vopak NV telah memutuskan akan membangun dan mengoperasikan sebuah terminal penampungan untuk lebih dari 1.1 juta cu m produk minyak di Pelabuhan Amsterdam.

Terminal akan digunakan untuk penampungan dan mencampur gasoline dan produk minyak bersih lainnya, yang akan memenuhi kebutuhan kapasitas penampungan tambahan untuk produk di wilayah Amsterdam-Rotterdam-Antwerp.

Vopak mengatakan terminal yang dimaksud menegaskan posisi Pelabuhan Amsterdam sebagai sebuah pusat logistik untuk gasoline, yang mengurangi aliran produk antara Asia, Eropa dan Amerika Utara.

Terminal akan memiliki dua dermaga untuk seagoing vesselsdengan kapasitas maksimum 120,000 dwt dan delapan berth untuk seagoing vessels, coasters, dan inland barges dengan kapasitas sampai 20,000 dwt.

Konstruksi akan dimulai sesegera mungkin dalam tahap pertama 620,000 cu m, dan terminal diharapkan akan beroperasi di stage pada pertengahan kedua tahun 2011.

Vopak menyerahkan pembangunan terminal kepada BAM Leidingen & Industrie BV, sebuah operating company Royal BAM Group NV.

Vopak dan Amsterdam Port Authority sebelumnya menandatangani kontrak penyewaan untuk site 35 hektar di Africa harbor di Amsterdam-Westpoort, wilayah pelabuhan bagian barat.

Awal bulan ini, PT Jakarta Tank Terminal (JTT), joint venture antara PT AKR Corporindo Tbk dan Vopak, menandatangani financing agreement senilai 60 juta dolar untuk membiayai pembangunan 250,000 cu m Vopak Terminal Jakarta, sebuah terminal penampungan petroleum independent di pelabuhan Tanjung Priok.

Financing disediakan oleh bank internasional Netherlands Development Finance Co., German Investment & Development Co., dan ING Bank NV Singapore untuk mendanai pembangunan tahap pertama terminal penampungan, yang akan beroperasi pada tahun 2010.

JTT adalah sebuah joint venture antara PT AKR Corporindo Tbk 51%, Indonesia’s leading bulk chemicals and largest private sector distributor for petroleum products, and Vopak Indonesia BV 49%.

Sumber: www.ogj.com