Proses allignment dilakukan biasanya pada coupling untuk mengurangi terjadinya getaran pada mesin tersebut. poros mesin dikatakan allign apabila titik pusat antara dua poros yang dihubungkan paralel dan concentric.jika pada coupling terjadi misalignment, maka akan mempercepat terjadinya kerusakan baik pada coupling maupun pada bearing.misalignment juga mengakibatkan terjadinya getaran dalam arah axial dan radial.Selain itu, misalignment bisa juga mengakibatkan meningkatnya pemakaian energy listrik. angular misalignmet akan menghasilkan vibrasi dalam arah aksial sedangkan paralel misalignment akan menghasilkan vibrasi dalam arah radial.kalo saya ngak salah,berdasarkan research, 33% penyebab kerusakan bearing disebabkan oleh misalignment.

Tanya – Autumn Batara

Mohon untuk berbagi penegetahuan tentang allingment rotary equipment dan peralatan lainnya. Bagaimana sebenarnya allingment secara teoritis dan apa saja dampaknya jika tidak dilakukan dengan benar?

Kalau ada teman yang tahu cara kalkulasinya, saya kira lebih bagus lagi kalu di sharing.

Tanggapan 1 – Nurraflis Salam

Dear AB,

Proses allignment dilakukan biasanya pada coupling untuk mengurangi terjadinya getaran pada mesin tersebut. poros mesin dikatakan allign apabila titik pusat antara dua poros yang dihubungkan paralel dan concentric.jika pada coupling terjadi misalignment, maka akan mempercepat terjadinya kerusakan baik pada coupling maupun pada bearing.misalignment juga mengakibatkan terjadinya getaran dalam arah axial dan radial.Selain itu, misalignment bisa juga mengakibatkan meningkatnya pemakaian energy listrik. angular misalignmet akan menghasilkan vibrasi dalam arah aksial sedangkan paralel misalignment akan menghasilkan vibrasi dalam arah radial.kalo saya ngak salah,berdasarkan research, 33% penyebab kerusakan bearing disebabkan oleh misalignment.

Selain itu, allignment juga dilakukan pada pulley motor. alignment dengan menggunakan metode surface to surface dan groove to groove. Biasanya alat yang digunakan untuk melakukan alignment adalah dial indicator dan laser shaft allignment, laser belt alignment. tetapi dengan menggunakan laser allignmet tingkat keakuratannya lebih bagus.

Saya kurang ngerti dengan maksud kalkulasi disini. kalo yang saya tangkap, kalkulasi seberapa besar misallignment yang terjadi. tingkat besarnya misalignment dapat ditentukan dengan besarnya tingkat getaran yang terjadi pada mesin tersebut.

Sepengetahuan saya seperti ini, mohon koreksi dan tambahan ….

Tanggapan 2 – Julius Silalahi

Nyelipin sedikit dari catatn Pak Nur di bwh. Mungkin kalkulasi yang dimaksud mengarah pada toleransi misalignment yang diijinkan. Umumnya di installation instruction manual tercantum besarannya, berkisar antara 0.01 – 0.05 mm. Untuk mencapai ini dapat dilihat di indicatornya.

Tanggapan 3 – Autumn Batara

Mas Nurraflis Salam,

Terima Kasih Mas penjelasnnya, yang saya maksud kalkulasi sepertinya lebih cenderung ke teknis pelaksanaannya pada saat pemakaian dial indicator, untuk menentukan bagian mana yang harus di adjust dan berapa ukuran seam yang digunakan.

Tanggapan 4 – Nurraflis Salam

Dear AB,

Kalo berdasarkan pengalaman, saya belum pernah menggunakan dial indicator untuk melakukan alignment, biasanya saya menggunakan laser shaft alignment.
Dengan menggunakan laser shaft alignment kita dapat mengetahui langsung seberapa besar misallignment yang terjadi yang ditunjukkan pada layar (display) yang terdapat pada alat tersebut. Alat tersebut dapat menunjukkan bagian mana yang harus diadjust (bagian depan atau bagian belakang movable machine) dan berapa besar ukuran seam bar yang harus digunakan.

Tanggapan 5 – amal ashardian

Dial gauge bisa dipakai waktu alignment gear, celah (backlash) dari pertautan antar giginya bisa dcek dg dial gauge.

Tanggapan 6 – Zainal Abidin

Pak Nurraflis Salam,

Pak, aligment 2 mesin memang dapat dilakukan dengan dial maupun dengan laser. Dengan laser
(misal Optalign atau Rotalign buatan Prufteknik) memang jauh lebih mudah karena alat ukur telah disatukan dengan kalkulator dan displai. Rotalign bahkan mampu menggambarkan kedudukan dua mesin secara online (gambar berubah ketika salah satu baut dikencangkan atau dikendorkan, tidak seperti Optalign yang gambarnya diupdate setelah kita ‘Enter’). [maaf saya bukan dealer/agen dari Prufteknik, Laser Alignment merek lain juga ada].

Karena alat ukur, kalkukator, dan displai telah disatukan maka perhitungan tidak perlu dilakukan
oleh operator, sehingga operator tinggal ‘mengikuti prosedur saja’ dan beres. Lain halnya dengan alignment dengan dial dimana operator harus melakukan menghitung atau membuat grafik untuk menentukan besar pergeseran kaki yang diperlukan.

Walaupun mudah, Laser alignment memiliki beberapa kelemahan diantaranya:

– Harganya muaahal (dibanding dial)

– Hanya dapat digunakan bila kedua sumbu poros dapat diputar. Bila tidak, maka diperlukan adapter
yang dapat mengurangi ketelitian pengukurannya.

– Ketelitiannya ‘mubazir’ karena jauh lebih tinggi dari ketelitian pergeseran yang dapat kita capai.

Tanggapan 7 – Zainal Abidin

Pak AB,

Untuk menghitung besar pergeseran yang diperlukan pada berbagai metoda alignment 2 mesin dapat dilihat di buku Heinz P Bloch & Fred K Geitner, Machinery Component Maintenance & Repair. Perhitungannya cukup panjang untuk diutarakan di sini. Selain metodanya bermacam-macam (face & rim, reverse indicator, face- face distance dan variasinya spt face & rim 3 indicator dsb), cara perhitungannya tergantung apakan mau menggunakan cara analisis, rumus, atau grafis.

Tanggapan 8 – Autumn Batara

Pak Zainal,

Terima kasih banyak Pak atas informasi referesinya. Mudah-mudahan saya bisa dapatkan buku yang Bapak maksud.

Tanggapan 9 – asliBeno

Mengenai kalkulasi pake dial :

mugkin bisa membantu, saya lampirkan attachment berikut ,smoga diapprove moderator krn filenya 1 > MB :).

mohon koreksinya, maap cuma bagian ini saja yg bisa di share trim’s.

Tanggapan 10 – Wilis Wirawan ww

Rekan-rekan milis migas yth,

Selagi hangat (mungkin juga agak ‘panas’), saya ingin ikut berdiskusi tentang masalah alignment untuk rotary equipment. Terlepas dari adu argumen tentang alignment menggunakan dial v.s LASER, saya ingin mencoba menjawab pertanyaan Bpk Autumn Batara selaku penanya pertama tentang perhitungan tebal shim yang diperlukan. Selain itu, saya juga ingin berbagi pengetahuan tentang alignment seperti yang telah dilakukan oleh rekan-rekan sebelumnya.

Terlampir adalah tulisan saya tentang alignment dengan dial indicator metode face and rim yang saya sarikan dari beberapa buku alignment. Semoga bermanfaat dan mohon koreksi maupun komentar dari rekan-rekan.

Sekedar informasi, telah tersedia di pasaran berbagai alat untuk perhitungan alignment secara otomatis sehingga sangat memudahkan teknisi alignment, baik dengan menggunakan elektrical dial indicator maupun kalkulator programmable. Di antaranya adalah

* Produk luar negeri:

www.spminstrument.com

www.accushim.com

* Produk dalam negeri:

www.aneka-instrumen.co.id

Semoga bermanfaat.

Tanggapan 11 Anas Rosyadi

Pak Autumn,

Saya coba membantu. Dampak jika terjadi misalignmnet :

– Distorsi pada poros

– Konsumsi power meningkat

– Mengurangi umur bearing

– Seal failure

– Unplanned shut down

Alignment pada dasarnya ya membuat 2 buah poros (yg dihubungkan dengan kopling) menjadi lurus pada kondisi operasinya (pada beban, load, temperaturnya). Ada kalanya pada saat alignment ada kompensasi thermal growth. Metodenya ya bermacam2 seperti dijelaskan Pak Zainal. Standard alignment banyak referensinya. Beberapa referensi ttg Alignment :

– The Shaft Alignment Handbook, karangan John Pitrowski (www.turvac.com). Bukunya sangat lengakap membahas ttg alignment, formula utk face rim, reverse dial indiator method, grafis dll.

CHAPTER 1 – THE IMPORTANCE OF PROPER SHAFT ALIGNMENT

CHAPTER 2 – THE HISTORY OF MACHINERY ALIGNMENT

CHAPTER 3 – FOUNDATIONS, BASEPLATES, MACHINE CASINGS, AND PIPING STRAIN

CHAPTER 4 – FLEXIBLE AND RIGID COUPLINGS

CHAPTER 5 – DEFINING MISALIGNMENT – ALIGNMENT AND COUPLING TOLERANCES

CHAPTER 7 – SHAFT ALIGNMENT TECHNIQUES AND MEASURING TOOLS

CHAPTER 8 – GRAPHING / MODELING TECHNIQUES TO DETERMINE PROPER MACHINERY MOVES

CHAPTER 9 – MEASURING AND COMPENSATING FOR OFF-LINE TO RUNNING
MACHINERY MOVEMENT

CHAPTER 10 – ALIGNING V-BELT DRIVES

CHAPTER 11 – POSITIONING MACHINERY

CHAPTER 12 – ALIGNING MULTIPLE ELEMENT DRIVE TRAINS AND RIGHT ANGLE DRIVES

CHAPTER 13 – ALIGNMENT CONSIDERATIONS FOR SPECIFIC TYPES OF MACHINERY

CHAPTER 14 – FINDING MISALIGNMENT ON OPERATING ROTATING MACHINERY

– IlearnAlignment Software,

http://www.ilearninteractive.com/mobius_products_align.html

Interactive software, banyak animasi ttg misalignment, soft foot, dll.

Semoga membantu.