Untuk helipad & tower harap ikuti : OGP Aviation guide lines, 2007, Cap 437 dan Annex 13,. Perlu diperhatikan bahwa: 1. Flypath (in line with prevailing wind) clears any building (tower dalam hal ini), tanks and flares, both current and future.; 2. Direct road access to the main haul road.; 3. Adequate distance from the telecommunication tower (45 m tall). 4. Helicopter type and size, untuk helicopter type apa yang akan dioperasikan. 5. Navigation requirement e.g: NBD, GNSS approach procedure, radio license, weather monitoring system.

Tanya – edfarman chan

Dears Migas Indonesia,

Mohon pencerahan.

Ada yang bisa sharing experience untuk masalah perijinan pembangunan (dalam Gas Processing Plant) untuk item berikut:

<1> Telecommunication Tower (tinggi sekitar 40-50 meter)

<2> Helipad

Apakah kita masih perlu ijin khusus lagi, padahal logikanya owner sudah memiliki ijin untuk pembangunan keseluruhan plant – tidakkah itu termasuk ijin kedua item di atas?

Kemana tepatnya kita harus mengurus ijin jika memang dibutuhkan? Dan jenis ijin apa yang akan kita peroleh? Baik untuk konstruksi ataupun pemakaian.

Apakah ada jarak tertentu antara Helipad dan Tower yang harus dipertimbangkan? Apa acuan/regulasinya?

Terimakasih untuk pencerahan yang diberikan.

Tanggapan 1 – Ezra Zain

Edf,

Kebetulan saya sudah pernah dan juga sedang membangun telecom tower untuk di gas processing platform,

sejauh ini tidak ada perizininan yg diperlukan dalam pembangunan tower2 tsb.

Jarak tower ataupun segala sesuatu hal lain yg dapat dikategorikan obstrcution atau potential hazard bagi helicopter diatur di
CAP 437 Offshore Helicopter Landing Areas – Guidance on Standards.

Semoga sedikit membantu,

Tanggapan 2 – adit

Dear pak Ed, saya coba sharing info yg saya tau walopun sedikit utk helipad saja.

& untuk helipad perlu ada ijin khusus berupa sertifikat kelayakan yg dikeluarkan perhubungan udara (dulu DGAC sekarang kalo ga salah berubah jadi DGCA -civil aviation) tapi masih di Departemen Perhubungan. Sependek pengetahuan saya ijin ini tidak mandatory. sertifikat inipun harus diperpanjang setiap tahunnya.

Tanggapan 3 – Akh. Munawir

CAP 437 mmng umum digunakan sebagai reference untuk Helideck (di Offshore Platform), tetapi kurang tepat jika digunakan sbg reference utk Helipad (Onshore) entah itu peruntukannya untuk Ground Level Helipad ataupun Elevated Helipad.

Saran saya,

ICAO (International Civil Aviation Organization) bisa digunakan sebagai applcable reference, bahkan SKEP/ 130 yang dikeluarkan oleh Dirjen Perhubungan Udara pun merefer ke standard tsb.

Untuk perizinan,

Meskipun CAP 428, (Safety Standard at unlicensed aerodromes (including helicopter landing sites)), mendefinisikan bahwa Helipad yang digunakan utk operational take-off & landing kurang dari 28 hari per-tahun tidak memerlukan License.
Tetapi bagaimanapun saya kira masalah perijinan/pemberitahuan tetap perlu disampaikan dan didiskusikan dengan Dirjen Perhubungan Udara sebagai yang punya wewenang untuk mengatur lalu lintas udara kita.

Sebagai tambahan, jika anda sudah punya memiliki kontrak dengan Helicopter Agent (Pilot), problem anda akan lebih baik jika didiskusikan dengan mereka, dengan harapan banyak informasi yg bermanfaat dan lebih tepat didapakan.

Tanggpapan 4 – I Gede, Sudarka (Istech)

Untuk helipad & tower harap ikuti : OGP Aviation guide lines, 2007, Cap 437 dan Annex 13,. Perlu diperhatikan bahwa:

1. Flypath (in line with prevailing wind) clears any building (tower dalam hal ini), tanks and flares, both current and future.

2. Direct road access to the main haul road.

3. Adequate distance from the telecommunication tower (45 m tall).

4. Helicopter type and size, untuk helicopter type apa yang akan dioperasikan.

5. Navigation requirement e.g: NBD, GNSS approach procedure, radio license, weather monitoring system.

5 Fire fighting requirement, CO2, Dry Chemical, Foam AFFF fire Extinguisher system, 180 deg apart.

6. Facility support requirement, a set of crash box, lighted windsock (IFR). fuel system (if required), Breading apparatus (SCBA) for offshore operation, Fire blankets, Fire suits.

7. Helipad dioperasikan VFR/IFR.

8. Helipad certificate required every 12 months, DGCA. Radio license, Licensed HILO, fire fighter, HDA.

9. GNNS approach procedure approved by DGCA.

Sebelum membangun tower dan helipad hubungi DGCA bagian certification. Gambar2 plant dari tower dan helipad harus disertakan untuk ditinjau.

Kalau tidak anda akan masalah disaat minta certificate ke DGCA.

Mudah2an berguna.

Tanggapan 5 – edfarman chan

Terimakasih untuk banyak masukan yang telah diberikan.
Saya akan mempelajarinya lebih jauh lagi.
Sekali lagi terimakasih.