Pada saat ini kecenderungannya produksi oil dan gas dari sumur kami mengalami penurunan sehingga semakin jauh menurun dari design awal kapasitas pengolahan oil dan gas tersebut. Saat ini saya sedang berusaha menganalisa efek penurunan produksi tersebut terhadap peralatan-peralatan yg ada. Apakah rekan-rekan punya pengalaman efek penurunan produksi oil dan gas terhadap peralatan-peralatan yg ada, misalnya separator, pipeline,kompresor, pompa dll? bagaimana menentukan kapasitas minimum peralatan tersebut masih bisa dipakai?

Tanya – Bayu CH

Pada saat ini kecenderungannya produksi oil dan gas dari sumur kami mengalami penurunan sehingga semakin jauh menurun dari design awal kapasitas pengolahan oil dan gas tersebut. Saat ini saya sedang berusaha menganalisa efek penurunan produksi tersebut terhadap peralatan-peralatan yg ada.

Apakah rekan-rekan punya pengalaman efek penurunan produksi oil dan gas terhadap peralatan-peralatan yg ada, misalnya separator, pipeline,kompresor, pompa dll? bagaimana menentukan kapasitas minimum peralatan tersebut masih bisa dipakai?

Sejauh yg saya tahu, untuk peralatan2 rotating seperti pompa dan kompressor yg tipe centifugal, dapat kita liat dari performace curve.
Namun, bagaimana utk separator, pipeline ataupun rotating yg tipe positive displacement?

Mohon share-nya.

Tanggapan 1 – pje704748

Hanya tambahan, kalau penurunan dari design awal oil dan gas pasti berubah disebabkan sudah lama tidak produksi fluida dan tekanan reservoir jug ikut berubah, efek penurunan konstruksi platform juga ikut menurun, yang riskan pada sea level nya, kalau alat2 produksi dan pipa masih operasi dapat di evaluasi air formasi dengan scale dan korosi coupon.

Mohon panduannya.

Tanggapan 2 – suseno sastrosunarno

Mas Bayu,

Tentunya perlu study detail, tergantung dari seberapa besar penurunan produksi tersebut.
teteapi secara umum begini, setiap equiment process mempunyai operating envelope yg telah didevelop waktu design, bisa dilihat dari back-up data sheet / process calculation alat2 tersebut. kalau di data sheet tersebut ada data turndown ratio-nya tentu sangat membantu dalam analisa.

Biasanya declining well terjadi pada field yg udah mature, seiring dng perjalanan waktu produksi dari sumur juga terus menurun, sehingga setiap equipment yg ada di process facility harus dicheck satu2 untuk menghindari terjadinya bottlenecking di equipment tersebut.Static equipment seperti separator, piping, pipeline harus dievaluasi lagi dng input flow & pressure yg baru.

Declining flow umumnya dibarengi dng declining pressure juga, di satu sisi pengurangan flow tidak menjadi masalah di equipment tersebut, tapi disisi lain pengurangan pressure yg berkurang, akan menaikkan pressure drop di equipment tersebut bisa naik ( masih tergantung seberapa besar penurununan flow-nya).
Untuk kompressor, musti dilihat berapa minimum suction pressure yg masih bisa di handle, kalo pressurenya sudah diluar operating range maka modifikasi perlu dilakukan, apakah dengan re-wheeling ato pasang booster kompressor.
Yang tak kalah penting dari evaluasi equipment adalah evaluasi control sistemnya, krn setiap final element device juga punya range tertentu. jng sampai facility tidak berfungsi optimal krn instrumentation system udah out of range dari design.