Pemasangan sebuah temperature transmitter adalah sangat sederhana, bisa secara in-line di atas thermowell atau secara offline dengan menggunakan 2′ mounting kit.

Tanya – Imam Dermawan

Saya sedang membuat miniplant proses di lab.Instrumentasi Industri. namun Saya mengalami kesulitan dalam hal instalasi temperatur transmitter. kebetulan di lab baru mendapat pemberiaan dari Industri,tapi tidak disertai dengan manualbook untuk pemasangannya.

Tipe Temperatur transmitternya adalah sebagai berikut

EQ10

TEMP./mV TRANSMITTER

4-20mA, 12-42VDC

INSTRUCTIONS E51-78

Bailey

Oleh karena itu, Bagi yang mempunyai softcopy manualnya Saya ingin meminta informasi tentang cara instalasinya.

Saya ucapkan terimakasih atas bantuannya.

NB : saya juga mengalami kesulitan dalam menginstalasi control valve kalau ada yg bisa memberikan Informasi,saya sangat berterimakasih.

Tanggapan 1 – mrcat53

Coba kamu cari ke home page Accurate Control, setahu saya 4-20 mA di gunakan ke Scada. Kamu punya fax tidak mungkin saya punya data alatnya.
Hubungi saya 021-8230430 ext 218

Tanggapan 2 – Waskita Indrasutanta

Coba Anda cari disekitar hyperlink dibawah (kalau hyperlink terputus oleh carriage return, supaya disambung kembali):

http://www.abb.com/global/abbzh/abbzh251.nsf!OpenDatabase&db=/global/SEA

PR/SEAPR035.NSF&v=6311A&e=us&c=CED66F84E4A401F3802569F90043142A

Bailey Controls sekarang adalah salah satu bagian dari ABB. Mungkin Anda bisa mencoba kontak ABB terdekat.

Tanggapan 3 – Moderator MIGAS

Terima kasih banyak pak Waskita yang sudah bersusah payah membantu rekan kita yang sedang TA. Saya kebetulan di kantor mempunyai banyak koleksi CD dari berbagai vendor, salah satunya adalah dari ABB. Tapi anehnya model yang tertulis tidak ada di dalam soft copy yang resmi diberikan oleh ABB, meskipun saya sudah membuka semua produk ABB dibagian temperature transmitter. Apakah transmitter yang diberikan ke ITB tersebut adalah model lama. Mohon konfirmasinya sekali lagi.

Sebenarnya pemasangan sebuah temperature transmitter adalah sangat sederhana, bisa secara in-line di atas thermowell atau secara offline dengan menggunakan 2′ mounting kit. Atau mahasiswa kan biasanya kreatif, anda bisa melihat produk temperature transmitter dari manufacturer yang lain seperti misalnya : SMAR, Fisher-Rosemount, Yokogawa, Honeywell, dsb. Di kantor ,saya mempunyai semua CD tersebut.

Begitu juga dengan control valve yang anda tanyakan. Anda tidak menyebutkan mereknya. Akan tetapi saya mempunyai soft copy catalog sekaligus program perhitungan dari berbagai vendor antara lain : Fisher, Valtek, Masoneilan, ABB, DeZurik, CCI, Master Flo, dsb. Karena barangnya sudah ada, berarti Cv-nya sudah fixed, maka dengan program tersebut anda dapat dibantu untuk menghitung pressure drop atau flowrate di dalam control valve dengan mudah.

Untuk teknisnya anda bisa kontak rekan anda Shandy, dia juga anggota milis ini dan kebetulan dulu sewaktu kerja praktek, saya tugaskan untuk membuat list dari seluruh katalog yang ada didalam koleksi CD di kantor. Shandy kan sering ke Bandung jadi anda bisa copy CD tersebut. Saya rasa tidak ada masalah dengan copy right karena semua CD tersebut diberikan secara gratis oleh vendor yang bersangkutan.

Tolong sampaikan ke dosen-dosen anda disana (Edi Leksono, Sutanto dan Deddy Kurniadi), permintaan maaf dari saya karena belum bisa memberikan semua CD tersebut ke ITB. Berhubung kesibukan kerja yang sedang tinggi-tingginya di kantor. Insya Allah begitu load pekerjaan berkurang, ITB bisa mempunyai koleksi CD tersebut secara lengkap.

Tanggapan 4 – Christovorus B

Temperature itu harus dipasang secara close loop. Untuk memonitor temperature itu kamu pakai apa. Saya akan coba scan di manual book transmitter, karena kalau di web site itu isinya kebanyakan brosur saja.
Sedangkan control valve itu mau dipasang dimana ? Mau mensimulasi suatu close loop ? dimana sensor dari thermocouple/RTD ke temperature transmitter akan memerintahkan lewat controllernya/PLC untuk membuka dan menutup control valve itu. Itulah yg dinamakan close loop. Sudah memiliki thermocouple/RTD dan controller ? Lagi pula mesti dilihat lagi, apakah temperature transmitter itu yg tempo dulu (non smart) atau yg paling baru (smart type). Kalau yg dulu, lihat dulu di brosurnya apakah hanya bisa diberi input thermocouples/RTD tipe apa. Kalau tidak cocok pembacaannya tidak tepat. Kalau smart type, harus punyai alat komunikasinya agar bisa diubah ubah tipe thermocouple apa yg tepat.
Untuk mengetes apakah control valve itu bisa bergerak stem/plug nya. Control valve itu kamu mesti memiliki air supply, bisa di sewa dari tabung udara (jangan memakai oksigen murni, bisa MELEDAK). Biasa dari Aneka gas atau Air Liquid, seperti yg dipakai di rumah sakit. Itu adalah tabung udara yg sudah dicampur. SEKALI LAGI JANGAN PAKAI OKSIGEN MURNI, BISA MELEDAK. Atau compressor ban juga bisa dipakai.
Besarnya air supply itu tergantung daripada actuator valve. Biasa mulai dari 30 psi s/d 60 psi. Kalau actuatornya beroperasi 35 psi, harus pakai regular agar air supply yg masuk ke actuator adalah tetap 35 psi.
Control valve itu dilengkapi dengan positioner. (alat untuk mengerakan turun naiknya stem/plug di control valve). Kalau positionernya adalah yg electronic. harus memerlukan kualitas udara yg kering, agar posionernya tidak rusak atau hubung singkat. Untuk mencoba agar stem/plug itu bisa turun naik, mesti ada 4 – 20 ma injektor. Kalau tidak ada, pakai resistor 250 ohm paralel kan ke input 4 – 20 ma yg ada di positioner, kemudian pakai battery 2 buah ( 3 Volt DC) dan hubungkan ke terminal tersebut, maka control valve itu akan buka 50%. Tetapi hati hati jangan salah pasang bisa hangus, ini hanya suatu survival jika susah untuk mendapatkan injector arus.
Kayaknya cerita masih panjang, sebenarnya yg diinginkan itu apa dari temperatur transmitter dan control valve ?
Di bukunya Intrument Engineer Handbook karangan Bela G. Liptak itu pasti lengkap mengenai penjelasannya. Teman milis yg kerja di kontraktor atau di perusahaan minyak pasti punyai buku ini. Cuma tebal sekali.
Selamat bekerja dan semoga cepat lulus.

Tanggapan 5 – Priatna, Waluya

Kebetulan saya sedang mengerjakan project Unocal Thailand yang mana banyak menggunakan TT dan Control Valve. Kalau mau kesini kami tunggu soalnya documentnya tidak bisa dikirim dan juga kami sedang mengerjakan loop-check dan commissioningnya.

Tanggapan 6 – Waskita Indrasutanta

Pak Chris,

Jika Anda mau me-refer ke Manual produk SMAR, semua Product Manual bisa di-download di http://www.smar.com/literatura/. Mungkin berguna untuk ITB dan rekan-rekan Migas yang lain.

(Perhatikan untuk bahasa Inggris – suffix E, sedangkan suffix P adalah dalam bahasa Portugis)

Untuk Temperature Transmitter, HART à TT301ME.PDF, FOUNDATION™ Fieldbus à TT302ME.PDF, ProfibusPA à TT303EM.PDF.

Untuk Control Valve Positioner, HART à FY301ME.PDF, FOUNDATION™ Fieldbus à FY302E_MN.PDF, ProfibusPA à FY303EM.PDF.

Sedangkan untuk SMAR Product Data Sheet, Brosur, Catalog, Newsletter, dll. bisa di download di http://www.smar.com/Services/index.html.

Tanggapan 7 – Priatna, Waluya

Pak Chris,

Oxigen is not acceptable for testing should be Nitrogen ( N2 ) and do not forget please install N2 regulator.

Tanggapan 8 – Ary Retmono

Yang saya tahu, di TF ITB punya kompresor yg bisa sampai 10bar.
Yg saya tidak tahu, kenapa mahasiswa yg belum tahu sdh menginstall barang yg tdk diketahui sebelumnya? Mungkin, kalau sekedar TT, kalau salah pasang paling2 rusak (dan ini termasuk proses learning).

Tapi kalau control valve, PRECAUTION spt yg ditulis Pak Chris & Pak Waluya perlu diperhatikan dg seksama, jangan sampai ada jari yg kejepit atau putus krn tdk tahu kalau barang yg tadinya diam tiba2 bisa bergerak (dg cepat) karena adanya angin bertekanan. Atau ‘flying object’ dari loose part.

Ada baiknya, kalau masih belum pernah sama sekali melihat cara menginstal, ditemani sama yg sdh pernah. Khusus di control valvenya, pelajari/baca2 dulu ‘how it works’ emphasis di bagian mana yg bisa bergerak kalau kena supply udara, agar nantinya jari2 nggak di tempat itu saat pressurized. (Duluuuuu, Pak Kusmayanto yg suka ngajarin ngoprek yg beginian, mungkin sekarang dia sdh jadi rektor, lalu mahasiswanya yg harus ngerjain sendiri.)

PS: Alumni Tengkorak yg mudik ke Bdg, ‘halal bil halal’ dong ke Lab TF.

Tanggapan 9 – Priatna, Waluya

Pak Ary,

Jangan takut jari kejepit karena pressurenya hanya 15 psi. Sekarang ini saya sedang mengerjakan yang anda maksud. Kita punya 200 TT lebih, 100 Control Valve, Shutdown Valve, dll. Pokoknya banyak macam valve yang sedang di Hook-up, bahkan sekarang kita sedang mengerjakan loop check dan commissioningnya. Pokoknya aneka ragam TT dan Control Valve. Bahkan TT-nya kita tidak inject 4-20mA melainkan actual simulation dengan menggunakan panas sesuai dengan requirement yang diminta.

Tanggapan 10 – Waskita Indrasutanta

Pak Waluya, saya lebih setuju dengan Pak Ary untuk ber-hati2. Meskipun tekanan hanya 15 psi, tetapi luas actuator control valve kan besar, jadi total force menjepitnya juga bisa menyebabkan jari putus. Bayangkan kalau luas actuatornya hanya 1 sq. inch saja, kalau actuator bergerak cepat seperti layaknya kejatuhan barang seberat 15 pounds. Inipun sudah bisa melepuh, teriak2 dan bisa fatal.