Saat ini saya sedang mencari beberapa alternatif teknology dan alternatif perusahaan yang mempunyai produk-jadi ‘down hole water separator’. Teknology yang ada saat ini menggunakan teknik cyclone, dikembangkan oleh centrilift dan sudah dicoba di lebih dari 40 sumur di dunia. Alat tersebut dipasang bersama ESP (Electrical Submersible Pump). Alat tersebut bekerja dengan mengurangi jumlah air yang masuk ke pompa (untuk yang dipasang up-stream ESP) atau mengurangi jumlah air setelah melewati pompa (down-stream ESP), sehingga air yang naik kepermukaan berkurang secara significant, dan menghemat energi, menghemat ruang-pipa serta bahan kimia untuk memproses pemisahan minyak-air.

Tanya – Subaga Widiatmaka

Saat ini saya sedang mencari beberapa alternatif teknology dan alternatif perusahaan yang mempunyai produk-jadi ‘down hole water separator’. Teknology yang ada saat ini menggunakan teknik cyclone, dikembangkan oleh centrilift dan sudah dicoba di lebih dari 40 sumur di dunia. Alat tersebut dipasang bersama ESP (Electrical Submersible Pump). Alat tersebut bekerja dengan mengurangi jumlah air yang masuk ke pompa (untuk yang dipasang up-stream ESP) atau mengurangi jumlah air setelah melewati pompa (down-stream ESP), sehingga air yang naik kepermukaan berkurang secara significant, dan menghemat energi, menghemat ruang-pipa serta bahan kimia untuk memproses pemisahan minyak-air.

Kalau rekan-rekan ada yang punya reference silahkan hubungi via Japri, kalau mau di share juga ok.

Tanggapan 1 – Subaga Widiatmaka

Saya akan prioritaskan kalau ada produk lokal untuk teknologi ini.

Tanggapan 2 – Harun Kurnianto

Saya hanya ingin memberi masukan bahwa water separatornya kayaknya lebih cocok untuk sumur dengan productivity besar. Sebab kalau productivity nya kecil, pendinginan motornya berkurang, disamping itu dari pengalaman, rate pompa yang dibawah 1000 BFPD, run life nya agak rendah. Jadi umumnya kita lebih cenderung untuk bisa memompa dengan ESP dengan rate lebih dari 1000 BFPD dengan hadirnya liquids (water maupun oil), asal bisa menambah run-lifenya. Karena biaya yang terbesar dari ESP adalah biaya workover-nya dan ESP replacement nya sendiri, apalagi kalau di off-shore.