Finitie Element adalah salah satu dari metode numerik yang memanfaatkan operasi matrix untuk menyelesaikan masalah-masalah fisik. Metode lain yang adalah metode analitik, yang untuk melakukannya diperlukan suatu persamaan matematik yang merupakan model dari perilaku fisik. Semakin rumit perilakuk fisiknya (karena kerumitan bentuk geometri, banyaknya interaksi beban, constrain, sifat material, dll)maka sangat sulit atau bahkan mustahil di bangun suatu model matematik yang bisa mewakili permasalahan tersebut. Alternatif metodenya adalah dengan cara membagi kasus tadi menjadi bagian-bagian kecil yang sederhana yang mana pada bagian kecil tersebut kita bisa membangun model matematik dengan lebih sederhana. Kemudian interaksi antar bagian kecil tersbut ditentukan berdasarkan fenomena fisik yang akan diselesaikan. Metode ini dikenal sebagi metode elemen hingga, karena kita membagi permasalahan menjadi sejumlah elemen tertentu (finite) untuk mewakili permasalah yang sebenarnya jumlah elemennya adalah tidak berhingga (kontinum).

Tanya – Puji Yusnanto

Dear Bapak/Ibu,

Mohon pencerahannya mengenai istilah ‘Finite Element’ didalam bidang pipeline. Parameter apakah didalam pipeline yang termasuk di dalam finite element itu, karena saya membaca bahwa beberapa aplikasi software pipeline analysis/installation menggunakan finite element sebagai input datanya.
Mohon maaf apabila pertanyaannya mendasar.

Terima Kasih & Salam,

Tanggapan 1 – Teguh Santoso

Pak Puji,

Finite element methode atau dalam bahasa kita metode elemen hingga, adalah pendekatan hitungan matematis berdasarkan ilmu ilmu mekanika, heat transfer, getaran, fluida, dll. Intinya adalah membagi bentuk yang kontinum menjadi diskrit (elemen-elemen kecil). Nah, bentuk elemennya itu ada yang berupa garis, plate, dan solid. Jadi finite element bukan sebagai input data suatu software, tetapi finite elemen dipakai sebagai dasar perhitungan (komputasi) software tersebut.. Inputannya bisa gaya, pressure, displacement, temperature, luas penampang, inersia, dll.

Tanggapan 2 – Deni Ardihansyah

Pak Puji,

FEM (Finite Element Methode) adalah metode pendekatan matematis(biasanya perkalian matriks) dari suatu element berdasarkan Boundary conditionnya untuk mengetahui prilakunya (prilaku element yang qt analisis) …kalo gak salah…hehe…

yang termasuk Boundary conditionya (jika dimasukkan ke softwarenya):

1. Derajat kebebasan (deegre off freedomnya)dari model tersebut

2. Analisa Local atau global

3. Jenis Element yang digunakan dalam analisis.(kalo gak salah yang berbau isotropik,anisotropik atau yang lain)..

4. Jenis meshing yang digunakan tergantung analisa apa yang kita gunakan juga jenis element yang digunakan…..

5-…..mungkin ada yang membantu…

Hanya ini yang bisa saya berikan.semoga membantu.

Tanggapan 3 – Maison Des Arnoldi

Melihat perilaku energi pada sebuah bidang yang terbatas (sengaja dibatasi) agar mudah menyelesaikannya. jika sdh diketahui utk bidang terbatas ini, maka kita dapat memprediksinya utk bidang yang luas dan panjang. utk material bidang yang sama. temannya dipakai boundary element method utk bidang-bidang yg intersection. dan bersinggungan.

Tanggapan 4 – pje704748

Mau menambahkan sedikit,input bisa juga material yang di gunakan dan beban-beban (gaya-gaya) yang bekerja pada elemen yang akan di analisa.sedangkan output yang qt dapatkan adalah nilai shear, stress,deplection,pressure,temperature,dll.Biasanya kita ingin mengetahui daerah kritis (nilai max) yang terjadi.

Tanggapan 5 – Puji Yusnanto

Terima kasih atas pencerahannya. mau menyambung pertanyaannya, apakah strees analysis juga menggunakan pendekatan finite element dalam perhitungan stressnya…mohon maaf apabila pertanyaannya semakin membingungkan, karena masih tahap belajar. Terima kasih atas tanggapan rekan2.

Tanggapan 6 – yfebriana

Saya coba menambahi..

Kalo di sipil (struktur) stress analysis juga bisa dihitung dengan FEM.
Sebelumnya harus ada asumsi2 geometrik, kinematik, hukum material, pembebanan, kondisi batas. Nantinya data-data yang disiapkan bila menggunakan hitungan FEM adalah kerapatan jaringan, pembebanan, kondisi batas dll.
Bila tidak dengan FEM dihitung dengan cara analitis.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia Pembahasan bulan Mei 2009 ini dapat dilihat dalam file berikut: