Sebelum merujuk pada FRP grating, mohon dipertimbangkan apakah cost effective bila memakai FRP pada fasilitas onshore dimana less weight adalah issue yang jarang muncul kecuali di fasilitas offshore dan fasilitas FSO/FPSO/Marine ?
Kemudian issue security (pencurian), apakah anda sudah memitigasinya karena bahan ini cukup mahal namun lebih ringan daripada metal grating. Oiya, satu yg terlupa yang dibahas dari sisi safety selain di email sebelumnya adalah bahan frp biasanya thermally and electrically non conductive material, tidak memerlukan painting dan sudah ada slip-resistant surface sebagai nilai tambah.

Tanya – Yuyus Uskara

Saya mau tanya masalah penggunaan FRP grating di dunia offshore,

– apa ada referensi mengenai pemakaian FRP Grating (rules, recommended practice, etc)

– selain berat (tapi debatable, soalnya menurut saya malah nanti reinforcement jadi lebih banyak, yang jatuhnya malah lebih berat dibanding steel grating), apa sih yang membuat si FRP Grating ini bisa dilirik?

Thanks in advance.

Tanggapan 1 – A. Rofiudin@sulfindo

Pak Yuyus,

Saya sudah menggunakan FRP grating (bukan di off shore sih, tapi masalah kena garamnya lebih parah), dimana umurnya bisa lebih lama dari grating galvanis yang dipasang bersamaan di area Saturator (penuh air garam, bahkan banyak krital garam menempel terus menerus). mengenai supportnya sama saja dengan yang steel. FRP grating ini lebih ringan.
Teknik pembuatan grating FRP ini kan Pultrusion dimana Glass mattnya yang tdk terputus di dorong bersamaan dengan resin, jadi kekuatannya menyamai stell kata pembuatnya, tapi lebih ringan dan tahan korosif, cuma harganya mahal. Untuk efek lain (misal ketahanan bila ada kebakaran dibanding steel) coba tanya ke pakar Safety.

Tanggapan 2 – Yuyus Uskara

Pak Rofiuddin, terima kasih atas informasinya.

kelihatannya memang composite material udah waktunya di pertimbangkan ya Pak?

Tanggapan 3 – Alvin Alfiyansyah

Mas Yuyus,

Mohon hati-hati memakai FRP grating, hal ini mesti disesuaikan dengan company specification and fire protection philosophy di perusahaan tersebut. Secara umum dari sisi safety akan dilihat ketahanan/ fire integrity aspect, combustibility, smoke generation, impact resistance and load analysis. Saat ini tersedia Class 1 sampai Class 3 FRP dari sisi fire integrity dsb. Berbagai kondisi chemical effect seperti kondisi area yang dialami Pak Rofiudin perlu dipertimbangkan dalam study pemilihan bahan ini.

Rujukan yang sudah ada bisa ke ASTM E-84 & E-119 kemudian juga ada USCG guideline for structural fire protection. Jikapun anda mau pasang, harus dianalisa area mana saja yang memungkinkan dan dibolehkan oleh berbagai guideline berikut internal company specification.
Cable & instrument trays juga sudah memakai FRP, selain itu setahu saya FRP dipakai sebagai bahan alternatif fire proofing selain special coating and concrete khususnya pemilihan bahan dalam study fire & blast wall.

Semoga membantu.

Tanggapan 4 – firli mustari

Mas Alvin & rekan2 yg lain,

Mau sekalian tanya kalo FRP Grating untuk platform chemical plant (Onshore) biasanya pakai standar ASTM berapa ? kebetulan saya perlu.

Tanggapan 5 – Alvin Alfiyansyah

Mas Firli,

Bila anda merujuk pada fire testing standard, maka ASTM number yg saya tulis sebelumnya sudah cukup atau bisa ditambah ASTM D-635.
Sebelum anda merujuk pada FRP grating, mohon dipertimbangkan apakah cost effective bila memakai FRP pada fasilitas onshore dimana less weight adalah issue yang jarang muncul kecuali di fasilitas offshore dan fasilitas FSO/FPSO/Marine ?
Kemudian issue security (pencurian), apakah anda sudah memitigasinya karena bahan ini cukup mahal namun lebih ringan daripada metal grating. Oiya, satu yg terlupa yang dibahas dari sisi safety selain di email sebelumnya adalah bahan frp biasanya thermally and electrically non conductive material, tidak memerlukan painting dan sudah ada slip-resistant surface sebagai nilai tambah.
Terus terang saya belum pernah mereview project specification for onshore yg ada pilihan frp grating karena sepertinya fire & blast analysis, security issue, dan cost effectiveness adalah challenge utama dalam study bahan sedangkan di offshore/marine sudah tentu less weight adalah nilai tambah yang dikemukakan dalam study bahan tersebut. Mungkin cost factor tersebut dapat dibagi dalam safety cost, initial installation cost dan maintenance replacement cost sebagai gambaran study bahan, dan jangan lupa prioritaskan hanya pada area yang diperbolehkan dalam berbagai standard dan guideline.

Tanggapan 6 – Yuyus Uskara

Pak Alvin,

Jawabannya sangat membantu, dan saya baru tau mengenai USCG Policy File Memorandum yang khusus membahas FRP Grating dan Cable Tray, dan setelah bolak balik googling, class yang mengadopsi ini baru ClassNK.

Terima kasih Pak Alvin.

Tanggapan 7 – rosli normansyah

Kang Yuyus,

Monggo didownload disini : http://www.uscg.mil/hq/cg5/NVIC/pdf/1997/n9-97.pdf
Tapi ini yang tahun 1997. Mungkin mas Alvin punya yang latest edition. Fibre Reinforced Plastic (FRP) disinggung juga di Maritime Safety Canadian Standard. Saya coba cari file-nya dulu ya, mudah-mudahan masih ada.

Tanggapan 8 – Yuyus Uskara

Alright,

Tadinya saya pikir memang terbatas banget sumber referensi masalah ini, dan saya pikir juga itu si FRP grating bakalan ga feasible buat diterapin di offshore, ternyata banyak juga referensinya.

Hatur nuhun Kang Rosli.