Ada beberapa alternatif untuk transmisi migas, tetapi tidak ekonomis atau ber-risiko, sbb: 1. Dengan memasangkan Open-Path Combustible Gas Detector sepanjang Pipeline. Setiap Detector harus dipasangkan memalui RTU untuk di monitor di Main Station. Alternatif ini ‘sangat’ mahal dan ber-risiko pencurian; 2. Dengan memasangkan Pressure Transmitter untuk memonitor Line Pressure setiap jarak tertentu sepanjang pipeline, dan juga harus dipasangakan RTU. Pressure drop yang signifikan pada segmen tertentu menandakan adanya kebocoran. Alternatif ini mahal dan ber-risiko pencurian.

Tanya – Hari Suprayitno

Bapak-bapak sekalian,

Saya ingin tahu barangkali ada teknologi yang dipakai untuk mengetahui secara tepat dan cepat lokasi kebocoran dari suatu gas pipeline tanpa harus menyusuri sepanjang pipeline tersebut.

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Waskita Indrasutanta

Ada beberapa alternatif untuk transmisi migas, tetapi tidak ekonomis atau ber-risiko, sbb:

1. Dengan memasangkan Open-Path Combustible Gas Detector sepanjang Pipeline. Setiap Detector harus dipasangkan memalui RTU untuk di monitor di Main Station. Alternatif ini ‘sangat’ mahal dan ber-risiko pencurian.

2. Dengan memasangkan Pressure Transmitter untuk memonitor Line Pressure setiap jarak tertentu sepanjang pipeline, dan juga harus dipasangakan RTU. Pressure drop yang signifikan pada segmen tertentu menandakan adanya kebocoran. Alternatif ini mahal dan ber-risiko pencurian.

3. Saya pernah berdiskusi dengan personil dari BATAN, beliau memunyai ide untuk menambahkan additive yang bersifat traces (diatas natural ambient radiation) radio aktif pada stasiun pengiriman, dan mem-filter kembali additive tersebut di stasiun penerima terakhir untuk di-recycle. Deteksi dilakukan dengan cara inspeksi manual (physical) scanning sepanjang pipeline dengan menggunakan Radiation Meter. Penunjukan peningkatan radiasi menunjukkan lokasi kebocoran. Radiasi dari migas didalam pipa diperhitungkan sedemikian rupa sehingga setelah penyerapan radiasi oleh dinding pipa sekitar ambang batas Natural Radiation. Kalau ada pencurian dengan cara tapping atau bypassing pipeline, produk curian masih mengandung additif yang bisa dideteksi. Alternatif ini relatif ekonomis dan ketelitian lokasi kebocoran baik, tetapi pelaksanaan inspeksi akan sulit dan mahal. Lagipula penggunaan zat radio aktif (meskipun menurut beliau masih dalam batas aman) kurang bisa diterima masyarakat.

4. Dengan memasangkan ‘Leak Detection System’ (LDS) yang ter-integrasi dengan Pipeline SCADA system. LDS bekerja dengan cara membuat model karakteristik pipeline dengan pressure profiling dan melakukan verifikasi modeling dengan Pressure Transmitter seperti butir #2 diatas. Meskipun tidak sebanyak seperti pada butir #2 diatas, tetapi makin banyak pressure monitoring, maka modeling akan makin akurat, juga dalam menentukan lokasi kebocoran. Selain itu LDS juga melakukan perhitungan ‘Mass Balance’ (Total_In = Total_Out). Deviasi diatas toleransi yang diperbolehkan menunjukkan adanya kebocoran. Alternatif ini adalah yang umum dipakai pada Pipeline Management System, tetapi implementasinya juga tidak mudah seperti pada implementasi APC-POC yang kita diskusikan pada milis ini. Harganyapun relatif tidak murah; sekitar 7 tahun yang lalu, paket software sekitar US$ 500,000 + design engineering, customization, konfigurasi dan implementasi software juga sekitar US$ 500,000, belum termasuk hardware, OS (umumnya diatas UNIX platform), dan software penunjang lainnya serta instalasinya. Sebenarnya ada juga paket-paket LDS yang murah, atau beberapa rekan di Indonesia sudah membuat sendiri dengan mengambil bagian-bagian algoritma LDS profesional, akan tetapi hasilnya kalau menurut hemat saya lebih baik menggunakan saja skill dari Operator yang sudah berpengalaman dengan melihat beberapa monitoring. Dengan perkataan lain paket LDS yang murah ini kurang memberikan kegunaan yang User.

Rekan-rekan yang mempunyai informasi silahkan men-share di milis ini.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia ini dapat dilihat dalam file berikut: