Salah satu kelemahan dalam Intelligent Pig ini adalah dia tidak bisa bekerja, jika ada suatu perbedaan diameter pada Pipeline. Demikian juga jika di Sub Sea, jika Pignya macet di dalam, bagaimana ngambilnya ? Untuk Solusinya harus memakai teknologi Magnetic. Fraunhofer Institute Non Destruktive Test juga sudah punya teknologi ini, namanya EMAT. Jadi dengan mencengkeram satu titik tertentu dari luar pipa, sudah diketahui profil kerusakan 15 Meter ke kanan dan 15 Meter Ke kiri. Sekarang bahkan pengembangannya akan menjadi 30 Meter ke kanan dan 30 Meter ke kiri.

Pembahasan – Dr.-Ing. Ida-Bagus Kesawa Narayana

Salah satu kelemahan dalam Intelligent Pig ini adalah dia tidak bisa bekerja, jika ada suatu perbedaan diameter pada Pipeline. Demikian juga jika di Sub Sea, jika Pignya macet di dalam, bagaimana ngambilnya ?.

Untuk Solusinya harus memakai teknologi Magnetic. Fraunhofer Institute Non Destruktive Test juga sudah punya teknologi ini, namanya EMAT. Jadi dengan mencengkeram satu titik tertentu dari luar pipa, sudah diketahui profil kerusakan 15 Meter ke kanan dan 15 Meter Ke kiri. Sekarang bahkan pengembangannya akan menjadi 30 Meter ke kanan dan 30 Meter ke kiri.

Jadi untk Subsea nampaknya kombinasi antara Robot Bawah Air dengan Teknology EMAT tadi.

Salah satu ide yang juga bisa dikerjakan dengan teknologi ini adalah mengembangkan teknologi untuk mendeteksi Pipeline pada Rafinnerie. Jadi tantangannya adalah :

1. Diameter Pipeline yang berlainan. (Intelligent Pig tidak bisa beroperasi kalau Diameternya berlainan)

2. Pemeriksaan dari luar (Bukan dari dalam seperti Intelligent Pig)

Setahu saya cara pemeriksaan seperti ini, bahkan di Rosen gmbH dan PII sendiri sedang dikembangkan. Ini bisnis besar. Selalu ada saja proyek Gas Leak Detecton ini, sepertinya siapa yang menguasai teknologi ini, punya lisensi cetak duit. Habis berhubungan dengan Safety.

Jika ada yang berminat mengembangkan hal ini untuk pasar ASEAN. Bisa kerjasama dengan Fraunhofer Institute NDT ini (www.izfp.fhg.de). Kami badan No Profit, jadi nggak boleh masuk ke komersiil. Hanya pengembangan produk dan Teknologi. Jual Patent ke perusahaan komersiil, untuk diinvestasikan lagi di R & D.

Tanggapan 1 – Waskita Indrasutanta

Meluruskan dikit:

Pipeline diameter

Dalam standard rancang bangun Pipeline, pada satu segmen tidak diperbolehkan adanya perubahan diameter; seluruh segmen harus uniform dari lokasi pengiriman sampai ke lokasi penerimaan. Kalau ada junction maka harus ada fasilitas pig receiver dan pig launcher pada segmen berikutnya.

Pig macet

Dimanapun pipeline itu berada (overhead, above ground, burried, atau subsea), pig macet bisa saja terjadi. Untuk pengambilan Pig yang macet ada fasilitas dan tekniknya. Mungkin rekan yang bergerak di bidang pipeline bisa menjelaskan lebih banyak.

Non Destructive Test (NDT)

Dari hasil NDT, bisa dianalisa ‘kemungkinan’ kebocoran, tetapi belum tentu bisa mendeteksi kebocoran itu sendiri (pipa yang aus belum tentu bocor), apalagi yang disengaja (tapping).

Tanggapan 2 – Lumenda, Rihlan

Mau tanya sedikit sbb :

Bagaimana kalau diameter luar pipanya sama besar tetapi diameter dalamnya berbeda ? misal ID-nya 14.5′ & 14′.
Apakah masih tercakup dalam toleransi-nya dari intelligent pig, atau berapa maksimum perbedaan dari ID yang masih bisa dicakup oleh intelligent pig. ataukah mesti tanpa ada toleransi ?

Tanggapan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: