Mohon dijelaskan (boleh panjang lebar) keterkaitan material grouping dengan
pembuatan WPS dan PQRnya. Misalnya untuk kasus material yang berbeda (dengan
P No sama) kita dapat menggunakan WPS yang sama tetapi harus dibuat PQR yang
berbeda.

Tanya – Endri Prasetyo

Para Professional Welding,

Mohon dijelaskan (boleh panjang lebar) keterkaitan material grouping dengan
pembuatan WPS dan PQRnya. Misalnya untuk kasus material yang berbeda (dengan
P No sama) kita dapat menggunakan WPS yang sama tetapi harus dibuat PQR yang
berbeda.
Saya mengharapkan banyak anggota milis yang dapat memberikan tanggapannya
seperti kalau menaggapi subject OOT.

Tanggapan 1 – Kiagus Ismail Hamzah Mahbor

Kalau mau menyambung 2 material dengan P No. yang sama, misalnya A36 dan A234, maka cukup dengan menggunakan WPS dan PQR yang sama.

Tanggapan 2 – dhian rachmawan

Knapa harus bikin PQR Beda kan uda tercover pada wps and pqr kecuali ada permintaan dari klien.

Tanggapan 3 – andi yan

Pak Endri,

Dalam ASME Sect IX, tidak perlu menggunakan PQR yang berbeda untuk material yang memiliki P Number yang sama, PQR akan dibuat beda jika Client menghendakinya, terima kasih.

Tanggapan 4 – novembri nov

Baiknya Pak Endry baca sendiri ASME IX QW-200-3.

Jawaban disana sangat panjang lebar sekali ….

Tanggapan 5 – grasidin

Pak Endri,

Sepangtahuan Saya sesuai ASME IX Jika Material yang akan di Las P No nya
Sama maka kita dapat saja menggunakan WPS Yang sama, dengan catatan Essensial Variables pada WPS tersebut terpenuhi sesuai dengan ASME IX dan Client spec.

Sementara itu PQR adalah pembuktian bahwa WPS dengan segala ketentuannya sudah dilaksanakan dengan Actual pengelasan dan sudah di UJI (Tarik, Bending, NDE, Hardness, dll) dengan hasil memenuhi standard dan Code dalam hal ini ASME Sec. IX, untuk itulah ada satu WPS memiliki lampiran PQR yang lebih dari satu, hal ini terjadi karena client kadang-kadang meminta dilakukan PQR ulang sesuai dengan Material spec yang mereka miliki (karena P No sama tapi Sepc berbeda), untuk memastikan bahwa WPS tersebut dapat dipergunakan untuk pengelasan sesuai Spec Material Client

Semoga penyampaian ini dapat membantu disamping yang sudah disampaikan oleh teman-teman lainnya.

Tanggapan 6 – Rizky K

Pak Endri,

P number adalah essential variable: segala perubahan, maka diperlukan requalifikasi WPS.

Group number adalah suplementary essential variable : apabila WPS akan di uji toughnes, maka segala perubahan group number menjadi essential.

smoga membantu, terimakasih.

Tanggapan 7 – abdi raja

Pak Endri,

Hanya menambahkan saja, Jika bapak membaca di ASNE IX di sebutkan kalau P. no yang sama tidak diperlukan PQR baru,cukup satu PQR saja dengan beberapa WPS.