Select Page

Intrinsically Safety (IS) membatasi energi (listrik) yang memasuki hazardous area melalui IS Barrier, sehingga apabila terjadi hubungan singkat, energi karena timbulnya panas, spikes dan arcing tidak cukup untuk bisa menyebabkan api (dalam lingkungan combustible –> ada bahan bakar dan oksigen). Pada umumnya IS Instrument akan sama saja dengan non-IS instrument, jadi kita tidak bisa mengatakan lebih atau kurang bermasalah. Yang membedakan adalah sertifikasinya, dan pada instalasi harus dilengkapi dengan IS Barrier di lokasi non-hazardous.

Tanya – Kundono, Warih

Buat bapak/ibu yang berkecimpung di instrumentasi/kontrol, saya ingin menanyakan pengalaman bapak/ibu yang pernah menggunakan (end user) instrumen bertipe ‘intrinsically safe’.

1. Keuntungan apa yang telah diperoleh (misalnya sedikit maintenance) dan kelemahannya (misalnya trouble apa yg pernah ditemui di field instrumennya sendiri ataupun di safety barriernya) selama menggunakan instrumen tsb. Kalau juga boleh tahu, brand apa yang bapak/ibu pakai.

2. Jika dibandingkan dengan instrumen bertipe ‘non intrinsically safe’, apa instrumen ‘intrinsically safe’ lebih bermasalah?

Terima kasih atas perhatian bapak/ibu,

Tanggapan 1 – Sukamto Agoeng

Pak Warih,

Pengalaman saya dengan Intrinsicallay safe adalah :

1. Bila lightning protection terhadap plant kurang baik, maka kemungkinan sytem instrumentasinya baik field devices maupun controllernya bisa jebol kena lightning.

2. Kemungkinan kalau menggunakan DCS, DCSnya sendiri belum certified untuk Instrinsically safe ( ini jaman dulu lho…nggak tahu kalau sekarang sudah).

3. Brand yang pernah dipakai dulu adalah single loop controller dari Westinghouse.

4. Selama diimplementasi dengan baik maka saya rasa keduanya tidak ada masalah.

5. Sebagai informasi untuk field instrument biasanya hampir semuanya exp. proof type, sangat jarang yang memproduksi general propose type.

Sekali lagi ini adalah pengalaman saya 5 tahun yang lalu menggunakan intrinsically safe system, mungkin sekarang sudah banyak kemajuan.

Tanggapan 2 – Waskita Indrasutanta

Komentar saya:

1. Jebolnya field instrument dan control room device karena lightning protection yang kurang baik akan terjadi pada IS maupun non-IS device. Malahan kalau kita mempunyai IS system, yang jebol umumnya adalah IS Barrier (yang mempunyai fuse atau fusing effect) dan tidak kena I/O Module dari Controller.

2. DCS sendiri tidak perlu certified. Dengan memasangkan IS Barrier, system kita menjadi IS. Mungkin yang dimaksud Mas Kamto dengan DCS yang certified adalah DCS yang I/O Modulenya dilengkapi dengan IS Barrier.

3. No comment.

4. No comment.

5. Saya malahan lebih condong mengatakan bahwa pada umumnya field instrument certified untuk Explosion-proof maupun Intrinsically Safe, dan umumnya meskipun kita menggunakan IS system, enclosurenya tetap Exposion-proof (seperti yang saya jelaskan di email saya kemarin).

Mengenai sertifikasi IS, perlu dicatat bahwa sertifikasi hanya berlaku sebagai pasangan dengan IS Barrier yang dipergunakan dan persyaratan L-C-R dari instalasi.

Tanggapan 3 – Waskita Indrasutanta

Seperti yang kita ketahui, Intrinsically Safety (IS) membatasi energi (listrik) yang memasuki hazardous area melalui IS Barrier, sehingga apabila terjadi hubungan singkat, energi karena timbulnya panas, spikes dan arcing tidak cukup untuk bisa menyebabkan api (dalam lingkungan combustible –> ada bahan bakar dan oksigen). Pada umumnya IS Instrument akan sama saja dengan non-IS instrument, jadi kita tidak bisa mengatakan lebih atau kurang bermasalah. Yang membedakan adalah sertifikasinya, dan pada instalasi harus dilengkapi dengan IS Barrier di lokasi non-hazardous.

Keuntungan menggunakan IS system:

1. Instalasi lapangan (conduit, junction box, cable gland, dsb.) tidak perlu Explosion-Proof –> lebih ekonomis. Walaupun demikian meskipun untuk non-IS instrument umumnya tetap menggunakan enclosure Ex-Proof yang sama (hanya karena factor ekonomis, membuat standard enclosure standard yang Ex-Proof dengan jumlah banyak lebih murah daripada membeda-bedakan enclosurenya).

2. Enclosure bisa dibuka dalam keadaan live circuit (powered) –> mempermudah maintenance bisa melakukan maintenance dalam keadaan livencircuit. Insturment tidak perlu dilepas dan dibawa ke workshop untuk maintenance.

3. Instalasi Ex-proof umumnya lebih susah untuk melakukan maintenance, seperti harus membuka baut yang demikian banyak pada Ex-proof enclosure, dan sangat berat.

Kerugian menggunakan IS System:

1. Menambah komponen (IS Barrier) juga berarti menaikkan kemungkinan terjadinya kerusakan. Walaupun demikian, saya jarang sekali mendapatkan IS Barrier yang rusak. Apabila terjadi kerusakan umumnya dikarenakan adanya surge dimana tidak dilindungi oleh surge protector. Harap dicatat IS Barrier dan Surge Protector mempunyai fungsi yang berbeda meskipun keduanya membatasi energi.

2. Harga system menjadi lebih mahal karena harus memasangkan IS Barrier kesemua koneksi kabel ke hazardous area. Walaupun demikian, kalau di total dengan instalasi lapangan (yang tidak perlu Ex-proof), umumnya total menjadi lebih murah.

3. Perlu mengadakan perhitungan besaran L (Inductance), C (Capacitance) dan R (Resistance) maksimum yang diperbolehkan sesuai sertifikasi, karena L dan C menyimpan energi, yang meskipun sudah dibatasi oleh IS Barrier, dari energi yang tersimpan bisa cukup besar untuk terjadinya api. Umumnya kita akan mendapatkan limitasi panjang kabel yang lebih pendek dibanding instalasi non-IS (Ex-proof).

Hampir semua instrumen untuk Oil & Gas umumnya mempunyai sertifikasi untuk IS maupun Ex-proof. Jadi secara umum, kita menentukan saja apakah designkita mau menggunakan IS atau Ex-proof. Secara pribadi saya lebih senang menggunakan IS daripada Ex-proof.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut:

Share This