Kawat las yang digunakan untuk re weld sebaiknya memiliki komposisi yang hampir sama dengan untuk material pinnya. Tapi jika setelah diwelding dilakukan proses hardening maka kemungkinannya akan terjadi retakan disekitar area yang diweld. Untuk mendapatkan kekerasan dipermukaannya sebaiknya dilakukan surface hardening semisal nitriding atau induction hardening.

Tanya – Iwan

Mates,

Mohon penjelasan dari pakar2 metalurgi, Saya akan melakukan re-weld untuk pin dengan diameter 100mm,

Pin tsb mengalami aus sekitar 10% dan saya berencana me re-weld kembali dan kemudian saya bubut untuk mendapatkan ukuran awal.

Pertanyaan saya bagaimana procedure untuk melakukan proses hardening pada material tersebut agar saya mendapatkan pin yg keras di bagian luar dan ulet di bagian dalamnya?

Adakah standard yg harus saya penuhi dalam proses tersebut?

Trima kasih.

Tanggapan 1 – Prasetyo, Ary Agung

Ikut urun rembug…

Bisa disebutkan komposisi materialnya pak?terutama kadar %C dan unsur paduan(kalo ada).

Karena akan dilakukan re-weld(tambah ‘daging’?),maka properties material daerah lasan berasal dari kawat lasan. Jika demikian bapak dapat menggunakan kawat las yang memiliki properties material yang diinginkan(tentunya harus diperhatikan kecocokan kawat las dengan material pin). Jika kekerasan yang diinginkan belum tercapai maka dapat dilakukan proses heat treatment.heat treatment ini sendiri ada berbagai macam antara lain quenching, annealing, normalizing dll.. Secara umum parameter yang perlu diperhatikan dalam proses heat treatment adalah temperature pemanasan, holding time dan cooling rate. Metode mana yang akan dipilih tentunya akan sangat bergantung kepada sifat mekanik yg bapak inginkan dan komposisi kimia dari material yang akan di heat treatment.Mohon koreksi kalo kurang tepat…

Tanggapan 2 – Murdani

Kalo hanya permukaannya saja yang mau dikeraskan itu digunakan permainan proses pemanasan pendinginan setelah di panaskan. Media pendinginnya tergantung kadar karbon dari materialnya dan berapa kekerasan yang ingin dicapai. Untuk proses pemanasan mungkin bisa menggunakan proses induction.

Tanggapan 3 – adhi.baskoro@exxonmobil

Setuju dengan pak Prasetyo, harus dilengkapi dengan komposisi material dasar, filler lasan, kekerasan didalam, kekerasan diluar.

Saya asumsikan pin ini baja karbon yang mengalami wear bagian luar.
Dibutuhkan kelunakan dibagian dalam utk ‘mentransfer’ getaran akibat wear.
Kalo mau tambah daging, saran saya lakukan normalisasi setelah proses tambah daging dan bubut selesai utk menghilangkan segala tegangan sisa. Kemudian utk menyesuaikan kekerasan bagian luar bisa dilakukan proses karburisasi dalam jangka waktu tertentu sehingga kekerasan permukaan hingga kedalaman tertentu tercapai. CMIIW.

Tanggapan 4 – totoksys

Mo sedikit urun rembung…

Saya setuju dengan penjelasan mas ary klo kawat las yang digunakan untuk re weld sebaiknya memiliki komposisi yang hampir sama dengan untuk material pinnya. Cmn jika setelah diwelding dilakukan proses hardening maka kemungkinannya akan terjadi retakan disekitar area yang diweld. Saran saya utk mendapatkan kekerasan dipermukaannya sebaiknya dilakukan surface hardening saja semisal nitriding ato induction hardening. Mohon dikoreksi jika ada yang kurang tepat……

Tanggapan 5 – sabandi@gammabuana

Pa iwan berapa komposisi karbonya.? Sehingga kita bisa dapatkan holding time dan Temperatur austenite utk heatreatment , kemudian celup kedalam oil jangan air terlalu keras bila karbon tinggi tapi kalau baja karbon rendah bisa dengan water quench..berapa hardness yang diinginkan..?

Tanggapan 6 – novembri nov

Mau koment sedikit ….

Menurut saya material yang bapak inginkan dengan keras diluar dan ulet didalam, atau mungkin material yang tangguh dengan yield yang tinggi tapi mempunyai nilai impact yang juga tinggi. Mungkin kalau applikasinya Pin lebih cocoknya yang dicari adalah nilai impactnya karena pin akan mengalami beban kejut dalam servicenya.

Biasanya kalau memang itu yang bapak harapkan , bapak bisa merefer ke heat treatmen material quench temper. Untuk melakukan pengelasan reweld, yang penting diperhatikan adalah pemilihan jenis kawat las yang cocok dengan yield yang tinggi ( misal 100KSi). Kembali ini tergantung minimal yield strengthnya berapa yang bapa harapkan untuk pin ini.

Untuk diskusi lebih lanjut bapak harus definisikan kerasnya berapa, yield strengthnya mau berapa, impactnya berapa…kalau ini nggak jelas kita juga susah untuk berdiskusi untuk menemukan solusi yang tepat.

Tanggapan 7 – agt @kpi

Pak Budi,

Menurut hemat saya lebih baik pabrikasi pin yang baru, kalau memang kurang keras baru di heat treatment. Tapi perlu dipertimbangkan ulang, nanti pinnya keras, pasangannya (bush) yang kalah.

Bagaimana dengan bushingnya (pasangan pin) ? apakah ada masalah ?

Tanggapan 8 – Sapari, Riki @sulzer

Dear Pak Iwan,

Saya setuju dengan alasan dari Pak Ginting, jika memang memungkinkan lebih baik Bapak membuat pin yang baru dan jika memang kurang keras baru di keraskan berdasarkan kekerasan yang di inginkan berdasarkan design. Hal ini mengingat jika pin itu di welding (tambah daging lagi) trus di keraskan dengan proses annealing or other proses, urutan proses akan lebih lama dan cost yang dikeluarkan akan lebih banyak jika di bandingkan dengan buat baru pinnya.

Demikian menurut hemat saya, mohon koreksinya jika ada yang perlu diluruskan.