Beberapa hari yang lalu, anak saya bingung karena menurut ceritanya, dia tidak lulus psikotest Pertamina melalui ON-LINE TEST. Tes ini katanya merupakan asesmen pendahuluan terhadap kesesuaian si calon pegawai untuk bekerja di Pertamina. Jika lulus dari tahapan ini, maka si calon akan dites ulang dengan kondisi pengetesan seperti yang lazimnya dilakukan di Indonesia, yaitu test di bawah pengawasan.

Tanya – ariek ar

Dear Rekan Milis..selamat malam,

Beberapa hari yang lalu, anak saya bingung karena menurut ceritanya, dia tidak lulus psikotest Pertamina melalui ON-LINE TEST. Tes ini katanya merupakan asesmen pendahuluan terhadap kesesuaian si calon pegawai untuk bekerja di Pertamina. Jika lulus dari tahapan ini, maka si calon akan dites ulang dengan kondisi pengetesan seperti yang lazimnya dilakukan di Indonesia, yaitu test di bawah pengawasan.

Pada test OL ini, si calon harus mengerjakan tes pada komputer yang memiliki koneksi internet yang stabil, menggunakan Internet Explorer versi IE6 ke atas dan komputer juga harus di set untuk dapat menerima ‘cookies’.Yang menjadi pertanyaan saya, mengapa harus ada test OL, karena pada test OL ini menurut saya banyak sekali kelemahannya, seperti si calon dapat minta joki untuk mengerjakan test-nya, juga adanya syarat2 mengenai koneksi yang baik juga internet explorer yang sudah distandari oleh Pertamnina menurut saya cukup berat, apalagi test ini dilangsungkan secara nasional karena tidak semua provinsi punya jaringan internet yang baik. Akibatnya pada saat yang bersamaan kurang lebih 40.000 calon pegawai mendownload soal yang sama, kemungkinan akan terjadi hang atau eror cukup besar dan itu terjadi dengan cerita anak saya. Baru 1 soal di download dan di jawab tiba2 komputer hang/eror. dan tidak bisa mengerjakan apa2 lagi, sementara helpdesk yang di sediakan tidak bisa dikontak/hubungi.Mohon masukan dari rekan-rekan terutama yang sudah bekerja di Pertamina mengenai cara rekruitmen ini, apakah sudah bisa diterapkan atau masih perlu peninjauan kembali.
Terima kasih atas perhatiannya.Best regards,Ariek.

Tanggapan 1 – Chiquetetha

Dari beberapa kasus yang saya temui memang masih banyak kejanggalan terjadi untuk test pertamina.

Dan ini hasil pengamatan saya.

1. koneksi dibutuhkan untuk download soal dan mengirimkan jawabannya (setelah counter waktu 5 menit habis) disini biasanya banyak terjadi error. dimana error bisa disebabkan karena koneksi, maupun sisi teknis komputer. dalam hal ini cookies. kasus yang yang saya temukan. soal online test dibuat dengan bentuk flash, dimana siafat soal tersebut ignore error, jadi saat 5 menit habis. Soal tersebut akan dengan sendirinya mengirimkan jawaban ke server pertamina.
disini ada 3 kasus yanga bisa terjadi.

1. jawaban sukses dikirim dengan isi jawaban berupa cookies yang telah tersimpan saat menjawab soal.

2. jawaban sukses terkirim namun hanya mengirimkan jawaban kosong, karena soal tidak berhasil membaca cookies jawaban, atau cookies jawaban telah ter-reset valuenya.

3. jawaban tidak berhasil terkirim.

nah dari kesemua kasus itu, tidak ada feedback respon yang menunjukan status kita ada dimana, apakah kasus 1, 2 atau 3. yang terjadi kita langsung disodori session soal baru. nah hal inilah yang bisa membuat si penjawab soal HANYA tau bahwa DIA telah menjawab soal.

2. mengingat begitu banyaknya kandidat yang mencoba untuk menjawab soal online test tsb, sangat rentan terjadinya loss data on transmition, sehingga data jawaban kita yang masuk ke server pertamina bisa rusak. Entah rusak di bebrapa jawaban, atau rusak semua, bahkan bisa juga terjadi merger jawaban dari 2 signal jawaban yang berbeda. atau mungkin signal jawaban itu salah masuk kamar alias jawaban yang diterima salah penempatan ke orang lain karena data tersebut rusak.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Mei 2009 ini dapat dilihat dalam file berikut: