The main feature of pipe-in-pipe and pipeline bundle systems is that the pipeline is comprised of concentric inner and outer pipes. The inner pipe or pipes within sleeve pipes carry the production fluids and are insulated, whilst the outer pipe or carrier pipe provides mechanical protection. The first known pipe-in-pipe system was installed in 1973 by Pertamina Offshore Indonesia. This pipeline was 8 miles long extending from shore to a single point mooring facility. The outer and inner diameters of this pipeline were 4 0 and 36′ respectively.

Tanya – Fajar Christian

Kebetulan lagi belajar mengenai fabrikasi dan installasi offshore pipeline. Saya tertarik membaca bab mengenai istilah ‘bundle pipeline’ dan ‘pipe-in-pipe’ . Sepintas yang terbayang dibenak saya, bahwa sistem bundle dan PIP (pipe-in-pipe) ini menggunakan pipa di dalam pipa atau dengan kata lain pipanya dobel. Yang saya ingin tanyakan ke rekan-rekan, kira2 bagaimana proses fabrikasi pipa jenis tersebut mulai dari proses coating hingga installasi. Apakah prosesnya serupa dengan pipeline pada umumnya, termasuk juga metode installasinya (laying ataupun towing). Apakah di Indonesia pernah ada company yang menggunakan pipa jenis ini? Terima kasih.

Tanggapan 1 – Vladimir Medio Sentosa

Dear Pak Fajar..

Sekedar sharing aja pak, pipe-in-pipe pertama kali dipakai oleh PERTAMINA pada tahun 1973… hehehe jadi kita harus bangga pak, Merdeka! Keterangan ini sy dapat di bukunya Yong Bai (Pipeline and Riser) seperti yang saya kutip di bawah ini.

”The main feature of pipe-in-pipe and pipeline bundle systems is that the pipeline is comprised of concentric inner and outer pipes. The inner pipe or pipes within sleeve pipes carry the production fluids and are insulated, whilst the outer pipe or carrier pipe provides mechanical protection.

The first known pipe-in-pipe system was installed in 1973 by Pertamina Offshore Indonesia. This pipeline was 8 miles long extending from shore to a single point mooring facility. The outer and inner diameters of this pipeline were 4 0 and 36′ respectively.

Up till now nearly 36 pipeline bundles have been installed by controlled depth tow method (CDTM). The first one was installed at the Murchison field in 1980. The longest pipeline bundle is the one being designed, constructed and installed in Norwegian Sector by Rockwater. This bundle is 14 lun long with 46′ carrier pipe and three production lines.”

Tanggapan 2 – Fajar Christian

Terima kasih Pak Vladimir atas infonya. Ternyata kita patut berbangga juga. Kira-kira keuntungan dari penggunaan pipe bundle dibanding single pipe apa ya? Atau ada kondisi lingkungan khusus yang mengharuskan pakai jenis ini.

Tanggapan 3 – Didik Pramono

Mas Fajar,

Pipe bundle pipelines dapat dilakukan jika ada beberapa lines dalam satu rute, yaitu pipelines dengan diameter yang kecil (misalnya pipeline untuk gas injection, produced water, cables) di bundle dengan di attach ke mother pipe, yaitu pipeline utama dengan dimeter yang lebih besar (misalnya oil/gas pipeline).

Untuk case subsea pipeline, pipe bundle ini menguntungkan sekali, salah satunya karena pipeline dengan diameter yang kecil dapat terjaga stability-nya dengan di bundle ke pipeline dengan diameter yang lebih besar.

Tanggapan 4 – galih.heru.prasetyo@power.alstom

Pak Didik,

Bagaimanakah cara meng-attach- pipa yg lebih kecil ke mother pipe? apakah di attach dengan semacam clamp atau bagaimana?
Apakah diperlukan analisa tambahan pada attached pipe?

Tanggapan 5 – Didik Pramono

Mas Galih,

Benar, pipeline di attach dengan di clamp. Untuk mendapatkan gambaran jelasnya, coba buka link berikut:

http://www.mms.gov/tarworkshops/WorkshopPages/PipelineWorkshops/Workshop%2025/Presentations/mcbeth.pdf

Analisa yang penting dilakukan salah satunya adalah pada saat installation, method apa yang paling cocok untuk diaplikasikan untuk pipe bundle, apakah conventional pipelay ataupun tow or pull.

Tanggapan 6 – roeddy setiawan

Dear Pak Galih,

Sebagai tambahan ,,,,

Yang pernah saya kerjakan di GoM, sampai dengan water depth 50 feet, pipa yang lebih kecil di ikat dengan manila rope ke pipa yang besar sudah cukup baik, untuk yang lebih dalam kita npakai stainless steel strapping.

Mudah mudahan membantu.

Tanggapan 7 – Teddy

Untuk diskusi selanjutnya mungkin bisa diarahkan dengan membahas deep insight ke arah desain supaya lebih valuable buat pemirsa:

1. Bagaimana mitigasi saat desain untuk mencegah diperlukannya pigging pada anulus selama lifetime in operation baik itu untuk keperluan inspection maupun cleaning? berati fluida yang mengalir harus satu fase dan sama sekali tidak terbentuk terrain induced slugging pada anulus etc?

2. apa saja design constraintnya? Adakah trik khusus untuk mengatasi persoalan thermal expansion stress analysis nya buat pipa yang di dalam dan di luar? apakah dengan mengusahakan selisih temperature operasi serapat mungkin dengan menggunakan material pipa sejenis? bagaimana jika kedua hal tersebut tidak bisa disepakati saat desain.

3. bagaimana sequence instalasi dan fabrikasi, apakah approach yang dipakai sama dengan single pipe termasuk saat mitigasi overstressing saat instalasi.

Monggo bapak-bapak dan ibu-ibu silahkan berdiskusi.

Tanggapan 8 – Didik Pramono

Pak Teddy,

Sangat menarik dengan item2 yang lebih concern ke design seperti yang disampaikan Pak Teddy. Sayangnya saya bukan Piping/Pipeline Design Engineer, tapi berikut saya mencoba memberikan opini:

1. Konfigurasi Pipe-in-Pipe bisa dikatakan sebagai salah satu upaya untuk meminimumkan pigging selama lifetime operation. Dengan konfigurasi PiP temperature di carrier pipe tetap terjaga, sehingga pembentukan sludge akibat wax/paraffin karena penurunan temperature fluida dapat dihindari. Ini terutama untuk crude oil yang mempunyai karakteristik dengan point temperature timbulnya paraffin yang cukup tinggi.

2. Untuk Pipe-in-Pipe configuration, antara jacket pipe dan carrier pipe ada insulation dan spacer/bulkhead, yang dapat me-reduce thermal expansion dan ‘offer’ stress distribution diantara kedua pipa.

3. Yang membedakan dengan installation single pipe adalah adanya proses pipeline configuration. Pipeline configuration untuk Pipe Bundle atau Pipe-in-Pipe bisa dilakukan pada saat instalasi (pre-installation) di work stations sebelum pipeline di lay/tow. Untuk external Pipe Bundle prosesnya lebih simple, hanya meng-attach pipa dengan diameter yang kecil ke mother pipe dengan diameter yang lebih besar. Untuk Pipe-in-Pipe proses configuration-nya agak cukup rumit, karena antara carrier pipe dan jacket pipe ada penambahan insulation dan spacer/bulkhead di antaranya.

Instalation analysis perlu dilakukan untuk mendapatkan installation method mana yang paling safe untuk Pipe Bundle atau Pipe-in-Pipe dengan site condition yang ada.

CMIIW, monggo didiskusikan lebih lanjut.

Tanggapan 9 – Teddy

Pak Didik,

Saya telingsut gak baca email di bawah. Tapi thanks atas tambahan pencerahannya.