First gas-in suatu gas biasanya dilakukan setelah penggelontoran air sisa hydrotest. Setelah digelontor airnya, pasti masih tetap ada air yang terjebak di perpipaan tersebut, apalagi kalau konturnya naik turun engga karuan. Apa yang harus dimasukkan pertama kali, tentunya kompromi antara quality dan duit. Bayangkan jika pipanya panjang kaya pipa west natuna (650 km), apakah harus dimasukkan nitrogen untuk pengeringan air? Itu tergantung kekuatan finansial yang tersedia.

Tanya – wijayanti

Saya sudah coba cari dokumen yang berhubungan dengan commissioning pada proyek terdahulu (trunkline), tapi dokumen tersebut hanya memberi sedikit informasi saja. Mungkin Bapak bisa memberi informasi tentang literatur/standard yang banyak memuat bahan tentang commissioning, khususnya tentang first gas-in dan line-packing.

Khusus tentang first gas-in,

1. step-step apa saja yang perlu dilakukan (prosedur gas-in)

2. Berapa pressure dan flow gas yang diusulkan (berapa persen dari full capasity)

3. Apakah kenaikan pressure dilakukan secara bertahap kemudian distabilisasi terlebih dulu, atau langsung pada tekanan operasi. Kalau bertahap, tiap berapa psig kenaikan tekanan yang dianjurkan sebelum tekanan dinaikkan lebih lanjut.

4. Apakah diperlukan buffer N2 untuk mencegah terjadinya explosion. Kalau perlu, berapa banyak yang dibutuhkan (perbandingannya dengan volume pipa)

5. Tipe pig seperti apa yang biasanya digunakan untuk first gas-in, dan berapa kecepatannya.

6. Contoh perhitungan untuk menghitung besar tekanan dan laju alir yang dibutuhkan untuk mencapai kecepatan pig yang dianjurkan. Selain itu, apakah diperlukan sejumlah back pressure untuk menahan laju pig supaya tidak terlalu cepat.

7. Test-test apa saja yang sekaligus dilakukan pada saat gas-in, dan bagaimana prosedurnya.

Waduh, maaf nih Pak, pertanyaannya banyak banget.
Mungkin Bapak bisa memberi tahu saya literatur apa yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Terima kasih sebelumnya Pak.

Tanggapan 1 – Ignaz Wiradi

Selain referensi dari code & standard berikut :

1. American Gas Association AGA, ‘Purging principles and practice’

2. ‘Purging operations for fuel gases in transmission and distribution’, the Institution of Gas Engineer IGE/SR/22 (Comm 1625)

3. ‘Gas Transmission and distribution piping systems’ ANSI B31.8

Apakah rekan-rekan ada yang bisa share untuk pertanyaan2 terlampir mengenai commissioning procedure dan kriteria acceptance nya ?

Tanggapan 2 – Cahyo Hardo

First gas-in suatu gas biasanya dilakukan setelah penggelontoran air sisa hydrotest. Setelah digelontor airnya, pasti masih tetap ada air yang terjebak di perpipaan tersebut, apalagi kalau konturnya naik turun engga karuan.

Apa yang harus dimasukkan pertama kali, tentunya kompromi antara quality dan duit. Bayangkan jika pipanya panjang kaya pipa west natuna (650 km), apakah harus dimasukkan nitrogen untuk pengeringan air? Itu tergantung kekuatan finansial yang tersedia.

Biasanya, setahu saya yang cuma ngelihat orang2 yang lagi commissioning pipa, mereka akan memasukkan gas nitrogen, kemudian pig, kemudian glycol, kemudian pig kemudian nitrogen dst sampai dua atau tiga batch, dan baru disambung dengan gas yang masuk. Berapa volume N2 yang harus dimasukkan? Pertanyaan ini susah untuk dijawab karena jika pengen exact kudu diketahui dulu tabiat N2 dan udara yang bercampur, beserta teori difusi antar gas, profile kecepatan fluida, terutama pusaran eddynya dst, bla..bla… Jadi yach berdasarkan pengalaman saja…..

Pressure? Biasanya dioperasikan tidak terlalu rendah supaya pengontrolan kecepatan pig lebih enak, karena jika rendah, pig cenderung tidak stabil lajunya, jadi enjot2an….

Kriteria acceptance? Biasanya, di ujung tempat penerimaan pig atau orang2 perpipaan nyebutnya pig receiver, itu di test kandungan O2-nya, jika kurang dari sekian persen, Ok. Tapi prediksi bahwa air yang terjebak di pipa sudah teruapkan via badan gas nitrogen, tidaklah mudah. Jadi ada unsur2 guessing gitu. Makanya batch nitrogen-pig-glycol bisa dua atau tiga untuk menyakinkan air sudah teruapkan. Jadi bukan berarti jika KO drum di ujung sana sudah tidak mengeluarkan air, pipa kita pasti bersh dari air. Tapi kalau gas anda kering, bisa membantu penguapan air di pipa dengan cepat. Tentu saja faktor korosi karena ada air di pipa yang kelamaan juga perlu diperhatikan.

Pemasukan gas pertama kali ke sistem yang bertekanan rendah juga perlu ditelaah dulu, jangan sampai dia menjadi hidrat karena kontak dengan air, jangan sampai manual valve untuk pengontrolan (jika kontrol laju alirnya manual) tidak bisa dikontrol lagi karena
terselimuti es akibat memasukkan gas dari sumber yang bertekanan tinggi ke pipa yang masih bertekanan relatif rendah.

Setelah yakin kadar air di pipa berkurang banyak, baru gas dimasukkan, mau secara gradual yach silakan. Ini berguna terutama untuk mengecek kebocoran pipa. Jadi di hold sekian waktu. Setelah clear, lanjut untuk ke step pressure berikutnya, sampai ke batas operasi.
Tapi hanya saja harus diingat, seringkali ini menjadi tidak mudah karena perjalanan pipa dari keluaran pabrik penghasil gas ke daerah tujuan, biasanya MAOP-nya tidak sama (MAOP=max. allowable working pressure), tergantung pada populasi setempat, sehingga keluarlah di ANSI/ASME B.31.8 class, 1, 2, 3, dan 4. Bahkan untuk hidrotestnya pun pakai tekanan yang berbeda. Nah kalau kita mau pressure test, kita harus isolasi per-segmen pipa yang punya area kerja MAOP yang berbeda. Jika tidak punya isolasi, yach tanya ke desainer-nya mengapa tidak ada isolasi valve-nya.
Kecuali pipa anda didesain untuk satu MAOP yang sama, yang berarti satu ketebalan pipa yang sama untuk semua class. Ini memang overkill, tapi dari sisi ngetest pressure-nya lebih mudah dari pada yang bersegmen2 ria.

Mestinya masih banyak lagi “seni2” perpipaan ini.
Untuk detil tipe pig, kecepatan, buffer N2, dst.. mestinya jago2 pipeline engineering, seperti Pak
Rahmat Sudjana, alumni Vico yang sekarang kerja di Gulf, atawa rekan kita Arifin yang masih ngendon di Vico ngurusin perpipaan, bisa menjawabnya. Dan jangan cuma diem2 aja, nanti disangka mau jadi juara kelas he..he.. (maaf ding, cuma bercanda)…

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut: