LNG Unloading Arm adalah alat untuk meng-onload LNG dari ship/tanker ke shore (dalam hal ini LNG receiving terminal). Pada dasarnya ada 2 type system transfer LNG dari dan ke tanker: 1. hose dan 2. hard arm (yang disebut dengan loading/unloading arm-tergantung fungsinya). Tetapi si ‘arm’ ini yang secara universal digunakan untuk LNG transfer. Selain LNG unloading arm, ada ‘tangan’ lain yang dibutuhkan ketika proses unloading LNG, yaitu ‘vapor return arm’, yang berfungsi mentransfer gas (natural gas vapor) dari terminal ke tanker, untuk menjaga agar si tanker ini tidak kempot ketika proses unloading berlangsung.

Tanya – agung firmansyahM

Dear rekan-rekan,

Saya sdg mengerjakan proyek offshore ‘LNG unloading arm’ platform. mohon jika ada yg punya artikel, website, documentasi, vendor, foto; karena saya belum tahu unloading arm itu binatangnya kaya’ apa (strukturnya, elektrikal dan instrument sistemnya).

Tanggapan 1 – Cahyo Hardo

Dear Agung,

Saya juga pengen nemenin kamu nanya itu ke para pakar di milis ini ttg si meter yang bertangan ini…

Kalau dari namanya sih, dia berbentuk seperti tangan manusia, tapi ada mekanisme hidrolik kayaknya, sehingga bisa digerakkan untuk menjangkau tempat pengisian LNG. Biasanya meternya ada disitu, yang berfungsi sebagai custody meter sejati…

Cuma secuil itu yang saya tau Gung, mohon diper-sorry jika malah kebablasan salah…

Informasi sesungguhnya, biar kita tunggu dari para pakar, dan pasti anggota yang dari PT Badak sudah gatel untuk siap2 menjawab pertanyaan Agung ini…ya engga????

Tanggapan 2 – marutoad12

Dear Rekan2,

Kalou tidak salah IKPT (tempat kerja saya dulu) di Bontang pernah ngerjain tentang Loading Arm waktu itu pas proyek Loading Dock yang ke 3 ,mohon rekans dari IKPT…? bisa bantu..!

Tanggapan 3 – Teten Hadi Rustendi

Yang dikerjakan IKPT di PT. badak adalah pembangunan loading Arm untuk LNG dan LPG artinya fasilitas untuk memindahkan LPG/LNG dari tangki ke kapal. Sedangkan yang ditanyakan adalah un-loading arm, apakah yang dimaksud seperti loading arm di terminal tujuan di jepang/korea atau taiwan ?

Kalau loading arm yang di PT. Badak (atau PT. Arun), sistemnya sederhana yaitu menggunakan hydraulic oil untuk menggerakan arm yang dikendalikan oleh PLC Allen Bradley (untuk dock-3, sedang dock lain atau PT. Arun menggunakan relay-relay).
Untuk monitoring posisi arm menggunakan PMS (Position Monitoring System) dengan software Magnum sedangkan vendor loading-arm sendiri adalah FMC ( websitenya lupa mungkin bisa cari pakai yahoo).

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut: