Select Page

Iran bermaksud akan mengembangkan 20 lahan minyak dan gas offshore dan onshore lebih lanjut berdasarkan rencana 5 tahun terakhir, menurut Petroenergy Information Network (Shana) negara tesebut.

Penulis : Offshore staff

Iran bermaksud akan mengembangkan 20 lahan minyak dan gas offshore dan onshore lebih lanjut berdasarkan rencana 5 tahun terakhir, menurut Petroenergy Information Network (Shana) negara tesebut.

Berbicara pada konferensi di Moscow, Bahman Sorooshi, manager oil & gas NIOC mengatakan beberapa project tersebut akan dilakukan untuk kontraktor asing.

“Rusia memiliki potensi yang bagus untuk aktivitas di sektor minyak dan gas Iran,” tegasnya, yang menambahkan bahwa NIOC berminat dalam bekerjasama dengan Gazprom dan Tatneft, khususnya dalam tekhnologi dan peningkatan produksi minyak.

Pada event yang sama, Abdulmohammed Delparish, corporate planning director of Iranian drilling group NIDC, mengatakan perusahaannya memiliki preliminary agreement dengan TPAO Turki untuk mengembangkan tahap 22, 233, dan 25 dari lahan gas South Pars di Teluk Persia.

Delparish mengatakan gambaran pengeboran berdasarkan venture ini dapat dimulai akhir tahun 2009. Shana menyatakan bahwa NIOC sudah dalam negosiasi dengan TPAO lebih dari 2 tahun yang lalu, dalam sebuah program yang dapat memastikan perusahaan Turki menginvestasikan 12 milyar dolar dalam tahap tiga.

Iran giat mengekspor gas ke Eropa melalui Turki, salah satunya melalui pipeline Nabucco yang dimaksud atau melalui jalur darat ke perbatasan Turki untuk menuju pengiriman. Produksi dari tahap saat ini dari South Pars tidak cukup untuk menutupi permintaan dalam negeri dan eksport, menurut Shana.

Pada bulan Februari, pejabat Perusahaan Ekspor Gas Nasional Iran dan Turki menyetujui untuk mendirikan sebuah perusahaan bersama untuk mengangkut sampai 35 bcm/year ke Eropa melalui sebuah pipeline, dengan menyuplai yang dikirim di titik perbatasan Bazargan.

Sumber: www.offshore-mag.com

Share This