FAT (Factory Acceptance Test) itu dilakukan di pabrik dimana barang tsb dibuat.Misalnya beli SDV/BDV di pabrik ‘A’, setelah selesai dirakit mereka lakukan pengetesan di pabrik tsb. Pengetesan meliputi Leak test/hydotest, torque test, function test dll (sesuai ITP yg disepakati) tentunya kita juga punya wakil/rep saat pengetesan berlangsung. Sedangkan SAT(Site Acceptance Test) dilakukan di site dimana barang tsb dipasang(di-install). Mungkin saja saat pengiriman barang, harus ada bagian yang dilepas. Sehingga setelah terpasang, harus dilakukan pengetesan. jenis2 testnya relatif sama dengan FAT atau tergantung kesepakatan.
Kalo ‘commissioning’ itu kan untuk memastikan bahwa barang2/perlengkapan2 yang sudah terpasang dapat berfungsi & dpt dimonitor/control dengan baik. Biasanya dimulai dari sub-sub sistem terkecil hingga sampai yang terintegrasi/kompleks.

Tanya – doel head

dear all,

Saya kurang berpengalaman dalam FAT and SAT yang akan dilakukan sebelum combisioning plant baru. Bagi teman teman yang berpengalaman, saya minta pendapat dan saran. Apa saja yang perlu di persiapkan dan apa saja yang akan dilakukan pada test combisioning tersebut. thanks.

terima kasih.

Tanggapan 1 – kunadi fajarianto

Mas Irwan,

Just info aja,

FAT (Factory Acceptance Test) itu dilakukan di pabrik dimana barang tsb dibuat.Misalnya beli SDV/BDV di pabrik ‘A’, setelah selesai dirakit mereka lakukan pengetesan di pabrik tsb. Pengetesan meliputi Leak test/hydotest, torque test, function test dll (sesuai ITP yg disepakati) tentunya kita juga punya wakil/rep saat pengetesan berlangsung.
SAT(Site Acceptance Test) dilakukan di site dimana barang tsb dipasang(di-install). Mungkin saja saat pengiriman barang, harus ada bagian yang dilepas. Sehingga setelah terpasang, harus dilakukan pengetesan. jenis2 testnya relatif sama dengan FAT atau tergantung kesepakatan.
Kalo ‘commissioning’ itu kan untuk memastikan bahwa barang2/perlengkapan2 yang sudah terpasang dapat berfungsi & dpt dimonitor/control dengan baik. Biasanya dimulai dari sub-sub sistem terkecil hingga sampai yang terintegrasi/kompleks.
Monggo yang lain kalo mau menambahkan…..

Tanggapan 2 – hermanto st.pangeran

Sedikit tambahan Mas Irwan,Betul seperti pendapat Mas fajar, FAT dilakukan di pabrik dimana barang tsb dibuat, bertujuan supaya kita tidak membeli kucing dalam karung.
Jenis test yg akan dilakukan tergantung kesepakatan dengan supplayer berdasarkan kepada jenis equipment yg akan di test.
Pangalaman saya dalam mengikuti FAT, kami pergi satu team yang terdiri dari DCS engineer, DCS Operator, Instrument engineer, proyek coordinator.

Yang di test (FAT) :

1. Test control system bekerja sesuai dengan control diagram.

2. Test Interlock sesuai dengan kontrak seperti SIS test dan BMS test.

3. Memastikan gambar / display(DCS screen) sudah sesuai dengan F&ID

4. Simulation start up, shut down dan emergency shut down.

Dari sini akan dihasilkan sebuah simulator yg akan kami gunakan untuk mentraining operator di site dan DCS kabinet baru bisa dikapalkan.

Sementara SAT meliputi :

1. Memastikan apa yg sudah dilakukan di FAT tidak berubah.

2. Hydro test karena equipmentnya tidak memungkinkan kami test di Pabrik pembuat.

3. Instrument test

4. Motor / electrical test

Hal ini kami lakukan bersamaan dengan Commissioning sampai handling over pabrik.

Mungkin ada yg bisa menerangkan lebih detil ..

Tanggapan 3 – robby yuli yuli

Mas Irwan dan rekan migas ini saya punya flow chart untuk pekerjaan mulai construction sampai commisioning di Gas Station plant, barang kali bisa bermanfaat.

Tanggapan 4 – Abhie Dhira

Sedikit menambah kan.

Benar yg di bilang pak Hermanto dan Pak FJ,

FAT di Pabrik pengetesan nya dan SAT Di site.

Untuk pengetesan FAT ini, kita harus melihat Test prosedur ny adari equipment tersebut
Setiap euipment berbeda prosedur pengetesan nya…
Yg kita lihat adalah performansi dari eqipment tsb berdasarkan test prosedur.
Misal, generator,
Performansi yg di ukur adalah, winding nya, insolation resistansi nya, dan lain2..
Nah setelah selesai FAT , maka kita sebagai inspector yg pergi FAT hrus ngisi report nya FAT,

Kemudian, SAT,

SAT di lakukan untuk menguji lagi alat tsb, ada juga Prosedur SAT yang beda dgn FAT,
SAT yg di site tempat installing barang tsb dan lebih inti, jgn berkurang performansi nya..
Berkurang nya bisa jadi karna pengiriman, dan lain2..
juga sekalian mengecek kerusakan yg terjadi selama pengiriman.. dll.

Mohon di koreksi kalau salah.

Tanggapan 5 – Budhi, Swastioko (Singgar Mulia)

Sebuah dokumen yang bagus kiriman dari Mas Robby Yuli Setiawan mengenai Functional Flowchart mulai dari Construction, Precommissioning dan Commissioning untuk semua disiplin keahlian (attachment terlampir). Bagi anggota yang mengambil mode daily digest atau no email, attachment yang sama dapat anda download dari URL : http://www.migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=297&Itemid=42.

Ayo… ada lagi anggota yang mau menambahkan dokumen mengenai precomm & comm ?

Attachment : Functional Flowchart.pdf

Tanggapan 6 – eliz emil

Dear Pak Budhi / Pak Robby,

Terima kasih..

Saya sangat terbantu dengan dokumen ini.,menjadi guideline saya untuk site inspection.
Namun pada area kerja sy, ambient temperaturenya berkisar antara 10 – 15 derajat celsius yg mana tidak ada sub item pekerjaan air conditioning.
Sekadar usul Pak, bagaimana bila item Civil – Building ditambahkan satu sub item lagi yaitu: ‘ Room Heater Installation’, in regard sub item tsb adalah salah satu scope pekerjaan building disini.