Secara geologi lapisan formasi mempunyai karaktristik berbeda2 dgn lapisan formasi yg lainnya, antara lain tekanan, sifat2 air formasi , water cut dan temperature salah satu penyebab emulsion pada crude oil seperti yg dikatan pak eko. Pemecah dan memisahakan emulsion dgn cara kimia antara lain dengan emulsifier yang ditawarkan vendor2 seperti Clarient dan Basf dll, campuran chemical ini ditawarkan dgn harga2 yg bersaing dan efisien .

Tanya – Saepuloh

Bapak-Bapak Migas Yth;

Mohon pencerahan mengenai penyebab crude oil yang diproduksi pada suatu sumur bersifat emulsion padahal pada sumur tetangganya (terdekat) dengan jarak kira-kira 50m dengan formasi yang sama tidak ada emulsion.

Dengan campuran kimia (BEKA 2328) emulsion tersebut bisa dipisahkan dengan cepat, Apakah ada cara lain atau kimia lainnya untuk mempercepat pemisahan emulsion ini yang harganya lebih effisien.

Atas pencerahan dari Bapak-Bapak Migas kami ucapkan terima kasih.

Tanggapan 1 – Eko Prasetyo

Berapa watercut sumur A dan sumur pembandingnya?

Apakah benar formasinya sama ato ada formasi yang berbeda di masing-masing sumur?

Emulsi memang kerap terjadi di sumur yang memproduksi air dan temperatur produksinya rendah (<200oF).

Emulsi harus diurai dengan emulsion breaker dan reverse-emulsion breaker di surface.

Kalo sumurnya single formation dan watercutnya <90%, bisa dicoba distimulasi dengan emulsion breaker soak (emulsion breaker dilarutkan dalam solar sampe konsentrasi 10% dan dipergunakan untuk merendam formasi +/- 3 hari) untuk menurunkan watercut.

Tanggapan 2 – Weby

Pak Ipung,

Cara lain untuk memecah emulsi minyak & air selain memakai kimia adalah memberi perlakuan panas pada emulsi tersebut dengan menggunakan heater treater. Modifikasi pabriknya lumayan juga, menjadi tidak praktis kalau tidak ada budget dan waktunya.

Pak Ipung bisa coba baca-baca dulu di buku karangan Maurice Stewart yang berjudul Design of Oil-Handling Systems and Facilities (mengenai Crude Oil Treating Systems).

Tanggapan 3 – Aria Baskara

Oh iya tuh halaman 160. Maurice Stewart….

Tanggapan 4 – pje704748@batamec

Salam kenal pak Epul,

Tambahan sedikit, secara geologi lapisan formasi mempunyai karaktristik berbeda2 dgn lapisan formasi yg lainnya, antara lain tekanan, sifat2 air formasi , water cut dan temperature salah satu penyebab emulsion pada crude oil seperti yg dikatan pak eko. Pemecah dan memisahakan emulsion dgn cara kimia antara lain dengan emulsifier yang ditawarkan vendor2 seperti Clarient dan Basf dll, campuran chemical ini ditawarkan dgn harga2 yg bersaing dan efisien . Dengan cara separator dengan Heat treating,& Scrubber didalam system CPP yg sudah dijelaskan pak Weby.

Mohon pencerahan jika ada salah .

Tanggapan 5 – untoro@batan

Pemisahan cara lain tanpa bahan kimia, kemungkinan juga bisa dengan resonansi ultrasonik, sehingga kalau bisa match maka akan jauh lebih mudah dan murah prosesnya dan tanpa bahan kimia. Pemisahan dengan resonansi frekuensi untuk biodiesel sedang kita lakukan penelitiannya dan kemungkinan bisa juga untuk crude oil.
Kalau boleh diberi sampel crude oil yang teremulsi, kita akan coba teliti lebih lanjut ?

Tanggapan 6 – TRB

Memang bisa Ultrasonic untuk keperluan ini, namun efficiency dan efektifitas kami belum berani mengaplikasikan.
kami bekerja di Petroleum Research Fund, lebih dari 2 tahun telah melakukan hal ini untuk beberapa jenis crude dan product untuk meminimize emulsi yang efeknya berujung kemana2.
tapi kalau alatnya sudah ada, boleh dicoba, dan kalau boleh kabari hasilnya.

Kami share sedikit kesimpulan kami secara kualitatif sebagai arahan.
Selamat berkarya.
terima kasih dan salam

Kesimpulan:

•

T crude naik, menjauhi cloud point.•

T wall turun, mendekati cloud point.•

n<1, linear crystal growth.•

Untuk meminimisasi deposisi kondisi crude dan lingkungan harus diatas cloud point. •

Terjadi perubahan crude composition (properties)

•

Ultrasonic wave has a potential to control the crude deposition•

The lower frequency and higher power supplied will give better cleaning effect

Tanggapan 7 – Deny Breigg

Pak Nurmansyah dan Rekan2 lainnya,

Saya jd ingin bertanya terkait dgn saran utk

‘Pemecah dan memisahakan emulsion dgn cara kimia antara lain dengan
emulsifier yang ditawarkan vendor2’.

Untuk Opsi ini apa ada efek sampingnya thd Crude oil yg di produksi? Terkait dengan kualitasnya?
Since injection emulision setau saya pasti akan merubah komposisi kimia Crude oil tsb.

Mohon Pencerahannya.

Tanggapan 8 – TRB

Pak Erwin,

Kalau di downstream oil production, kami identifikasi sebagai ‘Instability and chemical composition incompatibly of crude oils’ atau Colloidal Instability index (CII).
CII = (asphaltenes+saturates) ⁄ (aromatics+resins).

Bila CII lebih dari 1 maka crude oil dikatakan tidak stabil. dan akan mengendap pada jalu pipa atau peralatan, terutama pada HE.

Cara mengatasinya adalah membuat crude blending based on CII.
apakah hal ini bisa dilakukan di upstream, dgn mencampur beberapa sumur yg berdekatan?
belum pernah ada yang mencoba. Kabari kalau bisa.

Tanggapan 9 – Saepuloh

Terima kasih kepada Bapak/Ibu atas pencerahan yang sangat berguna bagi saya.

Saya sangat tertarik untuk mengetahui lebih lanjut penyebab emulsi ini dari sisi tinjauan geokimia.
Untuk informasi tambahan sbb:
Sumur yang emulsi: WC 60%, Bottom Hole Tamp 119.2 deg.F, API 48 deg. API.
Sumur terdekat: WC 80%, Bottom hole Temp 119.1 deg.F, API 48 deg. API.
Antara sumur emulsi dengan sumur terdekat masih satu layer.

Terima kasih atas pencerahannya.

Tanggapan 10 – pje704748 @batamec

Salam kenal pak Ahni

Mau tanya pak, secara upstream di sumur2 EOR dgn cara mengijeksikan liquid (gas/cairan) blending dgn emulsifier melalui sumur2 injeksi, bisa tidak pak?

Tp sebelumnya harus analisa emultion agar tidak salah memilih emulsifier dan mengakibatkan performance crude well menurun.

Mohon pencerahan jika ada salah

>Tanggapan 11 – TRB

Salam kenal juga Pak Nurmansyah,

Saya ini hanya orang instrumentasi dan process control, lulusan Teknik Fisika,
Kurang paham tentang chemistry apa lagi geologi.

Tapi ok lah, saya coba menjawab karena sedikit belajar dari penelitian EOR.
Misal, kita gunakan Alkaline, Surfactant dan Polymer sbg media EOR, dengan injection yg berurutan.
maka pemilihan surfactant, temperature dan salinity perlu dipertimbangkan selain pemilihan alkaline dan polimer itu sendiri.

Idealnya alkaline bisa meberikan kondisi operasi terbaik bagi surfactan dan polimer bekerja, sehingga interfacial tention oil dan surfactant bisa besar agar oil bisa diikat, dan polimer bisa mendorongnya ke permukaan.
Saat tercampur antar ketiga bahan kimia yaitu alkaline, surfactan dan polimer harus membentuk emulsion yg stabil, bila tidak emulsi ini akan tercampur dgn minyak dan/atau air (mungkin spt itu kasus Bapak? mhn keterbukaannya).

Disitulah penelitian compatibility harus dilakukan sebelum injeksi dilakukan, bisa jadi juga chemical tersebut malah terikat pada batuan didalam bumi. (sekedar info, ada kasus di negara tetangga, EOR belum mendapat hasil karena parameter ini, ada teman di Myoming Univ USA juga meneliti EOR, cuma mengunakan water/steam).
banyak paper yg bisa sampeyan pelajari, kalau memang perlu informasi sebatas kami bisa dan legal, maka akan kami berikan. kami juga masih belajar.
kalau boleh tahu, apa chemical yg sampeyan gunakan dan dosis injeksinya? agar bisa fokus membantu.

Tanggapan 12 – safari@batamec

Salam kenal pak Deny.

Jujur saja saya belum cukup kompeten dalam menjawab ini, saya ingin refresh dan belajar banyak lagi dan sharing sedikit karena saat ini saya masih bekerja fabrikasi shipyard supply offshore, dan belum banyak pengalaman masalah2 produksi emulsi ini.

Tapi saya pernah dapat di kursi kuliah dulu dan TA tentang masalah2 produksi di PT. Medco dan itu jg saya belum diterapkan dikerjaan ( krn blm ada kesempatan bekerja oil&gas company (kasian deah J).

Dan coba saya jawab, sepengetahuan dan seingat saya, emang ada efek sampingnya thd crude oil, setelah di ambil sample nya dan di analisa komposisi kimia crude oil antara lain API dan jumlah % empiris didalam crude oil dll kemungkinan harga crude oil juga ikut pengaruh.

Proses di down stream, crude oil ini terproduksi bersamaan dgn emulsifier, air formasi dll ,sampai CPP/CPU diproses pemisahan liquid / bahan kimia dgn crude oil, seperti separator, FWKO, heating treating, scrubber dll, di dalam proses ini crude oil dapat diketahui kualitasnya. setelah ddiambil sample pada tank crude oil stroge dan dianalisa crude oil nya spt API, empirisnya dll.

Biasanya sebelum menggunakan dan pemilihan emulsifier yg tepat dilakukan percobaan dulu tiap2 vendor. apakah emulsifier ini efisien apa tdk dan ada pengaruh besar perubahan komposisi crude oil tersebut.

Mohon pencerahan jika ada salah kata, harap maklum masih banyak belajar lagi.